Kisah Pilu Nenek 70 Tahun Gao Meiyun
Seorang wanita renta dengan berat badan hanya sekitar 37,5 Kg, usianya sudah 70 tahun yang tinggal di Distrik Shijingshan Beijing mungkin menjadi wanita tertua sebagai pengantar air di kota tersebut. Gao Meiyun sejak 2006 bekerja sepanjang hari mulai pukul 06.00 hingga jam 22.00. Setiap hari ia mengatar sekitar seratus galon air minum ukuran 20 kg ke berbagai apartemen dan banyak perkantoran di Beijing bagian Barat. Hal ini diberitakan oleh salah satu artikel di China Foto Press.
Gao Meiyun yang sudah hidup sebagai janda tinggal bersama dengan anaknya yang lumpuh dan cucu yang cacat mental. Cucunya mengalami kecelakaan lalu lintas pada tahun 2008. Kedua kakinya harus dioperasi. Gao harus berhutang kepada orang-orang di sekitarnya untuk membayar biaya pengobatan cucunya tersebut. Namun, hutang yang sudah sedemikian banyak masih kurang untuk menyelesaikan pembayaran pengobatan anaknya.
Mereka bertiga tinggal dalam kamar sempit ukuran 20 m2 tanpa pengatur udara namun justru dipenuhi dengan botol air mineral di setiap sudut ruangan. Uang yang ia peroleh sebagai pengantar air mineral dalam galon menjadi satu-satunya penghasilan untuk hidup sehari-hari sekaligus untuk membiayai pengobatan anaknya.
Gao Meiyun menjadi sangat terkenal di masyarakat karena hampir tidak ada orang seusianya yang bekerja berat serta membutuhkan ketahanan fisik seperti itu. Namun, sejauh para pelanggan memerlukannya, Gao setiap saat pasti siap mengantarkan pesanan air minum galon tanpa memperdulikan cuaca. Tertatih-tatih ia menaiki satu persatu anak tangga menuju ke tempat pemesannya. Ia juga mengatakan bahwa keluarganya adalah motivasi untuk melanjutkan pekerjaan beratnya.
Gao Meiyun yakin bahwa suatu ketika anaknya akan menggantikan usahanya. Namun, kenyataan, anaknya tidak mampu melakukan hal itu karena masalah kesehatan yang ia derita. Gao Meiyun sendiri sekarang mengalami gangguan kesehatan. Ia menderita batuk yang cukup parah. Tubuhnya juga menjadi bongkok karena bertahun-tahun mengangkat ratusan botol air mineral yang sedemikian berat.
Akhir-akhir ini ada beberapa sukarelawan yang membantunya setiap hari Rabu. Ada para donatur yang membantu keuangannya pula. Disebutkan dalam salah satu sumber, sejak berita ini muncul di surat kabar dana yang telah diterima Gao Meiyun sebesar 100.000 yuan ($ 15,016,59). Setiap bulan pemerintah juga telah memberikan bantuan sebesar 3.000 yuan ($ 450,50) yang hanya cukup untuk biaya hidup namun bukan biaya pengobatan. Sekolah tempat cucunya belajar juga telah memberikan bea siswa secara penuh alias gratis.
Apakah hikmah yang dapat dipetik dari kisah nyata ini?
Pertama adalah rasa syukur dengan kondisi hidup kita saat ini, masih banyak orang diluar sana yang lebih susah hidupnya dari pada kita, yang kedua adalah seseorang hendaknya memiliki kemampuan menerima kenyataan sebagaimana adanya. Jangan mengeluh pada segala kesulitan yang dihadapi. Segala cara harus diupayakan agar semangat hidup selalu berkobar. Ubah pola pikir agar menjadi lebih positif. Jalani kehidupan dengan kesadaran setiap saat. Kebahagiaan dalam batin akan dapat dirasakan.
Kisah TKI Heroik, Pulihkan Majikan dari Kelumpuhan
Bukan kisah miris, cerita tentang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang satu ini justru sangat menginspirasi. Adalah Siti Musyafaah, TKI yang berhasil "membangkitkan" sang majikan dari kelumpuhan.
Siti bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah seorang pialang real estate bernama Zheng Qinyun, di Singapura. Cerita berawal ketika sang majikan mendadak jatuh sakit. Namun di saat itu pula Siti sedang merayakan Lebaran Haji.
Zheng Qinyun, sang majikan, tak ingin memberitahu Siti mengenai penyakitnya karena tak ingin mengganggu hari libur Siti. Ia pun masuk ke rumah sakit untuk menjalani operasi.
Namun tak disangka, setelah menjalani operasi, wajah dan lengan kiri Zheng menjadi kaku. Wanita itu pun tak mampu memutar lehernya. Dia mengatakan, "Saya tidak bisa berbicara, saya tidak bisa membuat ekspresi wajah dan bahkan sulit tersenyum," katanya seperti dikutip dari laman AsiaOne.
Ibu tunggal yang memiliki tiga anak itu pun menambahkan bahwa ketika terapis fisiknya tidak bisa membantu, dia pun merasa putus asa. Sampai akhirnya, Siti lah yang datang untuk memotivasi dirinya.
Siti datang ke Singapura pada tahun 2010 dari Indonesia dan telah bekerja di rumah Nyonya Zheng selama lima setengah tahun.
Ketika penyakit Zheng menyerang, Siti senantiasa berupaya membantunya untuk menjalani proses rehabilitasi, yang sering memakan waktu hingga tujuh atau delapan jam sehari.
Zheng juga mengatakan bahwa ketika ia merasa sakit selama terapi lengan, Siti lah yang selalu membantu dan menyemangatinya dengan mengatakan: "Bu, suatu hari, Anda akan lebih baik. Anda harus kuat menghadapinya. Aku akan membantu Anda."
Tiga bulan setelah operasi dan terapi, Zheng terkejut lantaran menemukan bahwa ia sudah bisa memutar lehernya. Tak lama setelah itu, ia pun bisa menggerakkan tangan kirinya. otot-otot wajahnya pun telah kembali normal dan kekakuan di punggungnya pun menghilang.
Ia pun sangat bergembira dan ingin memberikan Siti hadiah berupa uang tunai lantaran telah membantunya sembuh. Namun Siti menolaknya. Ia mengatakan bahwa apa yang dilakukannya memang merupakan tanggung jawabnya.
Nyonya Zheng dan Siti menjalin hubungan kerja yang begitu baik sebagai majikan dan bawahan. Karena hal itu pula, Zheng dinominasikan untuk mendapat penghargaan the FDW & Employer of the year 2015 Awards oleh Foreign Domestic Worker Association for Social Support and Training (FAST).
Siti menjelaskan, ketika ia baru tiba di Singapura, bahasa Inggrisnya tak baik, namun Zheng cukup sabar mengajarinya.
"Ibu Zheng dan anak-anaknya mengajari saya bicara bahasa Inggris. Mereka juga mengoreksi pengejaan saya. Bahasa Inggris saya meningkat baik dan saya sayang anak-anaknya. Mereka menghormati saya, dan tak menganggap saya sekadar pembantu," tutur Siti.
Siti juga mengungkapkan bahwa ketika baru bekerja untuk keluarga Zheng, ia menunggu keluarga selesai makan sebelum mulai makan. Namun Zheng bersikeras mengajaknya menikmati hidangan bersama.
"Saya bisa menikmati semua makanan di meja, bahkan yang sangat mahal seperti abalone dan sirip hiu di acara Tahun Baru China. Mereka sudah menganggap saya keluarga."
Zheng juga membelikan Siti iPhone yang sama seperti untuk anak laki-lakinya. Ia mengajarkannya melakukan panggilan telepon internasional, bahkan memberi cuti hari ulang tahun.
Inspirasi Cinta: "Tolong Selamatkan Istriku Lebih Dulu!"
Pasangan sejati itu, hingga maut menjemput masih bisa menunjukkan kekuatan cinta mereka. Inilah kejadian yang terekam dalam menit-menit penyelamatan pasangan pengantin baru dalam sebuah kecelakaan maut beberapa waktu lalu.
Jamie Soukup Reid dan suaminya Will, saat itu sedang berkendara menuju bandara. Pasangan ini sedang berbahagia karena Jamie tengah mengandung seorang bayi.
Namun kendaraan tersebut mendadak tak bisa dikendalikan. Sang sopir, Rodney Koon, tidak bisa menguasai kendaraan yang disetirnya. Akibatnya, mobil itu menabrak pohon dengan kuat dan menimbulkan benturan yang sangat hebat. Membuat mobil ringsek dan pasangan Reid ini mengalami keadaan kritis.
Dalam kondisi yang sangat darurat dan luka parah, saat bantuan paramedis datang, Will masih sempat meminta orang-orang menyelamatkan istrinya terlebih dulu. Sayangnya, Jamie dinyatakan meninggal saat itu juga saat kejadian.
Sementara itu, Will segera dilarikan ke rumah sakit karena luka yang sangat parah. Hingga akhirnya Will menghembuskan nafas terakhirnya, menyusul istri dan calon bayinya yang telah mendahuluinya.
Dalam menit-menit terakhir kehidupannya, Will masih sempat meminta orang-orang mendahulukan istri dan calon anaknya. Dilansir dari Dailymail, keluarga Jamie memang mengakui bahwa Will adalah sosok pria yang sangat baik. Begitu baiknya sampai ia sudah dianggap sebagai anak sendiri sebelum menikah dengan Jamie.
Jamie dan Will adalah guru muda yang menikah 3 bulan yang lalu. Keduanya tengah menanti anak pertama mereka, namun sayang hal itu belum sempat terjadi. Ayah Jamie mengaku bahwa ia sangat kehilangan ketiganya, "Kami kehilangan dua anak dan satu cucu," ujarnya.
Sepertinya Jamie dan Will memang ditakdirkan untuk sehidup semati. Hingga akhir hayat pun mereka masih bersama. Meski meninggal dengan tragis, semoga ketiganya meninggal dengan tenang.
Kisah Pilu Suami yang Bertahun-tahun Diracun Istri
Kisah ini merupakan sebuah kisah nyata pengakuan dari seorang suami sebut saja Ad (54) warga Kabupaten Bengkulu Utara yang menikahi seorang perempuan dari hasil perjodohan keluarga inisial Mi (40).
Ad dan Mi menikah memang berstatus tak lagi lajang namun duda dan janda. Berharap kehidupan membaik memiliki pasangan hidup maka perjodohan keluarga tersebut diterima oleh Ad dan Mi.
“Kami dijodohkan dan dipertemukan dalam hitungan hari lalu menikah,” kata Ad saat mengisahkan perjalanan hidupnya itu.
Pernikahan sakral itu mereka gelar pada 2001, mereka dianugerahi dua orang buah hati. Sementara Mi memiliki satu orang anak dari suami pertamanya.
Awal kisah cintah rumah tangga ini berjalan normal, Ad saat itu bekerja di salah satu perusahaan perkebunan. Namun dua tahun bekerja perusahaan tersebut bangkrut, ini awal petaka terjadi.
Berharap mendapatkan hidup baik, Ad memboyong semua keluarganya ke tempat lain. Tuhan mendengar setiap doa Ad, ia diterima bekerja di sebuah perusahaan perkebunan dengan upah dibayar setiap minggu.
Hasil kerja kerasnya itulah ia mampu membeli sebuah rumah mungil untuk anak dan istrinya berteduh. Kebahagiaan tak terbendung saat itu dalam diri seorang suami berinisial Ad ini.
“Saya bahagia mampu mendirikan rumah walau terbilang tak layak unutk anak istri saya dari hasil keringat saya,” kenang Ad haru.
Namun, cobaan kembali menghantam Ad, saat usia mulai menggerogoti tubuh kekarnya, ia tak mampu lagi bekerja sebagai pemanen kelapa sawit saat fisik dan daya tahan tubuh mulai meredup.
“Usia menua tubuh saya tak sekuat dahulu, sementara himpitan ekonomi semakin keras,” tegasnya.
Menurunnya produktifitas Ad tentu saja berimbas pada pendapatan ekonomi keluarga. Apalagi sakit yang mendadak seperti muntah bercampur darah kerap ia rasakan.
“Meski saya sakit saya tetap paksakan untuk mencari nafkah,” jelasnya.
Puncaknya terjadi pada Tanggal 4 Juli 2014,ia dilarikan oleh keluarga ke Rumah Sakit Umum Arga Makmur dan di rawat inap selama 4 hari. Segala biaya memang ditanggung oleh pihak perusahaan.
Penyakit yang diderita menurut vonis dokter hanya penyakit ringan yaitu diare.Diare tersebut menurut dia terus terjadi dan divonis dokter ia menderita keracunan.
Bayangan kematian sudah menghantui dirinya karena dengan kasat mata ia melihat sendiri darah yang cukup banyak dikeluarkan dari dalam tubuhnya melalui mulut.
Meskipun semangat untuk hidup dengan berobat sudah dijalani,tetapi tidak membuahkan hasil. Saat itu ia sudah pasrah. Istri tetap mendampingi. Makan dan minum selalu disajikan. Tetapi setiap usai menyantapi makan dan minun perut sakit,kepala pusing dan pasti muntah darah.
Muncul kecurigaan ada hal tidak baik dilakukan istri lanjut Ad ketika ia disajikan istri dengan satu bungkus sate kambing.Pada tanggal 18 Juli 2014 sekitar pukul 19.04 WIB,istrinya meninggalkan ia pergi bersama anak mereka paling kecil dan tak pernah kembali hingga kini.
Kondisi semakin fatal saat ia didatangi beberapa ibu-ibu yang menagih hutang hingga puluhan juta. Uang tersebut dipakai Mi namun tak pernah dilaporkan padanya selaku suami.
“Saya selalu melarang istri untuk berhutang,” katanya
Persoalan tersebut dapat diatasi berkat bantuan keluarga dan tentunya dengan cara berhutang lagi.Penyebab penyakit Ad mulai terungkap saat pengakuan anak perempuannya yang mengatakan ibu sering memberikan racun pada makanan, minuman bahkan air mandi untuk Ad. Mendengar cerita itu, wajar saja badannya kurus seperti orang kekurangan gizi.
“Bahkan anak saya pernah disuruh membeli racun tikus dengan jumlah yang banyak di salah satu warung. Setelah saya telusuri dan analisa,rupanya istri punya niat yang buruk terhadap dirinya. Seandainya, kematian saya terjadi di lahan kebun tempat ia bekerja,tentu istri menuntut dengan pihak perusahaan,” lirih ad.
“Ya…Allah maha mengetahui apa yang dilakukan oleh hambanya. Saya tidak menuntut banyak dengan istri. Jika memang mau pulang ke rumah silahkan. yang menjadi pikiran anaknya itu yang dibawa kabur. Kalau memang istri tidak sanggup untuk merawat anak, biarlah saya saja,” sambungnya lagi.
Meski demikian, Ad berharap istrinya itu sadar dan kembali ke rumah untuk membangun dan melanjutkan hidup mereka secara bahagia dan membesarkan anak-anak.
Inspirasi Cinta: "Terima Kasih Telah Mewujudkan Pernikahan Impianku"
Amanda Roman adalah seorang wanita berusia 25 tahun yang memiliki pernikahan impian. Selama ini dia membuat sebuah akun Pinterest dan memenuhinya dengan rencana pernikahan impiannya. Mulai dari makeup wedding impian, gaun pengantin yang menjadi wishlistnya hingga lokasi pernikahan impiannya.
Di antara semua harapan itu, Amanda pernah mengatakan pada seorang kerabatnya bahwa ia ingin dilamar dan menikah di hari yang sama. Namun ia tak pernah menyangka, bahwa kekasihnya, Ryan Leak, selama ini diam-diam memperhatikan apa yang diinginkan oleh wanita yang dicintainya itu.
Ryan berkeinginan mewujudkan pernikahan yang diinginkan oleh Amanda, sebagai bukti rasa cintanya pada gadis itu. Ia pun mendengar bahwa Amanda ingin dilamar dan dinikahi di hari yang sama. Diam-diam, Ryan mulai menyusun rencana untuk melamar dan menikahi Amanda, persis seperti apa yang diinginkan oleh wanita itu.
Ryan sudah merencanakan pernikahannya selama lebih dari setahun. Ia menyusun konsep pernikahan sesuai dengan semua foto di akun Pinterest milik Amanda. Lebih hebatnya lagi, dia melakukannya dengan sembunyi-sembunyi, tanpa sepengetahuan Amanda.
Pernikahan Ini Hampir Batal
Tapi ini baru sampai tahap persiapan. Ryan sudah bekerja sama dengan seluruh keluarga dan sahabat Amanda. Namun, ia sempat mengalami masalah ketika H-1. Seluruh tamu dan undangan Ryan sudah sampai di Miami, namun hanya satu orang yang belum datang, yaitu Amanda.
Ia tak bisa datang karena pesawatnya ditunda, hal tersebut akibat cuaca yang sedang kurang baik. Ia menelepon Ryan dan membuat pria itu hampir gila. Bagaimana bisa rencana ini berjalan kalau tak ada Amanda?
Ryan tak mau rencananya gagal. Maka ia mencari akal untuk bisa mendatangkan mempelai wanitanya yang tak tahu bahwa ia akan menikah esok hari itu. Ryan mencoba menghubungi teman-temannya yang memiliki jet pribadi, namun cuaca yang tak memungkinkan membuat Ryan hampir tak bisa melakukan apa-apa lagi. Rencana pernikahannya nyaris batal.
Amanda akhirnya mendapatkan pesawat pukul 00.20 tengah malam dan saat ia sampai di Miami, Ryan memberinya pelukan yang sangat lama karena ia merasa lega kekasihnya itu sampai di hadapannya.
Ia sudah siap untuk meminang kekasihnya itu esok hari dan sebagaimana pria yang akan menikah dengan diam-diam, sepertinya hanya Ryan yang sulit tidur malam itu.
Maukah Kau Menikah Denganku, Hari Ini?
Keesokan harinya, Ryan mengajak Amanda berjalan-jalan di sekitar tempat mereka menginap. Sekali lagi, Amanda masih belum tahu bahwa ia akan dilamar, bahkan dinikahi di hari yang sama.
Namun ia mulai curiga ketika Ryan membawanya ke sebuah tempat di dekat kolam air mancur yang indah dan mulai mengeluarkan kotak cincin.
Amanda mulai bingung namun tetap tertawa tak percaya, "Ryan, apakah ini sungguhan?"
Sementara Ryan sudah berlutut di hadapannya dan memberikan cincin lamarannya itu, "Amanda Roman, aku sangat mencintaimu. Aku akan sangat bahagia bila kau mau menikah denganku."
Mendengar lamaran itu, Amanda mengipas-ngipas matanya dengan tangan karena ia mulai berkaca-kaca. Setelah dilamar, amanda masih terpana dengan cincin lamarannya dan masih belum bisa membaca bahwa Ryan sudah memberikan kode bahwa mereka menikah hari itu.
Ia baru menyadarinya ketika Ryan membukakan pintu sebuah ruangan besar di mana ia melihat banyak orang yang ia kenal membawa poster bertuliskan "Today?" yang artinya ia akan menikah hari itu juga. Seperti impiannya selama ini.
Seakan Seluruh Dunia Membahagiakanku
Pernikahan impian Amanda, yang hampir seluruhnya diwujudkan oleh Ryan ini, membuat Amanda tak bisa berkata-kata. Seolah semesta dan dunia bekerja sama untuk membahagiakannya meski hanya sehari saja. Amanda seolah tak bisa menahan bahagia sekaligus air mata karena melihat bukti cinta dari pria yang sangat ia cintai itu.
Pasangan yang sangat luar biasa ini tak hanya membuat pernikahan mereka tak terlupakan dan membahagiakan mereka sendiri.
Ryan telah meminta para undangan agar tak perlu memberi mereka kado pernikahan. Ia mengatakan pada para tamu untuk lebih baik mengamalkan uang mereka dalam sebuah kampanye anti penjualan seks di dunia.
Ryan dan Amanda tak hanya berbagi kebahagiaan, namun juga kepedulian mereka pada dunia. Dokumentasi romantis ini terkemas dalam sebuah video berdurasi 30 menit, yang akan membuat Anda terkesan dengan perjuangan Ryan untuk bisa mewujudkan pernikahan impian Amanda. Happy wedding Amanda and Ryan.
Inspirasi : Kisah Seorang Down Syndrome yang Inspiratif
Johnny usianya sekira 20-an tahun, bekerja sebagai pengemas barang di samping kasir di sebuah toko ritel besar yang lesu penjualannya. Yang membuat Johnny tampak berbeda dari pegawai lainnya, ia pengidap down syndrome.
Suatu kali ia mendengar ceramah motivasi seorang ahli pemasaran di radio, Barbara Glanz. “Pikirkan tentang sesuatu yang bisa kalian berikan pada pelanggan dan membuat mereka merasa spesial sehingga mereka terdorong untuk datang lagi,” ujar Barbara.
Entah bagaimana, Johnny tertarik pada ceramah itu. Ia ingin memberikan sesuatu yang spesial pada para pelanggannya, namun apa? Ia sempat menelepon Barbara dan mengatakan tertarik pada ceramahnya namun ia tak bisa mewujudkannya karena ia hanya seorang down syndrome.
Hingga suatu hari terlontar ide untuk membuat catatan Renungan harian - Thought for the Day, yang berisi kalimat motivasi yang sederhana namun menyentuh yang ingin ia bagikan pada para pelanggannya.
Johnny meminta bantuan ayahnya untuk mengetikkannya di komputer dan mencetaknya menjadi beberapa kopi. Setiap potongan kecil hasil perenungan hariannya itu ia beri nama dirinya di belakangnya dan ucapan, “Terima Kasih Telah Berbelanja di Tempat Kami”. Hasil cetakan itu ia bawa ke tempat kerjanya.
Aksi Johnny pun dimulai. Setiap kali selesai mengemas, Johnny menyisipkan satu Thought for the Day bagi tiap pelanggannya yang membayar di meja kasir tempatnya bertugas.
Sebulan kemudian manajernya melihat keanehan. Antrean pelanggan di kasir tempat Johnny bertugas panjangnya tiga kali dari kasir lain. Lazimnya toko ritel, selalu ada beberapa meja kasir.
Sang manajer pun meminta para pelangan itu itu mengisi barisan sebelahnya agar lebih cepat terlayani. Uniknya, mereka bukannya mengikuti saran itu, mereka malah serempak mengatakan, “Tak apa-apa, kami rela mengantre, yang penting dapat ‘Thought for the Day ‘dari Johnny,” katanya.
Yang membuat si manajer tersentuh, banyak pelanggannya yang mengaku, biasanya mereka datang belanja di situ seminggu sekali. Namun supaya mendapat Thought for the Day setiap hari, belanjanya jadi tiap hari. Belum lagi mereka yang merekomendasikan teman-teman mereka untuk belanja di situ agar mendapatkan Thought of the Day dari Johnny juga.
Gerai ritel itupun jadi ramai. Bahkan divisi pemasaran bunga yang semula hampir bangkrut bisa kembali hidup karena ide cemerlang Johnny yang adalah seorang down syndrome.
Kisah Inspirasi Seorang Malaikat Kecil Bernama Yu Yuan
Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kalimat terakhir yang ia tinggalkan di batu nisannya adalah:
Saya pernah datang dan saya sangat penurut . . .
Anak ini rela melepasakan pengobatannya, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian.
Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu.
Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya.
Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.
Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "Saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yuan.
Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada ASI dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh.
Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.
Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papanya mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain.
Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.
Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya.
Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya diceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.
Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.
Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya.
Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Di pahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah.
Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya.
Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.
Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar $300.000.
Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit.
Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu-satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.
Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata yang belum sempat terlontar, "Papa saya ingin mati!"
Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati?"
"Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."
Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri.
Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto.
Yu Yuan berkata kepada papanya, "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah foto ini."
Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya.
Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudian memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum.
Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.
Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yang berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng.
Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu negara bahkan sampai ke seluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.
Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese di dunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.
Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.
Ada seorang teman di email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta, saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."
Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup.
Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita di dalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring diranjang untuk diinfus.
Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh.
Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata.
Yu Yuan yang dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.
Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik."
Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut.
Pernah mengalami pendarahan di pencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orangpun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.
Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.
Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan, "Bibi kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya?" Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut.
Wartawan tersebut menjawab, "Karena mereka semua adalah orang yang baik hati." Yu Yuan kemudian berkata, "Bibi saya juga mau menjadi orang yang baik hati." Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik."
Yu Yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Bibi ini adalah surat wasiat saya."
Fu yuan kaget sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan di atas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, Bibi Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal Bibi Fu Yuan.
Dalam surat itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat Bibi wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal.
"Tolong . . . "
Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang-orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar.
"Sampai jumpa bibi, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga kepada pemimpin palang merah.
"Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh." Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.
"Saya pernah datang, saya sangat patuh," demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan.
Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan di pencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula-mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan dipencernaan Yu Yuan semakin parah.
Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis.
Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air, sungguh telah pergi kedunia lain.
Di kecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk "setinggi gunung".
Ada seorang pemuda berkata dengan pelan, "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakkanlah kedua sayapmu. Terbanglah . . ."
Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Di depan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya.
Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.
Di depan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Di atas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh (30 nov 1996 - 22 agus 2005)".
Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. "Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu."
Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie.
Tujuh anak kecil yang menderita ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.
Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut.
"Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami di atas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata, Aku pernah datang dan aku sangat patuh."
Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari masyarakat Dunia.
Walaupun hidup serba kekurangan, dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan.
VIDEO 1 MENIT YANG WAJIB DITONTON SEMUA ORANG TUA
Anak adalah Peniru yang Baik. Anak-anak pada dasarnya memiliki kemampuan untuk menduplikasi perilaku orang lain, terutama orangtuanya sebagai orang terdekat.
Rata-rata orang tua kadang menganggap remeh dan merasa itu bukan tanggung jawabnya. Padahal, apa yang orang tua lakukan itu mungkin berdampak pada masa depan anak-anaknya kelak.
Menurut penelitian, anak-anak adalah yang paling sering mengikuti apa yang mereka lihat dari lingkungan sekitarnya. Bagaimana orang tuanya bereaksi, mereka akan mengikuti. Tanpa kita sadari, bahkan yang perilaku negatif pun akan mereka pelajari.
Memang terdengar klise bahwa kita perlu menjadi role model yang baik bagi anak-anak, sekalipun itu bukan anak atau adik-adik kita. Namun anak-anak ini adalah cikal bakal budaya dan sosial di generasi mendatang. Ada kalanya kita heran dengan tren pergaulan di masa kini, padahal mungkin saja itu yang mereka pelajari dari kita sekarang.
Sebagai contoh yang mudah adalah bagaimana kita mengeluh pada orang lain, bagaimana kita bergosip, bagaimana kita menggunakan gadget dan sejenisnya. Tanpa didampingi bimbingan dari orang tua, anak-anak akan menerima mentah-mentah dan menirukannya dengan cara yang salah.
Mereka pun akan menjadi orang tua bagi generasi mendatang. Bila Anda ingin memiliki anak-anak yang pintar, jalan untuk mewujudkannya bukan hanya dengan belajar. Kita pun perlu menanamkan pelajaran moral, etika dan tingkah laku.
Anak yang pintar secara akademis bisa membuat kita senang. Anak-anak yang ditanamkan pelajaran moral yang baik bisa membuat kita tenang. Karena apa yang anak lihat, itu yang bisa mereka lakukan.Ini dia video nya :
MENGHARUKAN, ANJING INI SETIA MENUNGGU PEMILIKNYA DI PINTU RS
Anjing adalah binatang yang paling dekat dengan manusia, selain bisa jaga rumah untuk sang pemiliknya ia juga setia menemani Anda dalam suka dan cita. Buktinya seperti seekor anjing yang tak mau meninggalkan tuannya di Rumah Sakit Changchun, Tiongkok.
Seekor anjing mengikuti tim medis saat pemiliknya dibawa ke rumah sakit. Pemilik anjing ini tak sadarkan diri dan mendadak harus diopname dan operasi di rumah sakit.
Namun menurut tim perawat yang mengurus pasien tersebut, anjing peliharannya menunggu dengan setia di dekat pintu. Tak peduli berapa kalipun ia digiring keluar, anjing ini akan kembali di depan pintu di mana pemiliknya berada.
Bahkan ia sempat menyusup masuk dan menghampiri pemiliknya. Seperti seorang anak yang berusaha membangunkan ayahnya. Ia terlihat sangat khawatir dengan keadaan pemiliknya itu.
Pemandangan itu kemudian dipotret oleh orang yang ada di rumah sakit dan diunggah ke dunia maya. Sekali lagi netizen dibuat terharu oleh anjing lucu dan setia ini. Menambah deretan kisah anjing yang loyal pada pemiliknya.
Semoga pemilik anjing ini segera sembuh dan bisa bermain kembali dengan anjing setianya. Tampaknya anjing ini sudah menganggap pemiliknya seperti ayah sendiri hingga kelihatan menunggu dengan cemas di depan pintu. Semoga kisah ini bisa menambah inspirasi bagi kita semua.
KISAH UNIK ISTRI YANG MENAHAN MARAH DEMI SUAMINYA
Dalam kehidupan rumah tangga, sebuah amarah kecil yang dipendam bisa menjadi bom waktu yang mengerikan. Hal ini tidak berlaku bagi pasangan yang sudah menjalin hubungan lebih dari 60 tahun bersama.
Adalah sepasang suami istri yang selalu mesra, romantis, menjaga dan menyayangi satu sama lain. Tidak ada rahasia diantara mereka. Kecuali sebuah kotak sepatu yang disimpan oleh sang istri di atas lemari pakaian. Ia selalu memperingatkan suaminya agar tidak menyentuh kotak tersebut. Suaminya tak pernah sekalipun melanggar pesan istrinya tersebut.
Hingga suatu hari, sang istri jatuh sakit. Sakit keras yang menurut dokter tak bisa disembuhkan. Maka sang suami mengambil kotak itu dan membawanya ke sisi sang istri. Istrinya setuju bahwa sudah waktunya membuka kotak sepatu tersebut.
Alangkah terkejutnya sang suami saat menemukan uang sebanyak $ 95000 atau sekitar Rp 950 juta. Lembaran uang kertas tersebut diikat gendut-gendut dengan karet dan di dalamnya juga ada 2 boneka rajut.
"Dari mana ini, Sayang?" tanya suaminya. Istrinya pun bercerita, "Sejak awal kita menikah," ujarnya. "Nenekku menceritakan rahasia sebuah pernikahan bahagia. Katanya rahasia itu adalah agar aku tidak marah padamu, jadi aku harus mengendalikan marah," lanjutnya.
Sang istri menceritakan, "Nenekku bilang kalau aku sudah mulai marah padamu, sebaiknya aku merajut boneka." Mendengar hal itu suaminya mulai paham. Kemudian ia melihat ada dua boneka rajut yang manis di situ, ia sangat terharu karena istrinya sangat sabar. Dalam 60 tahun pernikahan, dia hanya marah dua kali saja. Tapi ia masih penasaran dengan uang sebanyak itu. "Sayang, tapi dari mana uang sebanyak ini? Kau menabung uang belanja kita?" tanya suaminya.
"Oh, itu?" kata sang istri. "Uang itu kudapatkan dari menjual boneka-boneka hasil jahitanku," jawabnya.
Mendengar jawaban itu, sang suami terharu. Ternyata uang-uang itu hasil menjual boneka-boneka yang mungkin melambangkan kekesalan yang ditahan istrinya. Entah sudah berapa boneka yang ia buat dan berapa kali amarah yang dipendam istrinya. Tapi ia salut dengan istrinya yang mampu menahan amarah dan tetap sabar.
Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran yang baik bagi kita semua.
IBU, AYO KITA MELIHAT DUNIA
Karena tidak memiliki mobil, seorang anak dengan sabar dan bangga membawa ibunya ke taman hiburan dengan gerobak.
Dengan keadaan yang terbatas, selalu ada cara untuk bahagia atau membahagiakan orang lain terutama ibunya. Ibu Zhang Jinbao membesarkannya dengan segala upaya dan menjadikannya anak yang mandiri, hingga Zhang Jinbao melakukan ini.
Ini adalah sebuah kisah nyata Zhang Jinbao, seorang pria paruh baya yang memiliki ibu yang sudah berusia 86 tahun. Keduanya hidup jauh dari keglamoran dunia dan gaya hidup yang modern.
Kasih Ibu Sepanjang Masa
Zhang Jinbao sadar dan tahu ibunya selama ini tidak pernah bepergian. Ibunya hanya seorang ibu sederhana yang mengajarkan anaknya tumbuh dewasa dengan baik. Saking besarnya pengorbanan sang ibu untuk anaknya, membuatnya tidak banyak tahu apa yang terjadi di luar sana.
Saat Zhang Jinbao sudah bisa hidup mandiri seperti sekarang, ia berencana mengajak ibunya melihat dunia bersamanya. Sayangnya sang ibu sudah tua dan tak bisa berjalan karena kakinya sakit bila berjalan walaupun sebentar. Selain itu, mereka pun tak punya mobil untuk bisa bepergian.
Tak ada rotan akar pun jadi. Dengan tekad bulat, Zhang Jinbao memutuskan mengajak ibunya ke taman hiburan Shandong dengan hanya menggunakan gerobak sederhana. Membawa wanita 86 tahun itu melihat megahnya kemajuan yang tidak mereka lihat di kampung halaman.
Karena keberadaan mereka ternyata menarik perhatian, banyak pengunjung yang melihat ibu dan anak ini. Tak hanya pengunjung di Shandong, bahkan setelah foto ibu dan anak ini diposting ke internet. Banyak netizen yang menitikkan air mata karena terharu seperti yang dilansir oleh Shanghaiist.
Di antara mereka ada yang mengungkapkan menyesal belum bisa membahagiakan ibunya,
sementara beberapa yang lain terkesan dengan bakti Zhang Jinbao kepada ibunya. Salah seorang netizen mengatakan, "Menghabiskan waktu bersama orang tua dan membawa mereka keluar seperti ini adalah hal yang sangat penting,"
Ia mendorong gerobak sepanjang jalan, menyusuri taman hiburan yang sangat luas, hingga pulang ke rumah. Zhang Jinbao adalah salah satu contoh nyata bagaimana seorang anak membalas kebaikan orang tuanya. Sang ibu telah berhasil membesarkannya dan sang anak telah menjadi anak yang berbakti.
VIDEO KISAH NYATA ANAK PENJUAL NANAS YANG SUKSES
Video mengharukan ini bisa memberi inspirasi khususnya bagi orangtua. Tidak semua ilmu bisa didapat di sekolah. Banyak pelajaran hidup yang didapat dari luar sekolah, bisa melalui keluarga, orangtua, lingkungan sekitar, bahkan dari anak kecil sekalipun.
Video ini mengisahkan tentang perjuangan kehidupan seorang anak kecil dan ibunya yang tidak pernah sekolah.Ibunya hanyalah seorang penjual buah Nanas. Setiap hari, si ibu mengupas dan memotong buah, mendorong gerobak buah, mengumpulkan receh demi receh hanya untuk sekolah dan kehidupan anaknya.
Si ibu sering berpikir bagaimana caranya mengajarkan hal yang baik pada anak perempuannya, karena dia sendiri tidak pernah sekolah. Si ibu yakin, memberikan contoh baik kepada anaknya adalah pelajaran terbaik yang tidak akan ditemui di sekolah.
VIDEO ; Nenek Gagalkan Perawat Gadungan Culik Cucunya Terekam CCTV
Di sebuah rumah sakit di kota Suining, provinsi Sichuan barat Tiongkok, seorang Ibu hampir tidak pernah bisa melihat lagi bayinya saat Ia hampir diculik oleh seorang wanita yang menyamar sebagai perawat.
Terekam dalam kamera CCTV, wanita yang menyamar sebagai perawat dengan santainya masuk ke dalam kamar bayi yang tanpa pengawasan. Dengan cepat Ia mendorong keluar salah satu troli bayi.
Aksi ini beruntung digagalkan dengan kehadiran sang nenek bayi. Tanpa sengaja wanita penculik tersebut berpapasan dengan sang nenek yang baru datang. Bingung dengan pertanyaan sang nenek, perawat tersebut langsung melarikan diri.
Berikut video rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi wanita penculik bayi yang berhasil digagalkan seorang nenek.
Kisah Nyata Polisi dan Penjual Sapu di Perempatan Jalan
Ini sebuah kisah nyata. Semoga kita bisa mengambil banyak pelajaran di dalamnya.
Kemarin, sekitar pukul setengah 8 pagi, ketika saya dan temen saya sedang sarapan disebuah warung makan di dekat lampu merah Rogowangsan, Pati, Jateng. Mata saya tertuju ke seorang kakek penjual sapu ijuk di seberang jalan.
Sambil memegang tongat, beliau jalan tertatih. Tetap di dekat lampu merah, ia terduduk. Sapu ijuk dagangannya diletakkan di samping.
Dengan nafas yang masih tersengal-sengal, seorang ibu mendekat membeli dagangan kakek itu.
Saat kuperhatikan, ternyata tongkat yang ia bawa bukan hanya untuk membantunya berjalan karena kakinya yang sudah lemah. Tapi juga sebagai penuntut arah. Karena si kakek mempunyai masalah dgn penglihatan. Itulah mengapa ada bendera merah terikat di tongkatnya.
Setelah mengantongi uang hasil jualan, ia kembali beristirahat. Sinar mentari memang sedang gagahnya siang itu. Satu persatu tarikan nafas dihaturnya.
Tak berselang begitu lama, seorang polisi lalu lintas menghampirinya. Sambil membawakan nasi kotak plus air mineral. Lumayan lama mereka terlibat obrolan.
Setelah pak Polisi pergi, sang kakek menyantap nasi kotak dengan lahapnya.
Deg… Jantungku berdegub melihat kejadian itu. Aku yang sering memilih-milih makanan dan terkadang membuangnya padahal masih dua suap karena tak enak, serasa ditegur oleh pemandangan tersebut.
Masih banyak saudara-saudaraku yang untuk makan saja harus berjibaku. Itupun kadang hasilnya cuma buat makan sekali. Sisanya puasa.
Tak terasa airmataku menetes. Menetes melihat perjuangan seorang kakek tua yang jalannya saja susah, tapi tetap berusaha untuk hidupnya. Tidak berpangku tangan. Apalagi mengemis.
Ya Tuhan… Jadikanlah hambamu ini hamba yang pandai bersyukur.
Semoga kejadian ini bisa jadi inspirasi buat kita semua.
Terima kasih pak polisi karena telah memberikan contoh yang baik. Semoga rezeki anda dilimpahkan…
Kisah Nyata Mengharukan, Sujud Terakhir di Malam Pengantin
Anggun. Gaun pengantin warna putih membuatnya semakin anggun. Jilbab besar menjadi mahkotanya. Make-up tipis menghiasi wajah ayunya. Hari itu ia begitu bahagia.
“Allaahu akbar, Allaaahu akbar” adzan Isya’ berkumandang, menyadarkannya bahwa ia sudah tak punya wudhu.
“Bu, aku mau berwudhu dan shalat Isya’ dulu,” pamitnya dengan nada santun kepada ibunda. Ia memang terbiasa shalat di awal waktu.
“Apa kamu sudah gila? Para tamu sudah datang. Jika engkau wudhu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air” jawab ibunya spontan. Ia terkejut dengan permintaan anaknya.
“Aku harus shalat, Bu. Ibu sudah tahu kan, shalat adalah perintah Allah yang tak bisa ditawar”
“Iya, tapi kan bisa shalatnya nanti saja setelah walimah selesai,” tukas sang ibu, “Aku ibumu. Demi Allah, jika engkau berwudhu sekarang, ibu akan marah”
“Demi Allah. Shalat ini adalah perintah Allah. Ibu sendiri tahu bahwa kita tak boleh mentaati manusia untuk mendurhakai Allah. Aku takut dimarahi Allah”
“Tapi nanti bagaimana? Para tamu akan menertawakanmu karena engkau menemui mereka tanpa make-up. Engkau nanti tidak terlihat cantik”
“Ibu, jika ibu suka aku terlihat cantik di hadapan manusia, tidak sukakah ibu jika aku terlihat cantik di hadapan Allah? Dengan berwudhu dan shalat di awal waktu, Allah akan mencintai kita, mempercantik kita, apapun omongan orang”
Sang ibu tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk mencegah putrinya itu untuk berwudhu. Selesai berwudhu, pengantin itu masuk ke sebuah ruangan untuk menunaikan shalat.
“Lama sekali shalatnya,” sang ibu gusar. Sebagian tamu sudah menunggu sekian lama, tapi putrinya belum juga keluar dari ruang shalatnya. Betapa terkejutnya sang ibu saat membuka ruangan itu. Putri tercintanya ternyata meninggal dalam kondisi sujud.
Pesan moral kisah nyata yang terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir, Arab Saudi. Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad menceritakan kisah mengharukan ini dan videonya telah diupload di Islamic Tube.
Kullu nafsin dzaa’iqatul maut. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Masalanya, kita tak tahu kapan Allah mengambil nyawa kita. Banyak orang yang meninggal di saat tua. Tetapi tidak sedikit yang meninggal secara tiba-tiba.
Sungguh beruntung orang yang ketika maut menjemput, ia sedang beribadah kepada Allah. Atau ia sedang melakukan amal shalih dan kebajikan. Jadilah ia husnul khatimah. Dan inilah yang kita cita-citakan.
Pengantin wanita itu telah mengajarkan kita. Ia telah memenangkan perintah Allah. Ia tidak mau menunda shalat. Ia tidak berberat hati kehilangan make-up demi wudhu. Dan jadilah malam itu malam terakhirnya. Jadilah sujud itu sujud terakhirnya.
Suami, keluarga, dan para tamu mungkin berduka. Tetapi ia telah berbahagia menghadap Tuhannya. Malam walimah mungkin berubah menjadi malam kesedihan. Tetapi baginya, malam itu adalah malam paling membahagiakan. Insya Allah.
Derita Si Tukang Kawin Cerai (Pengakuan)
Bagi orang pada umumnya memiliki keinginan untuk menikah sekali dalam hidupnya dengan orang yang paling dicintai. Akan tetapi bagi seseorang yang madjongke.com kenal, sebut saja BM pernah mengalami perceraian dan itu telah mengubah hidupnya.
Dia tidak lagi merasakan kebahagiaan cinta yang sesungguhnya. Pengalaman pertama bercerai telah membuatnya menjadi mudah bosan dan dengan mudah juga meninggalkan wanita yang jadi pasangannya.
Perceraian pertama telah mengubahnya dari orang setia menjadi orang yang suka ganti-ganti pasangan. Rasa bosan dan ingin yang lain selalu ada dalam dirinya. Bahkan bukan hanya itu, ada banyak hal yang dia rasakan dan hal itu dianggapnya sebagai derita. Dari pengakuannya, berikut derita tukang kawin cerai menurut BM.
Perbaikan yang tidak terwujud
Saat memulai, diharapkan bisa berakhir dengan kebahagiaan sampai tua dan itu sah menurut agama dan negara dengan adanya pernikahan yang bertahan hingga lanjut usia. Tapi itu sulit diwujudkan. Perbaikan kehidupan rumah tangganya tidak seperti niat awal. Perpisahan dan perselingkuhan tetap menghiasi hidupnya sampai sekarang.
Perasaan bersalah
Merasa bersalah bahkan merasa berdosa atas apa yang dilakukan terhadap mantannya. Bahkan anak dari hasil hubungannya dengan mantan istri. Dia mengakui, bahwa kadang ada keinginan untuk menangis karena kesalahan dimasa lalu yang sudah dilakukan dan itu menyakiti mantannya.
Menganggap nafsu sebagai cinta
Sebuah pengakuan yang menjadi kesimpulan madjongke.com, bahwa dia merasa cintanya mudah sekali hilang meskipun sbelumnya merasa cintanya sangat besar. Padahal seperti artikel madjongke yang lalu, itu hanya nafsu, ketertarikan, dsb yang diyakini sebagai cinta. Sehingga bisa disimpulkan bahwa itu bukan cinta tapi hanya nafsu sesaat.
Rindu masa lalu
Pernikahan resmi ataupun siri yang pernah dialami, meninggalkan satu derita yaitu kerinduan terhadap masa lalu. Pada saat tertentu dia menginginkan seseorang yang menjadi masa lalunya. Itu kadang menyiksa jika karena suatu alasan dia harus mau untuk tidak melakukannya, meskipun hanya sekedar melihat.
Tidak mudah puas
Selalu ingin memiliki pasangan yang dia inginkan. Yang pasti tidak pernah puas dengan pasangan yang sekarang. Sebelumnya sudah merasa mendapatkan yang diinginkan tapi setelahnya merasa ada yang kurang dari pasangannya.
Kesimpulanya dia merasa bayang-bayang masa lalu dan tidak bisa merasakan cinta sejati adalah derita dalam kehidupan cintanya. Kawin cerai bagi BM itu bukan kebahagiaan. Karena dia juga mengakui kebahagiaan yang diinginkan adalah menikah dengan orang yang paling dicintai dan tidak lagi tergoda dengan wanita lain. Tapi itu tidak dia alami. Sekarang dia tinggal bersama wanita yang diakui istri sirinya dan menelantarkan istri resmi (bukan istri pertama) tanpa cerai dan anaknya.
Kisah Cinta Tragis Antara Manusia dan Hantu di Thailand
Suatu kuil yang terdapat di pinggir sungai Prakanong, Bangkok, Thailand menaruh suatu legenda mistis yang romantis serta selesai tragis. Legenda itu yaitu perihal cerita cinta manusia serta hantu.
Legenda itu berawal dari cerita seseorang wanita yang bernama Nak. Nak yaitu istri dari seseorang prajurit yang tinggal dibantaran sungai Prakanong. Menurut legenda, Nak ditinggalkan oleh suaminya untuk bertugas ketika dia tengah hamil, tetapi malang Nak wafat ketika persalinan, Nak serta anaknya yang baru lahirpun tewas.
Lantaran cinta Nak pada sang suami teramat sangatlah besar, arwah Nak serta arwah anak lelakinya tidak ingin pergi dari tempat tinggalnya, dengan sabar arwah Nak menunggu suaminya pulang kerumah.
Sang suami sangatlah suka waktu dia pulang disambut oleh istri serta bisa lihat anaknya, sekian waktu mereka hidup berbarengan dengan bahagia tanpa ada sang suami tahu bahwa yang bersamanya yaitu hantu dari istri serta anaknya.
Tetapi cerita romantis pada suami dengan istri serta anaknya yang disebut hantu itu tak terus-terusan bahagia, selanjutnya sang suami tahu kebenarannya. Warga desa juga meng iyakan ketika sang suami bertanya tentang Istri serta anaknya.
Arwah Nak selanjutnya mengamuk lantaran tak terima sang suami tahu hal yang sesungguhnya sampai pada akhirnya seseorang dukun menaklukan arwah Nak.
Sang dukun memasukan tulang dahi Nak serta dimasukan kedalam botol, serta mulai sejak waktu itu dibangunlah suatu kuil dirumah Nak yang dinamakan kuil Wat Mae Nak.
Di dalam kuil Wat Mae Nak itu ada patung kayu wanita memiliki rambut panjang yang disebut penggambaran dari Nak.
Kisah Nyata Istri yang Mengkhianati Suaminya dan Berzina Karena Facebook
Ini adalah cerita pengakuan seorang istri yang menulis pada catatan facebooknya tentang dirinya yang terjebak perselingkuhan dan perzinahan akibat (sisi buruk) facebook, semoga bisa kita jadikan renungan dan bisa jadi pelajaran bagi kita semua ..
----
"Pernikahanku dengan Rudi (nama samaran) sudah memasuki tahun ke-10. Selama itu hubunganku dengan Rudi sangat harmonis. Apalagi dengan kehadiran tiga buah hati kami.
Namun, petaka di dalam keluargaku mulai muncul tatkala aku mengenal facebook (FB). Gara-gara jejaring sosial inilah impianku untuk membangun rumah tangga yang utuh berantakan. Aku yang sehari-hari hanya sebagai ibu rumah tangga tergoda dengan rayuan lelaki lain melalui FB.
Cerita ini berawal ketika 2009 lalu aku diperkenalkan oleh suamiku tentang facebook. Saat itu, aku yang hanya bekerja di dalam rumah seakan mendapat hiburan baru. Suamiku pun senang karena melihat diriku tidak bosan menjaga anak di rumah. Sebulan mengenal facebook, aku menilai tak ada yang istimewa pada jaringan sosial ini. Namun, setelah mengenal chat (ngobrol), aku mulai menikmatinya. Apalagi banyak yang ingin berkenalan denganku.
Baik itu laki-laki, maupun ibu-ibu. Wajahku memang ayu. Kulitku putih bersih. Saat ini usiaku sekitar 34 tahun. Aku memasang foto profil yang cukup menarik di facebook. Mungkin ini yang membuat banyak orang yang tertarik untuk berkenalan lebih jauh denganku.
Dari sekian banyak lelaki yang menyapa aku di facebook, ada beberapa lelaki yang mengaku tertarik kepadaku. Walaupun saat itu aku mengatakan bahwa aku sudah punya anak dan suami. Sehingga, mereka tidak pantas untuk menyukaiku.
Awalnya aku bertekad untuk tidak tergoda dengan bujuk rayu sejumlah lelaki di facebook. Namun, setelah aku mengenal Salam (samaran), semuanya berubah. Salam adalah salah satu pejabat di perusahaan BUMN di Sulsel. Salam betul-betul mampu menggoyahkan imanku. Bahasanya yang santun, dan caranya ia memerhatikanku di facebook telah membuat hati ini luluh.
Setiap hari kami ngobrol lewat facebook. Bahkan kami saling bertukar pikiran tentang rumah tangga kami masing-masing. Ya … boleh dibilang kami saling curhat-curhatan. Dari sinilah perasaan aneh muncul, baik saya maupun Salam. Akhirnya, Salam menyatakan sayangnya lewat chat dan ingin berjumpa denganku.
Aku yang sejak awal sudah tertarik dengan Salam tak mampu menolaknya. Namun, aku masih malu-malu menyatakan suka kepadanya.
Setelah sekian bulan hanya chat di facebook, kami pun sepakat untuk bertemu. Kami kemudian melakukan pertemuan di salah satu restoran di bilangan Makassar bagian barat. Saat itu Salam datang seorang diri, sementara aku membawa anak bungsuku.
Walaupun, aku menyukainya, aku tak ingin pertemuan kami menimbulkan fitnah. Perasaanku deg-degan saat bertemu dengan Salam. Ia pun menyapaku dengan suara berat. Ada yang lain muncul di dalam hatiku. Di tempat itu, Salam pun kembali menyatakan ketertarikannya kepadaku. Akupun menyatakan hal yang sama.
Pertemuan dengan Salam di restoran tersebut bukanlah hal yang terakhir. Sejak pertemuan itu, kami pun sering janjian untuk bertemu. Bahkan, kadang, aku bertemu dengan Salam seorang diri tanpa membawa anakku. Kebetulan di rumah aku memiliki seorang pembantu rumah tangga.
Rupanya, inilah awal dari keretakan rumah tanggaku dengan Rudi. Aku sudah mulai jarang di rumah tanpa sepengetahuan Rudi. Maklum, setiap hari Rudi bekerja mulai dari pagi hingga malam.
Sementara, kadang aku selalu bertemu dengan Salam dari siang hingga sore. Salam telah membuka mataku tentang indahnya dunia ini. Ia mengajak aku shopping, wisata kuliner, dan mendatangi tempat-tempat hiburan lain. Ini semua kulakukan tanpa harus mengeluarkan duit. Aku seakan-akan sudah terjebak dalam kehidupan foya-foya.
Walaupun aku sering foya-foya dengan Salam, sikapku di rumah tetap seperti biasa. Aku tetap melayani suamiku ketika ia baru pulang dari kantor, termasuk mengurus pakaian dan makanannya saat ia akan ke kantor di pagi hari.
Setelah jalan bareng dengan Salam selama dua bulan, aku pun tak mampu menolak ajakan Salam untuk bertemu di hotel. Saat itu Salam sudah membooking satu kamar di salah satu hotel berbintang di Makassar.
Sekitar pukul 11.00, aku datang menemuinya di kamar itu. Setelah kami berbincang-bincang selama beberapa menit, aku tak kuasa ketika Salam memeluk tubuhku. Akhirnya, aku pun terjebak, dan rela melakukan hubungan suami istri dengan lelaki yang bukan suamiku sendiri.
Sejak peristiwa itu, kami sering melakukannya, dari satu hotel ke hotel yang lain. Aku pun begitu menikmati kehidupanku ini. Namun, hatiku setiap hari berteriak. Aku tak rela mengkhianati suamiku yang sudah memberiku tiga orang anak. Apalagi ia begitu baik dan begitu mempercayaiku. Ia pun sangat disenangi oleh keluargaku.
Aku ingin lepas dari kehidupan Salam yang harus kuakui telah memberi warna baru dalam hidupku. Ia pun mengaku tulus mencintaiku. Di depanku juga ia mengaku berdosa telah mengkhianati istrinya. Tapi, ia pun tak bisa meninggalkanku.
Bulan berganti bulan, kehidupanku tak ada yang berubah. Aku pun dan Salam masih tetap jalan bareng. Bahkan, aku semakin takut kehilangannya. Namun, peribahasa yang mengatakan, "sepandai- pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga" telah terbukti kepada diriku.
Sepandai-pandainya aku menyembunyikan hubunganku dengan Salam, akhirnya ketahuan juga oleh suamiku. Aku ketahuan selingkuh setelah suamiku membaca SMS Salam yang berisi kata-kata mesra. Ia pun memaksa aku untuk mengaku. Aku saat itu tak bisa berbuat apa-apa. Apalagi suamiku langsung menghubungi nomor ponsel Salam. Awalnya Salam membantah, dan mengatakan bahwa ia dan diriku hanya berteman.
Namun, setelah diancam oleh suamiku, Salam mengakuinya dan meminta maaf. Namun, suamiku sudah terlanjur sakit. Ia pun langsung menceraikanku. Saat ini aku, dan Rudi masih dalam tahap perceraian.
Namun, dalam doaku setiap selesai shalat aku memohon maaf kepada Allah SWT, kepada suamiku, kepada anak-anakku dan kepada keluargaku karena aku telah menyia-nyiakan cinta mereka. Aku ikhlas menerima ini semua atas konsekuensi dari perbuatanku sendiri. Namun, aku masih tetap berharap untuk bisa kembali bersama dengan Rudi, dan akan aku buktikan untuk menjadi istri yang baik."
Catatan : ...
Sejatinya Teknologi diciptakan untuk mempermudah manusia dalam kehidupannya sehari hari, tapi sayang, kenyataannya kita sendiri yang menyalahgunakan teknologi tersebut untuk hal-hal yang tidak baik, karena menurut data yang ada, sumber perceraian terbesar dunia saat ini adalah perselingkuhan via FACEBOOK disusul oleh TWITTER dan SMS/BBM.
Jadi gunakanlah semua teknologi itu dengan bijak, serta hati-hati dan waspadalah selalu karena setan akan terus menggoda untuk menyesatkan diri kita semua. Gunakanlah jejaring sosial untuk mendapatkan keberkahan silaturahim, mencari ilmu yang bermanfaat atau untuk syiar, dan terutama bagi wanita, janganlah memasang foto yang memperlihatkan aurat sehingga menarik perhatian lawan jenis.
Terima Kasih dan mudah mudahan bermanfaat untuk kita dan semua keluarga Indonesia ..
Langganan:
Komentar (Atom)
























