Lebih Sayang ke Ibu, Gadis Kecil Ini Malah Dibunuh Ayahnya


Anak adalah harta paling berharga bagi pasangan orangtua. Meskipun mungkin bahtera rumah tangga telah berakhir, yang namanya mantan anak itu tak pernah ada. Tak heran jika pasangan suami istri yang bercerai, diwajibkan mencintai anak mereka setulus mungkin.
Namun kejadian nahas justru dialami Yara. Bocah perempuan berusia tujuh tahun ini harus mengalami tragisnya hidup dalam keluarga broken home. Ya, orangtua Yara telah bercerai dengan putusan pengadilan hak asuh atas Yara jatuh ke tangan sang ayah. Namun sang ayah pulalah yang membuat Yara menghembuskan nafas terakhir.

Semua bermula saat Yara mengaku tidak menyayangi ayahnya. Gelap mata, sang ayah langsung menghantamkan selang pendingin ruangan kepada buah hatinya di rumahnya sendiri yang berada di ibukota Arab Saudi, Riyadh. Yara yang malang pun tak kuasa dan menghembuskan nafas terakhirnya.

"Saya yakin kalau serangan fatal ke arah kepala yang membuat Yara jadi kritis. Yara mengaku kalau tidak mencintai ayahnya dan membuat pelaku marah hingga mengurungnya di kamar," ungkap Saeed Al Qahtani, ibu kandung Yara saat melaporkan mantan suaminya itu ke kepolisian.

Sementara itu sang ayah yang tak disebutkan namanya itu berdalih bahwa ingin memberikan pelajaran kepada Yara. Pelaku berniat mengajarkan Yara untuk berhati-hati dalam bicara tapi karena tak puas dan masih kesal, dia membuat putri kandungnya itu babak belur hingga kritis. Bahkan saat dilarikan ke rumah sakit, kondisi Yara sudah mengenaskan dan tewas dalam perjalanan.

"Yara sejak awal sidang perceraian memang tak mau tinggal dengan ayahnya karena suka main tangan. Kita sekarang menunggu hasil investigasi. Jika terbukti lelaki itu membunuh Yara, maka kami akan menuntut hukuman setimpal," cerita Saeed dan pengacaranya berapi-api.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar