Kisah Sedih Ketika Cinta Tak Terucap


Karin punya pacar, Namanya Andri. Karin sudah lama berteman dengan Andri, tahun lalu, ketika mereka pergi ke perjalanan wisata sekolah. Karin mulai menyadari kalau ia jatuh cinta sama Andri. Sebelum Perjalanan itu berakhir, Karin mengambil langkah untuk menyatakan cintanya pada Andri. Dan Andri pun mau menerimanya, mereka pun menjadi sepasang kekasih , tapi cara mereka saling mencintai sedikit berbeda . karin selalu berkonsentrasi pada diri Andri dan sangat mencintai pribadinya, tetapi disisi lain, Andri tak pernah menganggap Karin ada. Bagi Karin, Andri adalah satu-satunya pria yang ia cintai , tapi buat Andri, mungkin Karin sebagai pacar cadangan saja. "Andri, apakah kamu ingin pergi menonton film ?" Tanya Karin. 

" Saya tidak bisa" jawab Andri

" Kenapa, apa kamu sibuk ?" Karin dengan perasaan kecewa. 

"Tidak ... aku akan bertemu seorang teman" Jawab Andri. Andri selalu seperti itu . Andri sering bertemu gadis di depan mata Karin, seperti menganggap Karin tidak ada. Baginya, karin hanya pacar simpanannya saja. "Kata 'Cinta' hanya keluar dari mulutku . Sejak aku mengenalnya , aku tidak pernah mendengar dia mengatakan 'Aku Mencintaimu' terhadapku. Dia tidak pernah mengatakan apa-apa dari hari pertama kita pacaran. Setiap hari, dia hanya memberikan Aku sebuah boneka, setiap hari. Aku tidak tahu mengapa?" karin dengan penuh tanya dalam hatinya.Kemudian suatu hari ...

Karin : "emm.. Andri , aku.." 

Andri : "Apa?" 

Karin : "Aku mencintaimu." 

Andri : (hanya memberikan sebuah boneka lalu pulang). Itulah bagaimana Andri mengabaikan Karin. tak ada sepatah katapun dan Andri hanya memberikan boneka itu. Kemudian ia pergi, seperti sedang menghindar. Karin menerima boneka dari Andri hampir setiap hari, hingga ruangan kamar Karin penuh dengan boneka pemberian Andri.


Lalu suatu hari datang, tanggal 15 ulang tahun Karin berusia 19 tahun . Ketika Karin bangun di pagi hari, Karin selalu membayangkan merayakan ulang tahunnya berdua bersama Andri ditaman penuh bunga-bunga. karin pun menunggu Andri untuk menelponnya. Tapi ... siang berlalu, malam berlalu. dan langit pun sudah gelap. Andri belum juga menelpon Karin, hingga Karin tertidur. Kemudian sekitar jam 2 pagi hari, tiba-tiba Andri menelepon Karin hingga terbangun. Dia menyuruh Karin untuk keluar rumah. Dan karin pun menyambutnya dengan suka cita, Karin terus membayangkan hal indah yang selalu dia bayangkan. 

Karin : "Andri..?" 

Andri : "Disini ... ambil ini "Sekali lagi , dia memberikan Karin sebuah boneka kecil. 

Karin : "Apa ini?"

Andri : "Kemarin Aku lupa memberikannya sama kamu , jadi Aku memberikannya sekarang. Aku akan pulang sekarang, bye.." 

Karin : "Tunggu, tunggu ! Apakah Kamu tahu hari apa ini?"

Andri : "Hari ini? Aku tidak tahu"
Karin merasa sangat sedih , Karin pikir Andri akan ingat hari ulang tahunnya. Andri pun berbalik dan pergi seperti tidak ada yang terjadi. Lalu Karin berteriak: "Tunggu ... !!" 

Andri : "Apa kamu ingin mengatakan sesuatu?"

Karin : "Katakan padaku , katakan padaku kau mencintaiku." 

Andri : "Apa? !" 

Karin : "Katakan!" (Karin sambil memeluk Andri dari belakang). berharap, Andri bisa mengatakan bahwa dia mencintai Karin. Tapi kenyataanya Andri hanya bicara dingin. "Aku tidak ingin mengatakan itu, jika kamu kecewa mendengarnya, silahkan mencari penggantiku" Lalu Andri pergi. mendengar itu Karin menangis dan terjatuh ke tanah. "mengapa andri tidak bisa mengatakan Cinta padaku, Bagaimana dia bisa? Aku merasa bahwa Mungkin dia bukan pria yang tepat untukku." tangis karin


Setelah hari itu, karin diam sendiri di rumah sambil menangis, hanya menangis. tetapi Andri tetap saja tak bisa mengatakan cinta terhadap Karin. Andri hanya terus memberikan boneka kecil setiap pagi dan meletakkannya di luar rumah Karin. Hingga boneka-boneka itu menumpuk di kamar Karin. 

Setelah satu bulan berlalu, Karin mulai bersekolah lagi. Tapi apa yang dilihat karin sungguh menyakitkan, karin melihat Andri jalan dengan gadis lain, . Karin langsung berlari dan kembali ke rumah dan melihat boneka-boneka itu di kamarnya, sambil menangis karin berkata "Kenapa dia memberikan boneka-boneka ini kepadaku, Apa Boneka-boneka diberikan juga dengan gadis lain?" dalam kemarahannya Karin melempari boneka itu. Lalu tiba-tiba, telepon berdering, yang ternyata Andri. Andri menyuruh Karin untuk datang ke halte bus di luar rumah Karin. Karin mencoba menenangkan diri dan pergi ke halte bus. Karin terus berjanji dalam hati bahwa ia akan melupakan Andri, dan meminta putus. Lalu Andri datang ke hadapan Karin, sambil memegang sebuah boneka besar.

Andri : "Karin , Aku pikir Kamu marah, Tapi kamu benar-benar datang" (sambil menyodorkan boneka besar) 

Karin : "Aku tidak membutuhkannya." 

Andri : "kenapa?"

Lalu Karin mengambil boneka itu dari tangannya dan melemparnya di jalan.

Karin : "Aku tidak butuh boneka ini , aku tidak membutuhkannya lagi ! Aku tidak ingin melihat orang seperti kamu lagi!".

Tapi tidak seperti hari-hari lain , suara Andri sangat gemetaran. "Maafkan aku" Andri meminta maaf dengan suara kecil. Lalu Andri berusaha mengambil boneka itu di jalan.

Karin : "Kamu bodoh! Mengapa kamu mengambil boneka itu? !"

Tapi Andri mengabaikan Karin dan mengambil boneka itu . Lalu ..."Peeep.... Peeep...!!!" Dengan klakson keras, sebuah truk besar sedang menuju ke arah Andri.

"Andri ! Pergi ! Menjauh ! " Teriak Karin.

Tapi Andri tidak mendengarkan Karin, Andri berjongkok dan mengambil boneka itu . " Boom ! " Suara itu , begitu mengerikan . Itulah bagaimana Andri pergi meninggalkan karin. Itulah bagaimana Andri pergi tanpa membuka matanya untuk mengatakan satu kata cinta kepada Karin.

Setelah hari itu , Karin harus menjalani kehidupan dengan sendiri diselimuti kesedihan yang begitu mendalam Dan setelah menghabiskan dua bulan seperti orang gila, Karin mengambil salah satu boneka yang pernah diberikan Andri. "Hanya Boneka-boneka ini kenangan saya dengan kamu, Aku ingat hari-hari aku menghabiskan waktu bersama dia, ketika kita sedang jatuh cinta" racau karin seperti orang gila.

" Satu ... dua ... tiga ... " Karin mulai menghitung boneka." Empat ratus delapan puluh lima buah boneka " Itu semua berakhir dengan 485 boneka . Karin kemudian mulai menangis lagi, dengan boneka dalam pelukannya, karin memeluk erat-erat boneka itu, lalu tiba-tiba ... " Aku mencintaimu ~ , aku mencintaimu ~ " Karin terkejut, lalu menjatuhkan boneka itu,Lalu Karin mengambil bonekanya kembali dan menekan perutnya ." Aku mencintaimu ~ Aku mencintaimu ~ "

" Aku mencintaimu ~ "" Aku mencintaimu ~ "" Aku mencintaimu ~ " Kata-kata keluar dari boneka itu tanpa henti. Aku ... mencintaimu ... " Mengapa aku tidak menyadari kalau hatinya selalu di sampingku , melindungiku. Mengapa aku tidak menyadari bahwa dia mencintaiku sebanyak ini ?"

kemudian Karin mengambil boneka di bawah tempat tidur dan menekan perutnya, itu adalah boneka terakhir, salah satu yang jatuh di jalan, dengan noda darah di atasnya. dan Suara yang keluar dari boneka besar itu.

" Karin... Apakah kamu tahu apa hari ini ? Kita sudah saling mencintai selama 486 hari . Apakah kamu tahu apa yang 486 ? Aku tidak bisa mengatakan aku mencintaimu .. karena aku terlalu malu ... Jika kamu memaafkan Aku dan mengambil boneka ini , aku akan mengatakan bahwa aku mencintaimu ... setiap hari ... sampai aku mati ... Karin ... I love you ... "

Air mata datang mengalir keluar dari ke dua mata karin. "Kenapa? Kenapa? Aku bertanya Tuhan , mengapa saya baru mengetahui semua ini sekarang? Dia tidak bisa berada di sisiku , tapi dia mencintaiku sampai menit terakhir nya ..." Karin dengan penuh tangis

_Tamat_

Kisah Haru Putri Herlina, Gadis Tanpa Tangan Bertemu Jodohnya


Rejeki, jodoh dan mati ada  di tangan Tuhan Yang Maha Esa. Meski terlahir tanpa kedua tangan, Putri Herlina, telah dipertemukan dengan jodohnya. Wanita kelahiran 3 Oktober 1988 dengan penuh rasa bahagia menerima suntingan Reza Hilyard Soemantri, putra salah satu mantan petinggi (Deputi Gubernur) Bank Indonesia, Maman Husein Soemantri.

Dengan penuh rasa haru, pernikahan keduanya dilangsungkan pada Minggu malam, 13 Oktober 2013 di Balai Sinta, Gedung Wanita Tama Yogyakarta. Air mata kebahagiaan mengalir di segenap wajah keluarga mempelai laki-laki dan perempuan dari Yayasan Sayap Ibu, tempat tinggal Putri Herlina.

Sejak dilahirkan, Lina sengaja ditinggalkan sebatang kara oleh orangtuanya di rumah sakit. Akhirnya, dia dititipkan rumah sakit ke Yayasan Sayap Ibu di Jalan Rajawali No 3, Pringwulung, Desa Condocatur, Kecamatan Depok Kabupaten Sleman, DIY. Dengan penuh kasih sayang, pemilik panti, Susiani atau Bu Naryo, merawat Putri hingga dewasa.

Seperti apa yang sudah dicita-citakan Bu Naryo. Lina meski dengan keterbatasan fisiknya namun memiliki semangat hidup, dapat bertemu dengan jodohnya. "Semoga Gusti Allah selalu melindungimu ya Nduk," katanya

Di balik kegembiraan menyaksikan pernikahan Putri dan Reza, rasa haru karena harus ditinggalkan Putri tidak bisa lepas dari raut wajah pengurus Yayasan Sayap Ibu.

Bu Asih salah satu pengelola Yayasan Sayap Ibu mengatakan, tidak mudah melupakan semangat Putri Herlina, yang dengan keterbatasan fisiknya mampu merawat balita-balita yang ditinggalkan atau dititipkan oleh orangtua yang memiliki sejarah kelam.

Bu Asih menjelaskan setelah acara pernikahan pada tanggal 13 Oktober 2013 yang lalu, Lina langsung diboyong pengantin pria ke rumah yang ada di Kawasan Cinere, Jakarta.

"Jadi setelah pernikahan itu Lina langsung diboyong oleh keluarga pengantin laki-laki dan tidak mampir ke Yayasan Sayap Ibu," katanya. 

Ditanya tentang masa lalu Lina, Bu Asih tidak bersedia menjelaskannya. "Sebaiknya tanyakan saja kepada kerabat atau justru bertemu langsung dengan Lina dan suaminya," katanya. 

Seperti diceritakan Saptuari Sugiharto dalam blognya, Lina memang sudah lama ingin keluar dari panti dan hidup mandiri.

"Aku pengen pergi dari panti ini Mas, sudah 24 tahun aku disini. Ingin rasanya untuk segera bisa mandiri. Aku membayangkan punya suami yang normal, walaupun kondisiku seperti ini, tapi ada gak ya yang bener-bener serius sama aku. Apa aku gak tau diri ya mas kalo ngarepin jodohku lelaki yang sempurna. Apa hidupku sampai tua hanya di panti ini ya mas, sendirian tiap hari di meja ini," kata Lina kepada Saptuari yang kala itu menjadi pendengar yang baik.

"Ya banyakin berdoa aja Put, minta sama Allah langsung. Dia yang punya pabrik jodoh. Dia kan yang bisa mengubah segalanya," jawab Saptuari.

Singkat cerita, ruangan di Balai Sinta penuh haru, ketika Reza Soemantri dengan tegas mengucapkan ikrarnya, menerima Putri Herlina secara sah menjadi istrinya.

Banjir airmata dari para tamu yang hadir, ibunda Reza tak henti-henti mengusap matanya, tamu yang hadir, seorang bapak di sudut dengan sapu tangan di wajahnya. Tak terkecuali kameramen dan fotografer dengan mata berkaca-kaca yang mengabadikan momen itu dengan penuh takjub tak berkesudahan.

Allah membuktikan janjinya, derajat seseorang yang lahir di dunia dengan segala keterbatasan dan kekurangan diangkat tinggi di depan manusia lainnya. Kisahnya menginspirasi banyak orang yang lahir dengan sempurna, dengan limpahan harta dan kasih sayang orangtuanya.

Ketika prosesi sungkeman, ibunda Reza memeluk anaknya begitu lama, dengan terbata-bata seperti tak berkesudahan, menjadi pemandangan yang sangat mengharukan, seperti berkata:

"Wahai anakku, engkaulah lelaki itu. Engkaulah yang dipilih Allah untuk menemani wanita luar biasa ini. Engkaulah yang Allah percaya duduk, berdiri, berjalan disampingnya selamanya. Jadikan ini sebagai ibadahmu, pahala tak berkesudahan hingga akhir hayatmu."

Nenek 66 tahun gendong cucu sejauh 4 km Ke Sekolah


Banyak penduduk kota yang mengeluhkan ketepatan waktu dan kenyamanan pada moda transportasi umum, yang biasa mereka tumpangi ketika hendak pergi sekolah atau bekerja. Namun, mereka sering lupa bahwa sebenarnya mereka sangat beruntung karena dapat bepergian dengan berbagai jenis moda transportasi umum yang tersedia di daerah perkotaan. Beberapa anak yang tinggal di pinggiran kota atau pedesaan menghabiskan waktu berjam-jam dengan berjalan kaki, beberapa bahkan harus menyeberangi gunung atau sungai hanya untuk sampai ke sekolah.

Di suatu tempat di kota Yibin, Provinsi Szechuan, China, seorang nenek berusia 66 tahun berjalan sejauh empat kilometer - 2 km sekali jalan - setiap harinya untuk mengantar cucunya yang cacat ke sekolah. Tanpa lelah, dia menggendong cucunya sembari menyusuri jalan setapak di sekitar pegunungan. Dan, mereka tidak pernah terlambat ke sekolah!

Fang Qiu Mei, yang kini berusia 14 tahun itu, lahir dengan kondisi kaki yang tidak normal, yang membuatnya merasa sakit saat berdiri. Fang bahkan hanya mampu berdiri selama beberapa menit dengan bantuan kruk. Karena kondisinya, dia memiliki kesulitan berjalan, dan selalu membutuhkan bantuan untuk bergerak. Ketika Fang baru berusia dua tahun, ayahnya meninggalkan rumah, dan ibunya menikah lagi. Fang kemudian diserahkan kepada kakek-neneknya untuk dirawat.

Sayangnya, nasib malang seperti tidak ingin pergi dari kehidupannya. Kakeknya yang sudah tua dan sakit-sakitan, membuat Fang dan kakeknya sangat tergantung pada neneknya. Jam masuk sekolah Fang adalah pukul 08.30. Agar tidak terlambat, nenek biasanya bangun pukul 05.00 dan kemudian mempersiapkan semua yang dibutuhkan Fang dan dirinya selama perjalanan. Nenek meninggalkan rumah bersama Fang tepat pukul 07.00.

Demi bisa melihat cucunya menuntut ilmu seperti anak sebayanya, nenek rela menggendong Fang selama hampir satu setengah jam. Dia bahkan harus menempuh rute sejauh sekitar dua kilometer untuk sampai ke sekolah Fang. Sahabat anehdidunia.com berjalan kaki sejauh 4 km di jalan-jalan pegunungan yang tidak rata tentu akan menjadi tugas yang sangat melelahkan, bahkan bagi seorang pemuda yang sehat sekalipun. Apalagi jika itu harus dilakukan oleh seorang nenek yang sudah berusia 66 tahun. Belum lagi, dia juga harus menggendong Fang, yang beratnya sekitar 40 kg, dan belum termasuk berat tas sekolah gadis itu.

Sang nenek rupanya telah melakukan rutinitas itu selama lima tahun terakhir, sehingga jika dihitung dia telah menempuh perjalanan sejauh lebih dari 4000 km. Sebab kondisi tubuh nenek yang tak lagi bugar, dia dan Fang akan berhenti untuk beristirahat setidaknya lima kali selama perjalanan. Dan, mereka selalu mengambil rute yang sama untuk kembali ke rumah. Kebesaran cintanya pada cucu semata wayangnya diungkapkan sang nenek dengan mengatakan bahwa dia selalu merasa khawatir dengan masa depan Fang, karena dia dan kakek sudah tua.

Nenek bahkan mengaku sering terbangun di tengah malam karena mimpi buruk yang terus berulang. Di mimpinya, sang nenek melihat Fang tergelincir ke dalam sebuah genangan air berlumpur dalam perjalanan ke sekolah dan dia mencoba untuk menarik cucunya, tetapi Fang tidak dapat meraih tangannya. Fang bukannya tidak tahu bahwa perjalanan tersebut tentu sangat melelahkan bagi neneknya yang sudah tua. Untuk itu, dia mencoba untuk menahan berat badannya dengan dua kruk bambu yang dibuat oleh neneknya. Kruk itu akan menahan tubuhnya saat sang nenek mulai merasa kelelahan.

Untuk membayar perjuangan neneknya, Fang berjanji untuk belajar lebih keras, agar upaya neneknya tidak sia-sia.Untungnya, setelah kisah mereka dipublikasikan ke media, pemerintah setempat telah memindahkan keluarga tersebut ke sebuah rumah yang berada di dekat sekolah Fang. Mereka juga menyiapkan sebuah kursi roda untuk Fang, sehingga dia bisa lebih leluasa bergerak, tanpa harus terus bergantung pada neneknya. Pemerintah juga telah meminta lembaga medis lokal untuk melihat apakah ada harapan untuk Fang bisa berjalan lagi.

Kisah Nyata Bocah Tanpa Lengan


  "Hii semuanya, kalian bisa lihat bahwa aku tidak mempunyai sepasang lengan. Tetapi aku sangatlah mandiri dan ceria.
Aku mampu cuci piring sendiri, menggunakan komputer, mengendarai sepeda dan sikat gigi sendiri.
Wah, ini bukan karena aku pamer akan kehebatanku. Tetapi aku berharap agar yang melihat dan membaca pesan ini dapat terinspirasi bahwa sesungguhnya apapun yang terjadi, kita tetap harus Berpuas diri, tidak menyerah dan Jangan mudah Putus Asa.

Walaupun aku tidak mempunyai tangan, namun aku tidak menyerah dalam menghadapi hidup ini. Sudah sangat banyak derita yang aku hadapi, tidak mempunyai tangan, hidup dalam kesederhanaan dan aku harus mandiri. Dari inilah aku menyadari bahwa dibalik penderitaan, ada kebahagiaan, ada kehangatan dari orang-orang sekitar yang mencintaiku. Satu hal yang dapat kupelajari dari hidup ini adalah 'Kalau aku tidak pernah mengalami derita ini, darimana diriku bisa tahu apa itu kebahagiaan?'

Aku tidak pernah putus asa. Hidup ini indah karena aku dicintai.Aku belajar satu hal dari kekuranganku bahwa kebahagiaan itu bukanlah dari hal-hal yang SEMPURNA tetapi kebahagiaan itu datang dari DIRI SENDIRI.
Kitalah pencipta KEBAHAGIAAN ITU SENDIRI."

Disaat Kebahagiaan Tidak Bisa Kita Miliki


Andre dan Sherly adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga Sherly berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Andre hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.
Dalam kehidupan mereka berdua, Andre sangat mencintai Sherly. Andre telah melipat 1000 buah burung kertas untuk Sherly dan Sherly kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Andre telah menuliskan harapannya kepada Sherly. Banyak sekali harapan yang telah Andre ungkapkan kepada Sherly. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi Sherly dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada Sherly.
Suatu hari Andre melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Andre berkata kepada Sherly:
“Sherly, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “
Saat mendengar Andre berkata demikian, menangislah Sherly. Ia berkata kepada Andre:
“Ndre, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!”
Saat mendengar itu Andre pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada Sherly. Ia mengatai Sherly matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Dan Akhirnya Andre meninggalkan Sherly menangis seorang diri.
Andre mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap Sherly dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Andre menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Andre, ia adalah bintang kesuksesan.
Suatu hari Andre pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Andre pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua Sherly.
Andre mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Andre membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua Sherly.
Andre sangat terkejut ketika didapati orang tua Sherly memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto Sherly dalam makam itu. Andre pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam Sherly untuk menemui orang tua Sherly.
Orang tua Sherly pun berkata kepada Andre:
”Ndre, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan Sherly yang terkena kanker rahim ganas. Sherly menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.”
Orang tua Sherly menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Andre.
Andre membaca surat itu.
“Ndre, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputus-asaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Ndre, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Ndree……….. “
Setelah membaca surat itu, menangislah Andre. Ia telah berprasangka terhadap Sherly begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati Sherly teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa Sherly kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa Sherly mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap Sherly sebagai orang matre tak berperasan. Sherly telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.

Malaikat Pelindung


Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya kepada Tuhan. “Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi, aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?”.

Tuhanpun menjawab. “Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu.”
Si kecil bertanya Iagi, “Tapi, disini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia.”

Tuhan pun menjawab, “Tak apa, malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia.”
Namun si kecil bertanya lagi, "Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?”

Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu itu, akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia.”
Si kecil bertanya lagi, “Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, ya Tuhan?”

Tuhan pun kembali menjawab, “Malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa.”
Lagi-lagi, si kecil menyelidik, “Namun, aku mendengar, disana, ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?”

Tuhanpun menjawab, “Tenang, malaikatmu, akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentinganya sendiri untuk keselamatanmu.”
Namun, si kecil kini malah sedih, “Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi.”

Tuhan menjawab lagi, “Malaikatmu, akan selalu mengajarkamu keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, Aku akan selalu ada disisimu.”

Hening. Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup.

“Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku....”

Tuhan pun kembali menjawab. “Nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan: Ibu...”

Kisah Cinta Agnes Yang Mengharukan


Kisah cinta mengharukan - Hubungan Agnes dengan Adrian sudah berjalan hampir lima tahun. Selama ini hubungan mereka berjalan sangat harmonis. Agnes mengenal betul watak Adrian yang begitu penyayang, tulus dalam mencintainya, dan baik dalam tutur katanya. Itu yang membuat Agnes sangat mencintai Adrian. Adrian berjanji "Agnes, aku tidak akan bisa hidup tanpamu, semua akan ku berikan asal kau bahagia sekalipun itu nyawa."

Namun setelah perjalanan panjang cerita cinta Agnes dan Adrian, akhirnya Agnes mengalami kejenuhan dengan ketulusan cinta adrian. "Adrian yang hanya seorang buruh tak akan mungkin bisa membahagiakan aku jika menikah nanti, tak cukup dengan ketulusan cinta saja" bisik Agnes dalam hatinya. Ini yang membuat Agnes ingin meninggalkan adrian yaitu "Materi" Selama berhubungan dengan Adrian, Agnes memang selalu mendapatkan semua ketulusan cinta dari Adrian. tapi hanya materi yang Agnes tidak pernah dapatkan dari Adrian selama ini.

Pada suatu hari Agnes berkenalan dengan seorang pria bernama Reno. Reno seorang eksekutif muda yang terbilang sukses, ini yang membuat Agnes tidak menolak saat Lina memperkenalkan dirinya pada Reno.

***

Setelah memutuskan hubungan dengan Adrian satu bulan setelah perkenalan itu Agnes dan Reno pun akhirnya menjalin cinta. Agnes terlihat bahagia menjalin cinta dengan Reno. Reno sangat memanjakan Agnes dengan membelikan apapun yang Agnes inginkan. inilah yang Agnes inginkan yang tidak pernah ia dapatkan dari Adrian.

Akhirnya mereka pun menikah. Awalnya Agnes sangat bahagia dengan pernikahan dan kehidupannya yang bergelimangan harta. Tetapi keadaan berubah ketika sikap Reno yang sudah mulai kasar, tak ada lagi kelembutan pada sikap Reno seperti saat berpacaran. Sikap Reno yang tempramental membuat tangannya mudah memukuli Agnes.

Ketika itu datang seorang wanita yang mengaku mantan istri Reno. ia datang untuk meminta tanggung jawab Reno untuk membiayai anaknya yang sudah beranjak dewasa. Agnes pun terlihat shock atas kenyataan ini, apalagi ketika Diana mantan istri Reno menceritakan semua prilaku Reno sebenarnya.

Tak pikir lama setelah mendengar semua kebenaran dari Diana, Agnes pun akhirnya meningalkan rumah Reno. tapi niat Agnes untuk pergi dari rumah diketahui Reno. Reno mengejar Agnes agar tidak pergi dari rumah. Namun Agnes tetap berlari sekuat tenaganya hingga suatu kejadian naas menimpa dirinya, sebuah buah mobil mini bus menabrak tubuh Agnes. peristiwa kecelakaan itu membuat ginjal rusak dan penglihatan Agnes menghilang.

Setelah kejadian Reno meninggalkan Agnes. Agnes menjalani hidupnya sendiri dengan ditemani sebuah tongkat yang membantunya menentukan arah berjalan. entah berapa lama ia akan bertahan dengan penyakitnya yang hanya memiliki satu ginjal dan kebutaan, dalam tangisan kelelahannya tanpa sadar Agnes pun tertidur.

***

Begitu terkejutnya Agnes ketika terbangun ternyata ia mampu melihat, Agnes mengusap-usap matanya tanda tak percaya apa yang terjadi. ia pun melihat sekelilingnya dan merasa aneh, karna ia sudah ada dirumah sakit. ketika suster datang. Agnes pun menanyakan apa yang terjadi "Sus, kenapa saya ada dirumah sakit, siapa yang mengantar saya?" tanya Agnes. "Ini mbak, ada surat dari sesorang yang mengantarkan mbak kesini." jawab suster. Tanpa pikir panjang Agnes pun meraih kertas itu dan langsung membacanya dengan seksama.

"Apa kabar Agnes? semoga kamu baik-baik saja. Selama ini walaupun aku jauh dari kamu. Aku tetap memperhatikan kamu dari jauh, bahkan pernikahan kamu yang membuat aku terpuruk juga masih aku ingat. kalau kamu masih ingat gak, ketika kita naik motor berdua kamu selalu tertidur, ketika kita ingin nonton bioskop yang akhirnya tidak jadi gara-gara harga tiketnya mahal, dan ketika kamu mendorong motorku saat motorku kehabisan bensin? kenangan manis itu yang membuat aku kuat untuk menjalani hidup ini meski tanpamu.

Agnes, aku banyak mendengar tentang dirimu dari Lina, bahwa kehidupan sangat penuh dengan air mata. Setiap Mendengar semua penderitaan mu aku selalu menangis. Untuk itu aku datang untuk memenuhi janjiku Agnes. semoga dengan keadaan yang sekarang kamu bisa bahagia. Adrian :)"

tak terasa Agnes mengeluarkan air mata, dadanya terasa sesak, keinginannya bertemu Adrian pun tidak tertahan lagi. "Sus, kemana sekarang Adrian suster?" Agnes dengan suara tangis yang tertahan dan suaranya yang serak. suster hanya terdiam. baru setelah Agnes mengulang pertanyaan itu beberapa kali, suster itu menjawab "Sdr Adrian.. Adrian sudah meninggal saat operasi, untuk mendonorkan ginjalnya buat mbak Agnes, hanya surat itu yang terakhir yang diberikan oleh Sdr Adrian." jawab suster dengan terbata-bata.

Agnes pun tidak bisa berkata apa-apa. ia hanya menangis sambil memeluk erat surat dari Adrian. Agnes menangis histeris dengan menyebut nama Adrian.

Harta memang bisa membeli segalanya tapi cinta tak dapat dibeli harta.

BIDADARI TERAKHIR = KISAH NYATA HIDUP SEORANG KUPU KUPU MALAM


CATATAN: 
TULISAN INI MENJADI TULISAN TERAKHIR YANG DITINGGALKAN DAN MENJADI KENANGAN BAGI YANG MENCINTAI DAN MENGENANGNYA SEBAGAI BIDADARI TERAKHIR 


" Karena sekeras apapun aku berpikir tentangmu-hanya ada satu hal yang bisa kupahami bahwa kaulah hal terindah yang pernah kumiliki dalam hidup ini" agnesdavonar
diangkat dari sebuah kisah nyata cinta seorang pria dengan PSK
(info : penulis diminta sendiri loh sama narasumber, jadi kalau di kaskus ada yang sama kisahnya ya karena sumbernya sama :) tapi untuk kepentingan naskah agar mudah dicerna penulis mengubah sedikit saja , selama membaca...)
Malam itu, seharusnya bukan jadi malam milik gua. Malam yang sesungguhnya bukanlah yang gua harapkan. Adit, temen kecil gua. Entah harus bagaimana gua mengatakan? Tiba-tiba ketika habis pulang dari hang out di kafe, mengarahkan motornya ke sebuah tempat yang mungkin baru dalam hidup gua. Tempat pelacuran, ya.. semua juga tau kalau daerah yang sedang gua injakkan kaki ini adalah daerah protistusi. Gua sempat protes sama Adit, kenapa tiba-tiba ngajak gua ke tempat kayak ginian. Umur gua kan masih 17 tahun dan baru aja dapat ktp resmi seumur-umur hidup gua.
Gua gak bisa ngelarang teman gua untuk menyalurkan apa yang dia inginkan walaupun harus dengan cara seperti ini. yang terbaik buat gua adalah tidak ikut dalam permainan dia. Akhirnya kita berdua memarkirkan motor di sebuah rumah. Banyak cewek-cewek cantik yang berdiri sambil menggoda. Adit masuk, dan gua memutuskan untuk tunggu di luar. Sesekali dia nanya ke gua,
“ yakin loe gak mau coba? Gua bayarin deh!”
“ ogah, gua masih tahan iman, loe aja sana! Jangan pakai lama! Entar kalau digrebek polisi, disangka gua lagi yang mau!”
“ iya-iya, anteng aja loe disana.. “
Dengan wajah cemburut dan tatapan beberapa perempuan gua seperti orang bego yang nunggu diluar sambil megangan helm gua. Adit uda memilih cewek yang harus jadi teman dia malam itu. Gua menunggu di luar dan tiba-tiba salah satu cewek di dalam rumah itu keluar sambil menghisap rokok. Dia ngeliat gua, lalu menawarkan rokok kepada gua.
“ Enggak makasih,  gua gak ngerokok “ kata gua menolak dengna harus.
“ Hah, jaman gini masih ada yang gak ngerokok.. aneh..” Tanya cewek itu dan gua hanya senyum-senyum.
Dia duduk disebelah gua, menatap mata gua dengan tajam sambil sesekali membuang asap rokok ke langit-langit atap.
“ Kok nunggu disini, ga ikutan aja sama temen kamu!”
“ Enggak , biarian aja si adit yang pengen,.. Cuma nemenin aja”
“ uda, loe sama gua aja mau? “
Gua memandang cewek disamping gua, sejujurnya dia cewek yang cantik, putih dan idaman gua. Tapi ketika dia menawarkan dirinya ke gua, tiba-tiba gua jadi ilfell. Kenapa cewek secantik ini harus menjadi seorang pelacur, dunia ini memang gak adil.
“ enggak mbak ,makasih”
“ uda maulah, gua kasih diskon.. “ tawar dia lagi.
“ beneran mbak, saya gak mau..” tolak gua dengan halus.
“ apes deh gua, daritadi gak ada yang mau ama gua..”
“ loh mbak kan cantik, kok ga ada yang mau..!”
“ ya nasib lah, namanya juga jualan, kadang laku, kadang kagak, malah gua lagi ada masalah lagi,,.”
Entah mengapa gua jadi merasa ingin tau masalah dia.
“ masalah apa mbak?” Tanya gua
“ umur loe berapa?” Tanya dia ke gua
“ masuk 17 tahun ini,., “
“ yailah, masih brondong, masih belum tau namanya dunia dewasa..” ledek dia.
“ kata siapa.. setiap orang punya masalah, gak mandang gede atau kecil umurnya..”
Dia melihat gua, mungkin dia merasa gua pinter merangkai kata-kata.
“kayanya loe bukan cowok brengsek ya.. beda sama cowok-cowok yang suka kesini Cuma pengen cari cewek buat kesenangan sesaat’
Gua tersenyum manyum dipuji dia.
“ Hehe, ga semua cowok brengsek kok mbak..
“ mungkin aja…  hm.. gua lagi butuh duit..” kata dia tiba-tiba.
Dalam hati gua, mungkin ini masalah klasik. Kalau ga butuh duit, buat apa dia kerja sebagai pelacur.
“ Maaf kalau boleh tau, duit buat apa ya?”
“ nasib jadi orang miskin, selalu kena masalah, nyokap gua tiba-tiba ada benjolan di perut, kemarin sempat dibawah ke puskemas, kata dokter sih tumor ringan.  Mesti cepat-cepat di operasi kata dokter, tapi ya tau sendiri Negara kita, apa-apa butuh duit. Ujung-ujungnya duit buat operasi. Makanya gua lagi sial, semingguan ini jarang dapat pelanggan. Apes..”
Entah mengapa, gua merasa, ada kejujuran dari apa yang cewek ini ngomongin. Dia gak seperti lagi sandiwara.
“ namanya mbak siapa?”
“ panggil gua Eva aja! Loe?”
“ Gua, Rasya.. “
Tiba-tiba kita terdiam, melihat wajahnya yang tampak sedih sehabis cerita kehidupan dia, gua merasa iba dan menawarkan dia setulus hati.
“ kalau eva emang butuh duit, gua ada, tapi gak banyak, kali-kali aja bisa bantuin nutupin kekurangan.”
Dia ngeliat gua.
“ loe kan masih 17tahun, mau dapat duit dari mana 1,5 juta kekurangang gue..”
“ oo, jadi kurangnya 1,5juta. Tenang aja Va, gua ada kok kalau segitu, tapi kalau sekarang.. gua ga bawa duitnya.. kalau besok gimana?”
Dia tertawa kecil.
“ gua sih uda biasa digombalin sama pelanggan. Tapi kalau digombalin berondong sih baru kali ini..” ledek dia.
“ sumpah gua ga bohong, gini aja, nomor hendphone loe berapa? Nanti besok gua telepon dan kasih duitnya, tapi jangan disini ya.. soalnya gua ga nyaman..”
“ terserah mau dimana, neh nomor gue..” kata dia sambil ngasih kertas dengan angka nomor telepon dia.
" inget loe, gua ini bukan orang baik. "
" gua juga bukan orang baik. tapi juga bukan orang jahat, gua dan loe hanya terlahir di dunia yang keduanya gak bisa kita hindari.."
Tiba-tiba adit selesai, dan dia langsung menuju gua. Sebelum adit ngajak gua pergi, gua pamitan sama eva. Dia tersenyum. Dari wajahnya gua tau, dia pasti berharap banget apa yang gua katakan ke dia itu benar. Walau sebenarnya gua sendiri ga punya duit sebanyak yang dia mau.  Duit yang gua punya Cuma ada 900 ribu dan masih kurang 600 ribu buat ngasih ke eva. Akhirnya gua mesti nunggu seminggu hingga terkumpul 1,5 juta. Bermodalkan duit yang sesungguhnya hasil uang jajan gua. Akhirnya gua nelepon dia.  Sebelum memastikan apa eva benar-benar sungguh-sungguh atau bohong, gua sempet survey ke psk sekitar tempat kerja eva dan hasilnya positif dia ga bohong makanya gua usahain duit terkumpul cepat.
Eva terkejut ketika gua nelepon dia, gua meminta janjian ketemu sama dia di kafe yang telah gua tentukan. Seumur-umur dalam hidup gua, baru kali ini gua beramal cukup besar untuk orang lain. Gua masukan duit itu dalam tas gua. Mungkin bonyok gua akan marah besar kalau tau duit jajan gua habis untuk dia. Tapi gua cukup beruntung terlahir dari keluarga yang mampu, jadi gua yakin. Bonyok gak akan tega biarin gua hidup tanpa duit sedikitpun andai gua bilang, gua butuh duit.
***
Eva muncul dengan pakaian yang lebih tertutup kebanding pertama kali gua lihat. Kita makan dan sesekali gua jelaskan kenapa gua baru hubungi dia dengan alasan sibuk ujian, padahal sesungguhya sibuk nabung untuk bantu dia. Eva mungkin gak pernah kepikiran kalau gua ngajak dia ketemu untuk bantu keuangan dia, dia lebih berpikir kalau gua ini ketemu dia sebagai seseorang yang membutuhkan dia seperti laki-laki lainnya.
Kita sempat jalan-jalan sebentar sampai akhirnya motor gua membawa dia ke pantai. Kebetulan mal di kota gua selalu dekat dengan pantai. Gua duduk disamping dia. Dia langsung menyodorkan pertanyaan.
“ sebenarnya , loe manggil gua untuk make gua? Atau temenin loe jalan sih?”
“ coba tebak?” Tanya gua.
“ dua-duanya juga ga masalah, gua uda lama gak jalan sama cowok. Terakhir pacaran juga apes. Dari sekian cowok yang nembak gua, Cuma dia yang gua terima. Ujung-ujungnya cowok emang brengsek. Cuma mau tidur sama gue.. makanya sejak sekarang gua mati rasa sama yang namanya cinta.. !”
“ loh kayaknya loe dendam banget ya sama cowok. Maaf loh kalau lancang, Cuma ngerasa gitu”
“ ngapain minta maaf, emang nasib gua kok. Terlahir sebagai cewek hina, miskin, keluarga berantakan. Lonte..” tiba-tiba eva nangis dengan kalimat terakhir itu.
“ loe nangis..” Tanya gua jadi ikut sedih.
“ lonte.. gua uda sering denger kalimat itu dari mulut orang lain buat gua, rasanya nyakitin banget.  Asal loe tau , kalau aja dunia ini lebih indah dari yang gua mau. Gua juga gak mau jadi lonte..  siapa sih di dunia ini yang mau jadi pelacur, lonte. Ini karena terpaksa. Masih ada adik sama keluarga yang butuh gua untuk bertahan hidup..”
“ eva.. jangan nangis dong. Tujuan gua kesini, Cuma pengen ngasih ini..” kata gua sambil ngasih duit ke dia.
“ gua emang masih berondong seperti yang loe bilang, tapi gua juga punya hati. Walau hidup gua cukup, tapi gua mengerti perasaan loe.. mungkin Tuhan Cuma lagi kasih ujian buat hidup loe. Kalau pun itu berat saat ini, gua harap bantuan dari gua, bisa bantu meringankan beban loe..”
“ loe.. kenapa sih mau bantu gua.. kan gua ini bukan siapa-siapa loe, bukan temen loe.  Bahkan bukan orang yang pantes kenal sama loe..” kata dia sambil menangis.
“ gua juga gak tau. Yang jelas, kita uda ditakdirkan buat jadi orang yang mengenal.. gua senang kok kenal sama loe. Sekarang pakai duit ini buat operasi nyokap loe ya,. Biar cepat sembuh dan loe bisa kerja yang lain.. bukan seperti sekarang..”
Dia terdiam sambil merenung.
“ kalau pun gua gak kerja kayak gini, gua juga uda pasti gak ada yang mau. Palingan laki-laki berengsek yang mau sama gua..”
“ kata siapa gak ada yang mau..”
“ ya kata gua lah.. mana ada sih yang mau sama bekas pelacur!! Bekas lonte…”
“ gua mau..”
Eva terdiam mendengar kalimat gua.
“ umur loe masih muda, belum tau yang namanya cinta.  Ya sudah, terima kasih buat bantuan loe. Kelak kalau gua ada duit. Gua akan balikin duit ini.. sekali lagi, terimakasih”
“ sama-sama eva..”
Selang beberapa hari, eva sempat sms dan memberi kabar ke gua kalau nyokapnya sukses dengan operasi dia. Kita jadi rutin saling sms dan telepon hingga akhirnya dia ngundang gua ke rumah dia untuk bertemu nyokap dia. Gua menerima tawaran dia sekaligus ingin tau apakah benar kalau nyokap dia habis dioperasi. Ketika gua sampai kerumah, nyokapnya berlinang air mata ngucapin terima kasih, gua bersyukur ternyata eva jujur apa adanya. Dan yang paling gua senang, dia bilang ke gua, kalau dia lagi cari kerjaan buat hidup sebagai orang bersih.
Saat itu, tanpa sepengetahuan eva. Bokap tirinya tiba-tiba minjem duit ke gua, dia bilang buat bayar utang. Karena gua gak enak nolak, akhirnya gua kasih duit ke bokapnya tanpa sepentahuan eva. Gua juga sering bantuin ngaterin eva untuk cari kerjaan yang baik. Sampai akhinya dia dapat kerjaan sementara. Selama ini, keluarga dia gak tau kalau eva kerja sebagai pelacur, eva berusaha nutupi dan akhirnya lembaran gelap itu terkubur dengan sendirinya.
Tanpa kita sadari, gua dan eva samakin dekat. Setelah pendekatan itu, akhirnya kita menjadi sepasang kekasih. Mungkin cinta itu memang buta ya, baru kali ini gua merasakan cinta yang begitu dalam dari seorang perempuan di usia gua yang masih muda. Ketika dulu gua punya cinta monyet. Gua gak pernah ngerasa sebahagia ini selain bersama eva.  Walaupun dia punya masa lalu kelam, cinta berhasil membuat gua menghapus semua pandangan buruk itu. Seminggu setelah jadian, dengang uang jajan yang gua kumpulin, gua membeli cincin yang sama untuk kita pakai sebagai lambang cinta. Buat eva mungkin ini aneh, tapi dia sadar, gua masih berondong dan pasti gaya pacarannya juga kayak sinetron di tv jadi dia maklumin.
Tapi sepanjang waktu kami pacaran, gua merasa eva semakin hari semakin kurus dan tubuhnya jadi lemes gitu, ketika gua Tanya ke dia, dia Cuma bilang kalau dia mungkin kecapean. Tapi sebenarnya ada hal yang gua takutkan dengan kondisi dia. Gua masih ingat, untuk memastikan kalau eva ga bohong pas bilang butuh duit, gua sempat kembali ke tempat pelacuran dia kerja, dan iseng-iseng gua ngobrol sama cewek disana tentang dia.
“ loe siapanya eva?”
“ temen aja mbak, kalau boleh tau, dia kan cantik, kok bisa ga ada pelanggan sih?”
“ nasib mas, eva kena penyakit sifilis( penyakit kelamin). Kayaknya banyak pelanggan yang uda tau dia itu kena penyakit gituan, makanya ga ada yang mau sama dia! Disini kan pesaingan ketat, ada yang bocorin gitu, makanya kasihan dia..”
“ kenapa ga berobat aja dia..?”
“ maunya sih gitu! Tapi nyokapnya kan sakit, jadi dia mati-matian cari duit buat nyokap dia dulu, baru nanti mikirin sembuhin penyakit dia.. “
“ kasihan ya..”
“ iya mas, susah hidup sekarang. Saya yang dulu anterin dia ke dokter aja jadi sedih kalau bayangin hidup dia..”
Dari apa yang teman dia bilang, gua jadi yakin kalau eva jadi kurus ini pasti karena penyakit dia dulu. Walau dia ga pernah mau cerita ke gua, mungkin karena dia takut. Kalau dia penyakitan maka gua akan ninggalin dia. Padahal gua gak pernah peduli dengan sakitnya dia. Sakit eva makin buruk sampai akhirnya dia ga kerja. Gua akhirnya nyamperin ke rumah, dan dia ga bisa bangun karena tiba-tiba tubuhnya jadi kayak lumpuh gitu.
Saat itu juga gua putuskan untuk bawa dia ke rumah sakit, dia sempat menolak.
“ Rasya, rumah sakit itu mahal, orang miskin kayak gua kalau sakit itu ga ada keadilan, jadi biarin aja gua minum obat biasa, nanti juga sembuh”
“ loe itu uda gak bisa bangun. Gak usah pikirin duit. Gua ada tabungan, yang penting sekarang kita ke rumah sakit.”
Dengan penuh kesedihan, akhirnya eva gak bisa nolak kemauan gua. Gua menggendong dia sampai ke rumah sakit, dia dirawat dan dokter mengatakan ke gua dengan berat hati kalau eva sudah kenapa sifilis akut dan seluruh tubuhnya uda terkontiminasi sama sel-sel neurosifilis yang kemungkinan sembuhnya kecil. Dengan penuh air mata gua memohon kepada dokter untuk sembuhin dia. Gua dan nyokap serta adiknya saling bergantian jaga dia. Saat itu lagi ujian akhir kelulusan sekolah, gua harus bertahan dalam dua hal. Konsetrasi ke ujian dan konsetrasi ke eva.
Mungkin kedua cobaan itu berat tapi akhirnya gua berhasil mengerjakan semua ujian yang datang silih berganti bersamaan dengan waktu gua menjaga eva. Eva semakin kritis. Dia gak banyak bicara lagi seperti sebelumnya. Sepertinya dia tau, hidup dia tidak akan lama lagi.  Dia nyerahin sebuah diary ke gua. Dimana disana dia bilang hanya boleh dibaca setelah tiba saatnya nanti.
“ jangan dibuka ya sampai nanti kalau gua uda ga bisa bangun lagi..”
“ kok loe ngomong gitu..”
“ Sya, mungkin.. selama ini gua gak pernah jujur tentang panyakit gua, tapi gua Cuma ga mau kalau loe tau gua punya penyakit ini, loe ninggalin gua. Ternyata gua salah, loe benar-benar hadiah paling indah dalam hidup ini yang dikasih Tuhan buat gua. Gua pikir.. Tuhan gak akan pernah ngasih kebahagiaan buat gua karena memang gua ga pantes. Ternyata gua salah, Tuhan itu adil. Dan keadilan itu dia tunjukkan lewat loe..”
“ jangan ngomong gitu eva.. gua yang harusnya bersyukur punya pacar seperti loe dalam hidup gua, loe benar-benar anugrah..loe harus kuat ya, kita sama-sama berjuang untuk kebahagiaan kita..”
Eva hanya menangis mendengar gua bicara begitu. Gua pun menangis. Entah mengapa, gua seperti merasa ini adalah ujung dari akhir kisah kami.
“ sya, gua mau minta tolong satu hal lagi sama loe. .boleh?”
“ ngomong aja eva, kita kan pacaran, terbuka aja..”
“ gua gak punya apa-apa untuk ngasih loe sebagai balasan atas kebaikan loe, tapi gua Cuma punya ini.. bisa loe ambil kalung ini dari leher gua, soalnya.. tangan gua uda gak bisa bergerak lagi..”
“ kenapa bicara begitu.?”
“plz.. ambill” dengan berat hati gua melepas kalung itu dan mengambilnya.
“ disimpan ya.. sama buku harian yang gua tulis itu..”
“ iya eva.. tadi kamu bilang mau minta tolong, kenapa gak dilanjutkan?”
“ kalau gua mati, tolong jangan kubur gua di sini, gua mau dikubur di tanah kelahiran gua.. bisa..”
Mendengar kalimat itu dari mulut dia. Hati gua hancur. Gua gak tau harus bagaiman mengungkapkan kata-kata yang pantas untuk membuat gua bangkit dan percaya kalau dia akan sembuh. Gua hanya bisa menangis dan mengiyakan permintaan dia. Karena ada ujian lagi di besok. Gua pamitan sama dia. Gua mencium kening dia dan dengan berat hati saat itulah gua merasa ini terakhir kalianya gua akan melihat dia.
Dengan penuh tangis, gua pulang dan berharap Tuhan sekali lagi memberikan keadilan untuk hidup dia. Besoknya gua ujian terakhir dan ketika gua ingin jenguk dia, gua melihat sudah banyak orang di kamar dia di rawat. Semua menangis dan disitulah gua tau, eva telah pergi untuk selamanya. Gua hanya bisa tertunduk lesuh dan menangis dalam hati. Berat rasanya harus melepas kebahagiaan sesaat yang ada dalam hidup gua. Permintaan terakhirnya untuk di makamkan di tanah kelahirannya gua lakukan sebagai tanda cinta terindah dalam hidup gua untuk dia.
Kini, gua menyadari bahwa. Hidup itu sesungguhnya tidak pernah memihak kepada siapapun di dunia ini. tapi hidup itu membuat kita hanya bisa memihak kepada satu hal, bertahan untuk hidup dengan segala cara apapun. Eva mungkin telah berjuang hidup dengan ketidakberpihakan hidup tapi ia berhasil membuktikan kepada gua kalau disaat akhir hidupnya, dia benar-benar merasakan keadilan hidup sesungguhnya. Dengan cinta dan kasih sayang murni tanpa air mata penderitaan. dia mampu mengubah dirinya yang dulu adalah makluk hina menjadi seorang bidadari , walaupun itu hanya di hati gua, tapi gua percaya kelak semua orang akan setuju dengan apa yang gua bilang kalau dia adalah bidadari terakhir yang hidup di dunia ini
Saat hanya bisa mengenangnya , hanya buku harian ini yang tersimpan dan membuat hati gua merasa mungkin jalan terbaik dalam hidup kita adalah seperti saat ini. 30-april 2010, itulah hari paling memilukan dalamn hidup gua dimana saat itulah gua memiliki kesempatan untuk membaca
tulisan terakhir eva untuk gua..


 To : My Lovely ..... 

Dear,makasih kamu udah mau jadi pendamping akuselama ini...makasih juga udah mau jadi malaikatpenyelamat untuk ibu aku...Andaikan kamu tau aku punya penyakit gini,aku yakin kamu pasti kecewa trus tinggalinaku,yakin banget   makanya aku ngerahasiainini semua...maaf ya?Dear,Kamu Laki-laki paling baik yang pernah aku temuin,kamu mau terima aku apa adanya..Aku perempuan kotor,miskin,keluarga semrawut,tapi kamu tetep mau deket ma aku  Dear,andaikan aku udah gak hidup lagi di duniaini,kamu jangan sedih ya ? masih banyak perempuanyang lebih baik dari aku..kamu orang baik,haruspunya pendamping yang baik juga :')Inget,jangan lagi datang-datang ke tempat kotorgitu.setebal apapun iman kamu,pasti bisaruntuh ama yang namanya perempuan.Dear,walau dunia kita udah beda,aku tetep ada dihati kamu kan?janji?aku akan slalu disampingkamu,aku akan jaga kamu.......Maaf andaislama ini aku&keluarga udah nyusahin kamu :*Goodbye.......  

Semoga kamu bahagia disana eva, aku selalu ada untuk kamu walau kita telah berbeda dalam dunia ini. dan percayalah loe adalah bidadari terakhir dalam hidup gua,

tamat
TULISAN DAN KALUNG SERTA CINCIN KENANGAN CINTA EVA DAN RASYA

UNTUK KEPENTINGAN NARASUMBER DAN HAK PRIVACY MAKA NAMA SUMBER DIRAHASIAKAN,

SEMOGA KISAH INI MEMEBERIKAN PELAJARAN UNTUK KITA UNTUK LEBIH MENGHARGAI SETIAP KEHIDUPAN

LOVE IS CURE


Selama dua dekade, pada abad ini, beberapa bayi (dalam jumlah yang besar) di bawah umur 1 tahun harus menghabiskan waktu mereka berada di rumah sakit dan beberapa institusi anak-anak dan beberapa dari mereka meninggal dengan alasan yang tidak jelas. Di beberapa institusi, adalah hal yang biasa kasus-kasus bayi dengan kondisi yang sangat serius dalam catatan administrasi mereka dituliskan kata “tidak ada harapan”.

Di antara beberapa dokter yang sehari-harinya sering dihadapkan dengan angka kematian bayi yang tinggi adalah Dr. Fritz Talbot dari sebuah klinik anak-anak di Dusseldorf. Dr. Talbot memiliki kesuksesan yang luar biasa dalam menangani anak-anak yang sakit. Selama bertahun-tahun, dia selalu diikuti oleh kelompok dokter rumah sakit yang ingin mencari cara baru untuk menangani penyakit anak-anak.

Salah satu diantara dokter tersebut adalah Dr. Joseph Brennermann, yang menceritakan kisah ini.

“Seringkali kami mendatangi seorang anak yang telah dinyatakan tak dapat tertolong lagi. Dan dengan beberapa alasan anak ini dinyatakan tak memiliki harapan. Dan ketika hal ini terjadi, Dr. Talbot akan mengambil tabel catatan kesehatan anak itu dan menuliskan beberapa resep obat yang tak dapat ditemukan. Dan dalam kebanyakan kasus, formula ajaib tersebut berkhasiat dan si anak berangsur membaik. Kecurigaanku timbul dan aku berpikir apakah mungkin dokter yang terkenal ini telah mengembangkan jenis obat baru yang mujarab?”

“Suatu hari, aku kembali ke bangsal anak-anak itu dan mencoba untuk menterjemahkan catatan resep Dr. Talbot. Tapi aku tak beruntung, dan lalu aku mendatangi kepala perawat dan menanyai apa resep obat yang diberikan Dr. Talbot tersebut.”

“’Anna.’ jawabnya. Lalu ia kemudian menunjuk seorang nenek perempuan yang sedang duduk di sebuah ayunan yang besar dengan seorang bayi di pangkuannya. Perawat tersebut kemudian melanjutkan: ‘Kapanpun disaat kami mendapatkan seorang bayi yang padanya telah kami lakukan segala cara untuk menyembuhkannya namun gagal, kami membawa bayi tersebut kepada Anna. Dia lebih berhasil dibandingkan semua dokter dan perawat di institusi ini.’”

Renungan:
Obat yang paling mujarab adalah cinta.
Cinta dapat menyembuhkan. Cinta adalah doa, doa dari mereka yang mencintai dan menyayangi kita.
Dan dengan dicintai akan memberi kita kekuatan terbesar.
Cinta itu pelajaran. Cinta adalah hikmah, adalah kebenaran. Mencintai orang lain adalah pelajaran berharga. Mencintai hidup adalah pelajaran terpenting. Kita akan hidup lebih baik.

Inspirational Quote:
‘Love cures people, the ones who receive love and the ones who give it, too.’ - (Karl Menninger)

Cerita Sedih Penuh Air Mata Tentang Kakak


Kisah Sedih Perjuangan seorang Kakak - Kenalkan Saya Mela seorang gadis kecil yang lahir di desa terpencil, pekerjaan setiap hari orang tuaku adalah dengan membajak sawah. Aku juga mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Ikhsan, dia seorang kakak yang berumur beda 3 tahun dariku. Ini kisah dan cerita tentang kakakku yang mungkin sedih dan mengharukan buat Aku.

Suatu hari Aku ingin membeli sepatu, karena sepatu yang lama sudah terlihat sobek. Jadi pada saat itu Aku mencuri uang di laci ayahku. Namun ternyata ayahku terlanjur mengetahuinya. Ayah pun menanyakan hal tersebut padaku juga kakak ikhsan "Siapa yang mencuri uang Ayah?" suara Ayah yang keras dan penuh emosi. Namun Aku terdiam dan takut untuk berbicara, karena tak satu pun dari kami berdua mau berbicara akhirnya ayah berkata "Baik! karena kalian tidak ada yang mau mengaku maka kalian berdua harus dihukum!" Tiba-tiba Kakak menggenggam tangan ayah dan berkata "Ayah, Akulah yang telah mencuri uang ayah" Dia melakukan hal itu hanya demi Aku. Ditengah malam Aku menangis, namun kakakku mengusap air mataku dan berkata "Adik jangan menangis lagi, semua telah terjadi" Saat itulah Aku tidak akan melupakan ekspresi kakak saat melindungi Aku. Tahun itu Aku berusia 8 tahun dan kakakku berusia 11 tahun, tetapi kejadian itu tak bisa aku lupa.

Ketika Aku diterima di sekolah Menengah Atas Negeri, pada saat yang sama kakakku diterima juga untuk masuk di universitas negeri ternama. Malam itu saat ayah duduk di halaman rumah, Aku mendengar pembicaraan ayah dan Ibu "Ibu Anak-anak kita memiliki hasil yang sangat baik" ucap ayah. Dan pada saat itu Ibu langsung mengeluarkan air mata dan berkata "Tapi apa gunanya, tak mungkin kita bisa membiayai keduanya?" Suara ibu dengan serak tangis. Pada saat itu juga kakakku berjalan keluar dan berdiri didepan Ayah dan ibu sambil berkata "Ayah, Aku tidak akan melanjutkan sekolah lagi, Aku sudah lulus SMA, dan Aku hanya ingin bekerja". Tapi sepertinya Ayah terlihat marah dan berkata "Mengapa kamu mempunyai sikap lemah, Ayah akan membiayai kalian berdua meski harus mengemis di jalanan" dan kemudian Ayah langsung pergi untuk meminjam uang ke rumah saudara dan tetangga. lalu Aku pun datang dan menyentuh lembut wajah kakakku dan aku berkata padanya "Anak laki-laki harus melanjutkan sekolahnya. jika tidak, kakak tidak akan mampu mengatasi kemiskinan yang kita alami" Ujar Aku dengan tangis. Di sisi lain, Aku telah memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah di SMA Negeri.

Tak ada yang tahu pada hari berikutnya sebelum subuh, kakakku meninggalkan rumah dengan meninggalkan catatan di bantal "Dik, masuk ke SMA negeri tidaklah mudah. Dengan ijazah SMA ini kakak akan pergi mencari kerja dan kakak akan mengirimkan uang untuk kamu" Aku pun memegang erat kertas tersebut diatas tempat tidurku sambil menangis hingga tertidur.

Dengan uang yang diperoleh ayah dengan cara meminjam ke saudara dan tetangga juga dari uang kakakku yang dihasilkan dari bekerja sebagai pengangkut semen. Akhirnya Aku lulus dan bisa masuk ke Universitas Negeri yang dulu kakakku inginkan. Tahun itu Aku berusia 19 tahun dan kakakku berusia 22 tahun.

Suatu hari Aku sedang belajar di kamar kost, lalu temanku datang dan memberitahukan "ada seorang seperti pengemis sedang mencari kamu diluar sana" Mengapa ada seorang pengemis mencari Aku? karena penasaran Aku pun keluar, dan nampak dari jauh terlihat seseorang yang disekujur tubuhya ditutupi semen dan kotoran debu yang ternyata dia adalah kakakku. "Aku pun bertanya Mengapa kamu tidak bilang pada temanku bahwa kamu adalah kakakku?" Dia menjawab sambil tersenyum "lihat bagaimana penampilanku, apa yang akan mereka pikir kalau kamu adalah adikku? apakah mereka tidak menertawakanmu?"

Aku merasa sangat tersentuh , dan air mata memenuhi mataku . Aku menyapu kotoran dan debu dari tubuh kakakku. Dan Aku berkata padanya dengan suara serak , " Aku tidak peduli apa yang orang akan katakan ! Kamu adalah kakakku apa pun penampilan kamu"Dari Tasnya , ia mengeluarkan sebuah laptop . Dia memberikannya padaku dan berkata , "kakak  melihat semua orang yang kuliah di Universitas ini memakainya . Aku pikir kamu juga harus memiliki satu" Aku tidak bisa menahan diriku lagi . Aku menarik kakakku ke dalam pelukanku dan menangis . Aku tahu harga laptop itu sangat mahal, dan ia rela menghemat biaya hidupnya hanya untuk Aku. Tahun itu , aku berusia 20 tahun , kakakku berusia 23 tahun.

***

Setelah Aku menikah, Aku tinggal di kota. suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak mau. Mereka mengatakan bila mereka meninggalkan desa, mereka tidak akan tahu apa yang harus dilakukan dikota. kakakku tidak setuju denganku. Dia berkata , "Dik, Kamu mengurus suami dan mertuamu saja. Aku akan mengurus Ibu dan Ayah di sini"


Suamiku baru saja diangkat menjadi direktur diperusahaannya. Kami meminta kakakku untuk mau menerima tawaran menjadi manajer pada departemen pemeliharaan. Tapi kakak menolak tawaran itu . Dia bersikeras bekerja sebagai tukang pengangkut semen.Suatu hari , kakakku tertimpa tumpukkan semen sangat banyak, lukanya cukup parah sehingga harus dikirim ke rumah sakit . Suamiku dan Aku mengunjungi dia di rumah sakit . Melihat luka di sekujur tubuhnya, Aku menggerutu , "Kenapa kamu menolak tawaran menjadi manajer? Manajer tidak akan melakukan sesuatu yang berat seperti itu . Sekarang lihat diri kamu, kamu  menderita cedera serius . Kenapa kamu tidak mendengarkan kami!? "Dengan ekspresi serius di wajahnya , ia membela keputusannya , " Aku memikirkan Adik iparku, ia baru saja di angkat jadi direktur . Kalau saya, yang tidak berpendidikan akan menjadi manajer , berita seperti apa yang akan dikirimkan?" Mata suamiku pun dipenuhi air mata, dan kemudian Aku berkata , "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku! " Dan kakakku hanya menjawab "Mengapa Kamu berbicara tentang masa lalu ? " Sambil kemudian dia memegang tanganku. Tahun itu , ia berusia 29 tahun dan Aku berusia 26 tahun. Dan beberapa hari dirumah sakit akhirnya kakakku meninggal. selama sebulan, hampir setiap hari aku menangisinya.

Kini Aku berada di puncak kejayaanku. Dalam sebuah acara seminar, pembawa acara bertanya padaku " Siapakah orang yang Anda hormati dan kasihi ?"Bahkan tanpa mengambil waktu untuk berpikir , Aku menjawab, "Kakakku" Aku melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang selalu kuingat . " Ketika saya masih di sekolah dasar, sekolah itu letaknya di sebuah desa yang berbeda. Setiap hari , saya dan kakak saya berjalan selama 2 jam ke sekolah juga kembali ke rumah. Suatu hari , Saya kehilangan satu dari sepatuku . Kakakku memberiku sepatu miliknya. Dia hanya mengenakan satu sepatu milikku dan dia harus berjalan jauh . Ketika kami tiba di rumah, kakinya begitu gemetaran karena menahan kesakitan. Sejak hari itu , aku bersumpah bahwa selama saya hidup, saya akan ingat kakakku dan akan selalu baik kepadanya, dialah yang telah menjadikanku sukses seperti ini. Tapi kini, kakakku telah tiada" Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu mengalihkan perhatian mereka kepadaku. Aku merasa sulit untuk berbicara tapi aku lanjutkan, "Dalam seluruh hidup saya , yang saya ingin hanya mengucapkan terima kasih yang paling dalam untuk kakak Saya" dengan suara serak di depan kerumunan, tak terasa air mata bergulir di wajahku lagi. 

Berilah Cinta bagi orang yang anda cintai setiap hari dalam hidup Anda . Anda mungkin berpikir apa yang Anda lakukan hanyalah perbuatan kecil , tetapi untuk seseorang , hal ini dapat berarti banyak. 

Cinta Akan Datang Untuk Kalian


Kisah Nyata Cinta yang menyedihkan

Aku masih duduk di bangku kuliah semester 3, Aku menemukan seorang wanita yang telah menarik perhatianku. Wanita amat riang dan selalu penuh dengan senyum, semua yang ada pada dirinya membuat Aku jadi penasaran dan tanpa pikir panjang ,Aku langsung mencari tahu tentang dirinya dari temannya.

Seiring waktu berjalan setelah perkenalan itu ,kini Aku semakin dekat dengannya, selalu bercerita dan jalan bersama, dan Aku mulai berpikir bahwa dia lah orang yang tepat untuk menemani hidupku yang sepi. Pernah Aku ingat kejadian yang tak akan Aku lupa, saat pada suatu malam Ia mengajakku menonton konser, kami melihat ada sepasang remaja yang sedang pacaran lalu dia berbicara suatu hal padaku "Seandainya saja Aku bisa punya pacar, pasti seneng banget hati ini" Namun aku hanya bisa menjawab dengan dingin "Iya seneng" Aku tidak tahu kalau dia sedang memancingku.

Setelah pulang nonton konser tiba-tiba dia memintaku, kalau dia ingin menyentuh rambut anak punk yang sedang nongkrong di pinggir jalan. aku menolak, namun dia tetap saja merengek meminta untuk menyentuh rambut anak punk itu. Aku pun memberanikan diri dengan wajah penuh pucat dan rasa takut, Aku menghampiri gerombolan anak punk itu untuk meminta izin menyentuh rambut salah satu dari mereka, tapi Aku bersyukur karena mereka semua tidak ada yang marah. Aku pun juga sering melakukan hal konyol seperti, taruhan bola dan yang kalah akan terkena hukuman dengan cara mengamen di pinggir-pinggir jalan.

Petaka itu datang

Semakin hari kami semakin dekat walau tak pernah ada ikatan. Hingga akhirnya sebuah malapetaka menghancurkan hubungan kami. Dia berbicara "Aku akan di lamar orang, kamu gimana" dengan penuh isak tangis dia memberitahuku. Aku tak sanggup mendengar kalau dia telah ada yang melamar, dan Aku pun tidak bisa berbuat apa-apa karena aku masih bingung dengan masa depanku yang belum jelas bahkan pekerjaan pun Aku tak punya.

Setelah Aku tahu bahwa dia benar-benar ada yang ingin melamar. aku mulai menjaga jarak, namun dia masih tetap saja menghubungiku melalui telpon atau SMS namun semuanya tak pernah Aku tanggapi, disini Aku bingung menentukan sikapku. Namun pada akhirnya suara telpon rumahku berbunyi, tanpa rasa curiga aku pun mengangkat telpon itu. Setelah aku mendengar suara dari telepon itu aku tahu bahwa itu adalah suara Nisa. belum Aku bicara di telpon, dia sudah mulai berbicara "hari minggu tanggal 23 Aku akan menikah" Suara Nisa terdengar dengan penuh isak tangis. Aku tak kuat mendengarnya dan langsung menutup telpon, namun tak terasa Aku mengeluarkan air mata. Seminggu aku seperti kehilangan gairah hidup dan Aku mulai jatuh sakit, beberapa hari aku terbaring sakit, teman-temanku hadir untuk menjenguk sambil membawa surat undangan dari Nisa.

Akhirnya Aku berniat untuk hadir di pernikahan Nisa. Setelah tiba di pernikahan, teman-temanku langsung mengerjai aku dengan cara menurunkan Nisa dari pelaminan dan menyandingkannya denganku. Salah satu temanku berbicara "Kenapa kejadiannya bisa seperti ini?" Namun semuanya hanya terdiam. Tiba-tiba Nisa mulai berbicara "Dia tidak mempunyai keberanian untuk memperjuangkan Aku" di barengi dengan air mata Nisa yang mulai jatuh. aku tak bisa berbicara, aku menyesal telah melewatkan dia begitu saja. Aku mencoba untuk menahan air mataku yang hampir jatuh, tapi usahaku sia-sia, Aku pun berlari ke kamar kecil untuk meluapkan tangisanku. Dan di kamar kecil itu Aku menulis "Cinta akan hadir karena terbiasa, seperti kita dulu. begitu juga kamu dan suamimu. Cinta akan datang untuk kalian"

Setelah beberapa bulan Aku sudah mulai terbiasa tanpa kehadiran Nisa. Hingga suatu hari tiba yang membuat Aku menangis lagi. Handphoneku berbunyi, ada sms yang masuk dari nomor tanpa nama. Setelah Aku buka isi Sms nya "Cuma boneka ini yang pernah kamu kasih untuk aku, sampai saat ini kalau aku kangen kamu, hanya boneka ini yang bisa aku pandangi"

Membaca SMS dari Nisa tiba -tiba Aku mengeluarkan air mata. Aku baru sadar kalau cinta Nisa terhadapku sangat dalam. Aku menyesal telah mengabaikannya dan tak pernah memperjuangkan cintaku padanya. Oh andai waktu kembali.

Perbedaan dari rasa Cinta,Suka, dan Sayang


Dihadapan orang yang kita cintai,musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah

Dihadapan orang yang kita sukai,musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit

Dihadapan orang yang kita cintai,jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat

Dihadapan orang yang kita sukai,kita hanya merasa senang dan gembira sajaApabila engkau melihat kepada mata orang yang kita cintai, matamu berkaca-kaca

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kita sukai, engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kita cintai,kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam

Dihadapan orang yang kita sukai,kata kata hanya keluar dari pikiran saja

Jika orang yang kita cintai menangis,engkaupun akan ikut menangis disisinya

Jika orang yang kita sukai menangis,engkau hanya menghibur saja

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga Jadi jika kita mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga.

Tapi apabila kita mencoba menutup matamu dari orang yang kita cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta... ada perasaan yang lebih mendalam. Yaitu rasa sayang.... rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.Perasaan yang dapat membuat mu berkorban untuk orang yang kita sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.

Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia.. walaupun harus kehilangan. Tandanya kamu sedang jatuh cinta....

Ketika kamu sdg bersama dia, kau berlagak mengacuhkannya. Tapi ketika dia tidak ada, kamu berusaha mencarinya. Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta.

Walaupun ada orang lain yg selalu membuatmu tertawa, mata dan perhatianmu hanya tertuju pada si dia. Maka, kamu sedang jatuh cinta.

Walaupun seharusnya dia sudah meneleponmu untuk memberitahu kabarnya, tapi teleponmu tak berdering. Dan kau terus menunggu telepon itu. Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta.

Jika kamu lebih tertarik dengan e-mail pendek darinya daripada e-mail yg panjang dari orang lain, kamu sedang jatuh cinta.

Jika kamu tak bisa menghapus smua sms dlm HPmu karena ada 1 sms dari dia, maka kamu sedang jatuh cinta.

Ketika kamu mendapat sepasang tiket gratis menonton film, kamu tidak akan pusing2 untuk langsung mengajak dia. Pada saat itu kamu sedang jatuh cinta.

Kamu selalu bilang pada dirimu,"dia hanyalah temanku", tapi kamu menyadari kamu tidak bisa menghindari daya tariknya.

Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta.Jika kamu sedang membaca postingan ini dan seseorang muncul dalam pikiranmu, maka kamu sedang jatuh cinta pada orang itu

Kisah Haru Pria Yang Bonceng Ibunya ke Kantor Setiap Hari


Guys, sudahkah kita benar-benar berbakti kepada orang tua kita? Sebagai seorang anak, rasanya semua kebaikan yang kita lakukan semasa hidup kita tak akan bisa membalas semua kebaikan kedua orang tua kita. Namun, selama kita masih hidup dan orang tua kita masih ada, memang sudah sebaiknya kita melakukan yang terbaik untuk sosok yang sangat berjasa besar di kehidupan kita.

Kisah seorang pria asal Zhejiang, Cina ini benar-benar sangat menyentuh., setiap harinya pria bernama Lu Xincai ini akan membawa serta ibunya yang sudah tua berusia 84 tahun ke kantor setiap hari. Sang ibu menderita penyakit Alzheimer sementara tak ada yang bisa merawatnya di rumah. Sehingga, Lu memutuskan untuk membawa serta ibunya ke kantor supaya bisa menjaganya.


Ibu Lu menderita Alzheimer sejak tahun lalu. Sementara sang ayah sudah wafat beberapa waktu lalu. Istri Lu sendiri bekerja di luar kota. Di rumah, tak ada yang bisa menjaga atau merawat Ibu Lu. Itulah alasan Lu selalu membonceng ibunya ke kantor agar ia bisa sekalian menjaga sang ibu. 


Lu mengendarai sepeda motor sejauh empat kilometer setiap harinya. Agar sang ibu tak jatuh dari sepeda motor, Lu menggunakan seutas tali untuk mengikat tubuh ibunya ke tubuhnya sendiri. Tak hanya itu, Lu mengendarai sepedanya dengan kecepatan rendah supaya sang ibu tetap nyaman saat dibonceng. Sepanjang perjalanan, Lu akan mengajak sang ibu mengobrol supaya tak gampang merasa bosan di perjalanan.


Sampai di tempat kerja, Lu akan membawa sang ibu ke sebuah ruang khusus yang telah disediakan oleh perusahaannya sebelum akhirnya bekerja sebagai petugas keamanan. Setiap satu jam sekali, Lu akan mengecek sang ibu dan mengajaknya mengobrol. "Hanya dengan melihatnya saya baru bisa merasa tenang. Kalau tidak, saya takut ia akan pergi entah ke mana," papar Lu pada reporter.


Lu sangat berharap waktu bisa berjalan lebih lambat. Hanya dengan begitu, ia bisa mendapatkan lebih banyak waktu bersamanya. Oh, sangat menyentuh dan mengharukan sekali ya kisah Lu dan ibunya ini. Semoga kita bisa meniru semangat Lu dalam berbakti kepada sang ibu tercintanya, ya Guys.

Kesederhanaan Cinta Masih Ada


Menjadi Istri atau kekasih seorang militer memang susah karena saat ditugaskan ke medan perang, sang kekasih atau sang istri akan menunggu dengan tidak adanya kepastian dan pasrah menghadapi kemungkinan yang akan terjadi. Kesederhanaan Cinta ini terbersit saat melihat beberapa foto di google antara Taylor dan Daniele. Taylor Morris, adalah salah seorang petugas militer yang dikirim ke Afghanistan pada awal tahun 2012 lalu. Namun sebuah ledakan membuat Taylor kehilangan dua kaki dan tangannya.

Sejak itu, banyak hal yang berubah dalam hidup Taylor. Ia tak lagi seperkasa dahulu, ia juga tak lagi memiliki kaki dan tangan. Tapi, ada hal yang tak berubah yang membuat Taylor mampu bertahan. Yaitu cinta sejati dari kekasihnya, Danielle Kelly. Wanita ini sudah sangat lama mendampinginya, bahkan hingga ia tak lagi bisa menggenggam tangan Taylor karena sang kekasih tak lagi memiliki sepasang telapak tangan dan kaki. Sejak dirawat di rumah sakit karena luka yang sangat parah, Danielle adalah nama pertama yang disebutnya.

Tidak mudah bagi seorang wanita seperti Danielle mengetahui bahwa kekasihnya kini tak seperti dahulu lagi. Namun wanita ini memang memiliki cinta sejati pada Taylor. Saat mereka pulang ke kampung halaman, Danielle bahkan rela memanggul Taylor di punggungnya untuk turun dari pesawat. Dalam sebuah blognya, Danielle mengatakan, "Dia (Taylor) adalah orang yang paling setia dan penuh cinta yang pernah aku tahu, oleh karena itu aku meminta pada orang-orang agar selalu ada untuknya."

Kawan Taylor yang bernama Tim Dodd, mengabadikan banyak sekali foto manis tentang kebersamaan pasangan yang satu ini. Di mana keduanya saling berpelukan sambil menonton film bersama meski tak saling menggenggam tangan, saat Danielle membantu Thomas terapi di masa sulit pria itu, dan bagaimana Taylor mencoba memeluk Danielle meski ia tak bisa. Danielle rela menjadi kaki dan tangan bagi Taylor dengan sepenuh hati. Benar-benar sebuah romantisme cinta yang mereka nikmati berdua secara sederhana meski dalam kondisi yang penuh keterbatasan.

Kini Thomas sudah menggunakan kaki dan tangan palsu. Dalam sebuah momen pernikahan sahabatnya, Thomas tak ingin diam saja. Ia mengajak Danielle untuk berdansa. Ia juga menyampaikan sebuah pidato sambil menitikkan air mata, "Kalau aku memiliki tangan, aku akan memetik bintang dan memberikannya pada Danielle. Semua ini sungguh sulit, namun dia selalu ada untukku setiap saat."

Taylor dan Danielle adalah salah satu kisah cinta sejati yang ada di dunia. Yang mampu membuktikan bahwa Sederhananya kebersamaan dan Kesetiaan Cinta itu ADA dan Nyata.

Kebahagiaan


“Pa…” wanita itu kembali memanggil. Kali ini untuk yang ke delapan kalinya. Nadanya pun mulai terdengar tak sabaran. Mungkin sudah lebih dari 5 menit ia berdiri di pintu itu. Memandang lelaki yang terus saja membelakanginya.

“Ya, ada apa sayang..?” lelaki itu menjawab. Seperti biasanya, lembut dan selalu memakai kata ‘sayang’. Tapi ia tetap saja sibuk dengan keyboard laptopnya. Sesekali tangannya menekan tombol mouse. Tetap membelakangi wanita itu.

Wanita itu menghela nafas perlahan, “Nggak ada apa-apa” bisiknya pada diri sendiri, lalu melangkah meninggalkan ruang kerja lelaki itu. Kembali ke dapur dan mulai sibuk membersihkan panci-panci yang tadi dipakainya masak.

Tiba-tiba lelaki itu datang dari belakang, memeluknya, dan mencium pipinya.
“Ada apa sayang?” seperti biasa, suara lelaki itu selalu saja lembut.

“Nggak ada apa-apa” wanita itu menjawab singkat.

“Nggak ada apa-apa kok manggilnya sampai delapan kali?”

Wanita itu terdiam sejenak. Jadi sebenarnya dia tahu kalau aku memanggilnya dari tadi? Dihitung pula? batinnya.

“Cuma mau bilang, makan malamnya hampir dingin.”

“Ooo… Kamu sudah makan?” tanya lelaki itu. Berjalan santai ke meja makan yang sudah tertata rapi.

“Belum”

“Kenapa belum makan?”

“Nunggu papa”

“Kenapa harus nunggu saya? Nanti kalo kamu sakit gimana?”

Wanita itu kembali terdiam. Bingung. Bagaimana menjawabnya?
Ia sendiri pun tak tahu mengapa harus menunggu suaminya hanya untuk makan, mengapa begitu sulit mengedepankan kepentingan dirinya sendiri, mengapa hatinya selalu menempatkan lelaki tercinta itu ditempat teratas.

Wanita itu tetap diam. Perlahan ia menyendokkan nasi ke piring lelaki itu. Juga ke piring lelaki kecil di sampingnya.

Wanita itu memandang kedua lelaki di depannya.
Yang satu berumur 4 tahun, sedang asyik mencelupkan chicken nuggetnya ke dalam saus tomat.
Yang satu lagi berumur 27 tahun. Sedang lahap menyantap ikan bandeng masak kesukaannya.

Dalam hati, wanita itu berkata

“Sungguh, aku mencintai kalian. Mencintai sepenuh hati. Sungguh aku menyayangi kalian. Menyayangi dengan sangat”

Gadis yang merawat Tunangan lumpuh selama 3 tahun


Seorang gadis di China dipaksa untuk meninggalkan pacarnya, jika pria itu tidak bisa berjalan lagi dalam kurun waktu tiga tahun. Orang tua Yang Nan mengizinkan gadis 23 tahun itu tinggal bersama kekasihnya, Yan Hongbo, dengan syarat pria itu harus bisa berjalan lagi dalam waktu tiga tahun. Jika tidak, Nan harus kembali tinggal bersama orang tuanya dan memutuskan hubungannya dengan Hongbo, yang kini hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur.

Nan telah memohon kepada orang tuanya, agar dia diberi lebih banyak waktu, karena kondisi Hongbo yang hampir tidak memiliki harapan lagi untuk bisa berjalan. "Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya tahu dia bisa disembuhkan, tapi kami tidak punya uang untuk biaya berobat. Kami bahkan tidak punya cukup uang untuk kebutuhan makan sehari-hari. Kami perlu keajaiban," kata Nan kepada media berita.

Meski Hongbo sangat mencintai Nan, dia ingin kekasihnya mendengarkan perintah orang tuanya dan segera meninggalkannya. Dia juga sangat tahu bahwa hubungannya dengan Nan sama sekali tidak memiliki masa depan. "Nan memiliki masa depan yang cerah, sementara saya tetap tidak bisa berjalan," ungkap Hongbo. Hongbo, 27, kini menderita kelumpuhan dari pinggang hingga kaki, setelah mengalami kecelakaan motor yang mengerikan pada tahun 2009. Ketika itu, Nan dan Hongbo belum menjadi sepasang kekasih, namun hanya bersahabat.

Kecelakaan tragis itu terjadi ketika Hongbo, yang dulunya bekerja sebagai mekanik mobil itu mengendarai sepeda motornya di tengah hujan deras di jalan sekitar pegunungan. Dia kemudian tergelincir dari tebing dan jatuh dari ketinggian lebih dari 100 meter ke bebatuan di bawahnya. Namun, kecelakaan itu bukan lah satu-satunya cobaan yang harus dihadapi oleh Hongbo. Setelah kecelakaan itu, orang tuanya terlibat pertengkaran dan tanpa diduga, ayahnya memukul ibunya hingga tewas. Ayah Hongbo pun akhirnya harus meringkuk di penjara, dan meninggalkannya sendirian.

Ketika Nan membaca tentang cerita Hongbo di koran, dia langsung pergi untuk mengunjunginya. Merasa kasihan pada penderitaan yang dialami sahabat baiknya, Nan memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan merawat Hongbo. Kedekatan itu pun akhirnya membuat benih-benih cinta tumbuh di antara mereka. Nan kemudian menelepon orang tuanya untuk memberitahu mereka tentang hal itu, namun orang tua Nan tidak setuju dengan keputusan yang telah diambil oleh putri mereka. Hongbo kini berharap bahwa ayahnya bisa dibebaskan dari penjara untuk merawatnya, sehingga dia tidak perlu merepotkan Nan lagi.