Tak Ingin Punya Anak, Jurnalis Cantik Jadi Bulan-bulanan
Seorang jurnalis sebelumnya berkicau di Twitter-nya kalau ia tidak ingin punya anak. Ia juga menuliskan sebuah esai tentang bagaimana susahnya perempuan untuk memilih tidak punya anak. Namun, tak semua orang sependapat dengannya. Bahkan diantaranya banyak pesan yang penuh kebencian dan bernada mengancam. Hal itu membuatnya harus menonaktifkan akunnya sementara.
Holly Brockwell (29) adalah editor di Gadgette, situs gaya hidup dan teknologi untuk wanita.
Ia lalu menjadi pemenang piala 'Woman of the Year' dari The Drum. Atas kemenangan itu, Brockwell diminta menulis untuk BBC dalam rangkaian perayaan seri '100 Women 2015', dalam artikel berjudul 'Desperate not to have children'--Putus asa untuk tak punya anak'.
Dalam tulisan yang diterbitkan 22 November, Brockwell menuliskan: "Sebagai seorang wanita, ada empat kata yang paling ampuh mengundang cibiran: 'Saya tidak ingin punya anak'.
"Faktanya, membawa manusia lain ke dunia, tidaklah sesuatu yang saya inginkan. Ini adalah keputusan emosional, dan sulit untuk menerjemahkannya dalam alasan yang rasional."
Ia lalu mendeskripsikan respons paling umum dari orang-orang yang mendengar ia membuat keputusan melakukan sterilisasi , yaitu "mengapa?". Ia juga menjelaskan bagaimana dicap 'egois', dan mengalami kesulitan menjalani proses perawatan sterilisasi, bahkan ketika pergi ke klinik kandungan.
Namun, tak ada yang menandingi kejamnya orang-orang di dunia maya, ketika artikel yang ditulisnya sudah naik.
Ucapan kemarahan dan kata-kata kasar yang diterimanya sungguh menyakitkan, sehingga ia harus menghapus akun Twitter-nya, dan dijaga oleh petugas keamanan ketika berkunjung ke BBC untuk sesi wawancara.
"Mereka betul-betul menbawakan bodyguard untuk menjaga saya sejak turun dari mobil menuju bangunan, mereka khawatir akan ada yang menyerang saya," kata Brockwell. Ia kemudian menambahkan bahwa 'bodyguard' tersebut kemungkinan besar petugas keamanan BBC.
"Saya tak bisa melarikan diri, (pesan-pesan kejam) itu ada si seluruh kanal sosial, di email kantor dan email personal... Saya bahkan dapat pesan dari LinkedIn!" tambahnya.
Dalam artikel untuk perusahaan, Brockwell menjelaskan ia terpaksa offline setelah menerima ancaman dan hinaan bertubi-tubi, serta ancaman dilengkapi dengan menyebutnya bebal, egois, bodoh, tukang cari perhatian, dan perlu pertolongan psikiater.
Beberapa orang menyatakan asuransinya tak seharusnya membayar biaya sterilisasinya, dan uangnya "lebih baik untuk biaya anak-anak sakit", orang lainnya melabelinya "pelacur media", dan Brockwell mengungkapkan: "seorang pria berkata ia tak ingin bercinta dengan saya (kecuali ia mengungkapkannya dengan tidak sopan)."
"Jumlah pesan yang saya terima dalam setengah jam di Twitter, Facebook, email, dan Instagram membuat saya takut," ungkapnya.
"Kata-kata itu tak bisa saya ulangi, dan saya tak sanggup mengatakannya ke siapapun, tak peduli apa yang mereka lakukan."
Brockwell juga menjelaskan, bahwa walau banyak komentar yang mendukungnya, beberapa komentar paling kasar menggunakan kata-kata "spesifik secara jender", yang tak pernah dikatakan pada pria dalam situasi yang sama.
"Saya merasa itu penting, karena sebagian besar pesan itu berasal dari pria--walau ada juga yang dari wanita--ini fenomena pria ingin mengontrol tubuh wanita."
"Saya sering membuat komentar kontroversial selama bekerja di situs teknologi untuk wanita, namun, saya sangat tersakiti kali ini, karena sangat kasar, menyalahi privasi, dan kejam, dan sangat spesifik dalam menyinggung saya pribadi dan kehidupan profesional saya, bukan lagi masalah memiliki anak yang saya tulis."
Ia juga menyatakan, ia menganggap dirinya dijadikan bulan-bulanan karena ia seorang wanita yang menulis topik yang dianggap "domain pria"--teknologi.
"Hanya sedikit peminat teknologi yang mengenal saya karena saya jurnalis teknologi, dan karenanya ingin menginjak-injak saya," ungkapnya.
"Orang-orang seperti itu tidak suka ada wanita di dunia teknologi, mereka tak suka wanita menulis topik mengenai itu. Secara otomatis, jika Anda seorang wanita, Anda harus bekerja lebih keras dalam mendapat perhatian, hampir-hampir tak ada di antara kita yang mendapatkannya, saya tak kaget.
"Seorang pria berkata ia ingin menggalang dana operasi pengangkatan pita suara saya, sehingga saya tak lagi bisa bicara. Itu membuat saya sakit hati."
Menakjubkan, Anak-anak Ini Dapat Menemukan Ibunya Walaupun Dengan Mata Tertutup
Pandora Jewelry merilis sebuah video berjudul "The Unique Connection," yang menampilkan hal yang tak terduga yang siap menghangatkan hatimu di mana sekelompok anak-anak, usia 3 sampai 9 tahun bersama dengan ibunya berpartisipasi dalam percobaan sederhana.
Setiap anak akan ditutup matanya dan dipandu menuju ke barisan ibu-ibu yang salah satunya adalah ibunya.
Mereka akan mengenali ibunya dengan meraba wajah, tangan, baju dan baunya. Dan tentu saja dengan ikatan batin ibu dan anak :)
Dan akhirnya mereka akan menemukan salah satunya adalah ibu mereka.
Simak videonya yang mengharukan:
Dikira Mati, Gadis China Ternyata 10 Tahun Mengembara Di Warnet
Seorang gadis asal Tiongkok berusia 24 tahun sempat dinyatakan hilang. Dia bahkan telah dianggap meninggal, lantaran tidak pernah kembali ke rumah selama 10 tahun lamanya. Sebuah keajaiban datang pada akhir pekan kemarin.
Ternyata satu dekade silam, gadis yang tidak disebutkan namanya ini bukan meninggal, melainkan kabur dari rumahnya di Hengdian, Provinsi Zhejang, Tiongkok. Dia minggat selepas cekcok hebat dengan sang ibu gara-gara ketahuan membolos. Satu dekade berselang akhirnya kepolisian setempat berhasil menemukan gadis tersebut karena kebetulan kena razia memakai KTP palsu.
Dia ditemukan di warung internet (warnet) di Kota Hangzhou selepas pulang dari stasiun. Dalam pengakuannya, gadis ini menghabiskan waktunya dari mulai makan, tidur, dan bermain game online. Selama rentang waktu tersebut, dia kerap mendapat pemasukan dari sesama gamers yang iba terhadap hidupnya.
Akibat ulahnya memalsu identitas, gadis ini didenda 1.000 yuan atau setara dengan Rp 2,1 juta. Dia kemudian diwajibkan memanggil orangtuanya. Sang ibu yang menangis bisa kembali bertemu putrinya, berjanji tidak akan bertengkar lagi dengan buah hatinya.
Lebih jauh diketahui, Tiongkok pada 2008 menjadi negara pertama penderita kecanduan internet sebagai kelainan. Komunitas Muda Komunis China mengklaim 17 persen dari pemuda usia rata-rata 17 tahun sudah menjadi pecandu internet yang jumlahnya terus meningkat.
Perjalanan Cinta Pasangan Lansia Selama 70 Tahun
Perjalanan cinta pasangan lansia di China ini membuat banyak orang iri. Pasalnya, mereka kini tengah berbahagia karena merayakan ulang tahun pernikahan ke-70.
Cao Yuehua (97), dan istrinya Wang Deyi (98), bernostalgia ke tempat mereka pertama kali mengambil foto untuk pernikahan mereka. Pasangan itu terlihat berpakaian layaknya pengantin baru sambil mengenang ketika mereka mengikat janji suci pernikahan pada tahun 1945 silam.
Ini adalah momen yang sangat emosional bagi keluarga mereka di Chongqing, China, ketika Cao membacakan puisi yang pernah ia tulis untuk istrinya pada tujuh dekade lalu.
"Sayangku, tolong beri saya jawaban pasti, yang akan mencerminkan kisah cinta kita...," Cao membacakan dalam bahasa Inggris.
Putra Cao menuturkan cinta kedua orang tuanya dapat menginspirasi banyak orang. "Saya yakin dengan kisah cinta antara orang tua saya bahwa cinta dapat mengatasi kehidupan, kematian dan waktu."
Kisah cinta mereka pun langsung menjadi perbincangan para pengguna Weibo China, hingga menjadi viral di internet.
"Di tempat yang sama, dari foto hitam-putih dengan yang berwarna-warni. Mereka memegang tangan mereka dan berjalan seperti jauh bersama-sama, tidak peduli itu asam, manis, atau pahit. Ini adalah berkat terbesar dalam hidup," tulis akun @Lanxinmei'er.
"Cinta yang paling indah di dunia. Berharap mereka kebahagiaan dan kesehatan," saut akun @Jingjingyongbaoyangmi.
Video Moge Konvoi Halangi Ambulans Darurat Dikecam Netizen
Sebuah rekaman video amatir konvoi rombongan pengendara motor besar yang menghalangi mobil ambulans yang tengah mengangkut pasien di Gianyar, Bali, beredar di media sosial menuai reaksi.
Dalam video berdurasi 26 detik yang beredar ruas di jejaring sosial dan menuai banyak kecaman dari para netizen. Sopir ambulans beberapa kali menyalakan klakson meminta jalan, namun tidak dihiraukan pengendara moge. Ironisnya, saat itu seorang pasien tengah dalam kondisi kritis yang hendak dibawa ke rumah sakit yang berada di dalam ambulans.
Berikut video rekamannya :
Luar Biasa, Ini Penampakan Saat Tanah Bernafas
Fenomena aneh kembali terjadi di Nova Scotia, Kanada, pada 31 Oktober 2015 lalu. seorang warga bernama Brian Nuttall tidak sengaja merekam tanah yang tampak kembang kempis layaknya paru-paru manusia ketika bernafas.
Rekaman video berdurasi 1 menit 32 detik ini langsung menghebohkan jagad medsos. Dikutip dari akun Manual Petitat di youtube, Brian Nuttal mengatakan "Dan tiba-tiba bumi mulai bernapas di Nova Scotia ini sangat aneh".
Banyak yang menganggap fenomena terjadi karna air dibawah tanah yang meluap sebab lokasi kejadian tidak terlalu jauh dari sebuah danau. ada juga yang bilang bahwa mereka memang hidup dan Brian Nuttall adalah manusia beruntung yang bisa melihat mereka bernafas. penasaran seperti apa? saksikan videonya.
Balita Tidak Makan 1 Minggu Karena Neneknya Meninggal dan Tidak Ada Yang Tahu
Bisa bayangkan bagaimana jadinya jika seorang balita tidak makan atau minum selama 1 minggu? Kita semua tak bisa membayangkannya bukan? Jika sampai balita tak makan dan minum selama satu minggu, sudah bisa dipastikan si balita tersebut akan mengalami masalah pada kesehatannya. Ia mungkin juga akan meninggal dunia karena dehidrasi dan kelaparan.
Kali ini, kisah menggetarkan hati, tragis dan membuat terenyuh datang dari seorang balita yang masih berusia 15 tahun bernama Brier Rose Ineichen. Akhir pekan ini, ia ditemukan di rumahnya dalam keadaan dehidrasi, lemas dan nyaris meninggal. Beberapa bulan terakhir ini Brier tinggal bersama sang nenek Annette Ineichen. Sedangkan sang ibu, Tracy Ineichen berada di penjara untuk menjalani masa hukuman.
Seperti laporan yang ada, penemuan Brier berawal ketika Tracy tak bisa menghubungi sang ibu atau anak di rumah sejak 7 November lalu. Merasa khawatir dengan keadaan keduanya, wanita berusia 28 tahun itupun meminta bantuan sang kekasih yakni Anthony Waldo untuk menjenguk ibu dan anak. Waldo pun akhirnya pergi ke rumah Tracy di Maryville, Tennessee, Amerika Serikat (AS). Di rumah inilah, ia menemukan Brier sedang berada di ranjangnya dalam keadaan yang memprihatinkan.
Waldo menemukan Brier sedang menangis, badannya sangat kurus, ia terkulai lemah tak berdaya, tubuhnya tak terawat dan bibirnya bengkak. Balita malang tersebut juga bau kotoran. Melihat kondisi ini, Waldo lalu mencari sang nenek dan menghubungi polisi setempat juga mengabarkan keadaan ini kepada Tracy. Pria tersebut menemukan nenek Annette di kamar mandi. Ia terbaring di lantai kamar mandi dan ia pun sudah tak bernyawa.
Setelah polisi datang ke rumah, Brier segera dilarikan ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan perawatan maksimal. Di rumah sakit, tim medis mengatakan jika balita 15 bulan tersebut mengalami dehidrasi dan gizi buruk. Sementara itu, polisi masih menyelidiki lebih lanjut penyebab kematian dari nenek Annette yang diperkirakan telah terjadi selama satu minggu. Polisi masih mencari tahu apa penyebab nenek meninggal dan kenapa tak ada orang yang mengetahui akan kondisi ini.
Sungguh kasihan dengan apa yang menimpa Brier ya. Tuhan masih sayang kepadanya, walau tak terawat dan tak makan selama satu minggu, ia masih bisa diselamatkan. Semoga keadaannya pulih dengan baik dan ia bisa kembali sehat seperti sebelumnya. Semoga pula polisi setempat bisa segera menemukan penyebab kematian nenek Annette.
Keasikan Berjemur Bayi Hanyut Ketengah Laut
Seorang bayi mengapung di lautan di Turki setelah orangtuanya melupakan dirinya. Bayi perempuan berumur 10 bulan itu terseret ke tengah laut sementara orangtuanya asyik berjemur di pantai.
Sebelum kejadian, orangtua bayi bernama Melda Ilgin itu, tengah berjemur di tepi pantai Distrik Ayvacik, Provinsi Canakkale, Turki . Sang bayi ditaruh di atas sebuah pelampung khusus anak.
Menurut media setempat, BGN News, tanpa mereka sadari, angin kencang yang bertiup di sekitar pantai membuat sang anak terseret ke tengah laut.
Para pengunjung pantai lainnya yang melihat hal itu langsung berteriak-teriak. Beberapa orang mencoba mengejar ke tengah laut untuk menyelamatkan sang bayi. Namun gelombang yang kuat membuat mereka menyerah. Sampai akhirnya pihak penjaga pantai datang untuk menyelamatkan sang bayi.
Ketika kapal penjaga pantai tiba, sang bayi sudah hanyut ke tengah laut sejauh satu kilometer dari pantai. Beruntung bayi tersebut berhasil diselamatkan oleh seorang petugas penjaga pantai yang loncat dari atas kapal. Bayi itu pun diserahkan kembalil kepada orangtuanya, yang langsung membawanya pergi dari pantai.
Terlalu Cinta, Pria Taiwan Rela Nikahi Abu Kekasihnya
Lai, seorang pria dari Taiwan baru saja kehilangan kekasihnya. Ingin menunjukkan komitmennya sebagai seorang kekasih, pria ini pun memutuskan untuk menikah dengannya, meskipun wanita itu telah dikremasi dan menjadi abu.
Pernikahan itu pun dilaksanakan di desa Hsinchu, Taiwan dan dihadiri oleh keluarga dan juga kerabatnya. Pernikahan seperti ini bukan lah sebuah berita baru di beberapa wilayah Asia. Namun demikian, menikah dengan vas abu yang memakai gaun pengantin mungkin menjadi sebuah hal yang baru.
Video dokumentasi pernikahan tersebut menyebar cepat secara online dan membuat heboh netter. Dalam video tersebut, terlihat Lai mengenakan setelan jas berwarna putih dan sebuah kaca mata hitam.
Dia terlihat memegang erat sebuah tempat abu berwarna emas dan hitam yang mengenakan gaun pengantin di bagian bawahnya. Dia kemudian mengenakan sebuah sarung tangan putih ketika cincin disematkan di jari manisnya.
Terlihat jelas dalam video tersebut orang-orang yang hadir mengusap air mata mereka selama proses pernikahan. Video ini pun berakhir ketika Lai dan "pengantin"nya masuk ke dalam mobil dan kemudian pergi.
Meskipun Galak dan Jarang Tersenyum, Bapak adalah My Hero
Bapak adalah salah satu sosok terhebat dalam keluarga saya. Saya sangat bersyukur Allah SWT memberikan seorang bapak yang luar biasa. Meskipun galak, hatinya lembut terhadap anak-anaknya.
Saya Ugi, salah satu reporter magang di Koran Sindo Batam. Saat ini saya jauh dari kedua orangtua, mereka tinggal di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, bisa dibilang pelosok.
Sejak lahir hingga sekolah dasar (SD) saya tinggal di Desa Titi Akar, saat itu kedekatan antara saya dan bapak tidak seperti sekarang. Sewaktu saya kecil, bapak adalah sosok yang menakutkan, terlebih lagi jika sedang marah. Walau begitu, tidak semua kesalahan saya membuat bapak marah. Dulu sewaktu saya belajar bersepeda dan selalu jatuh, bapak sama sekali tidak marah. Bapak justru menyuruh saya terus mencoba mengayuh sepeda. Tak berselang lama akhirnya saya bisa bersepeda.
Saat saya melanjutkan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Dumai, saya tinggal bersama kakak sulung yang baru menikah. Saya kembali jarang komunikasi dengan bapak, saat itu saya merasa bapak sangat tidak peduli terhadap saya. Bapak terlihat lebih sayang dan peduli terhadap kakak sulung saya, semua keluh kesah saya seolah tidak digubrisnya.
Saya tetap di Dumai saat melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMA) atas permintaan kedua orangtua, karena mereka khawatir terjadi apa-apa terhadap saya. Saya ikuti kemauan mereka meskipun hati saya menolak. Tibalah saatnya Ujian Nasional (UN), waktu itu saya merengek ke bapak agar sepeda motor di kampung dikirim ke Dumai. Saya ingin menggunakan sepeda motor ke sekolah tanpa harus menggunakan angkot. Bapak tidak ingin saya gagal dalam ujian hanya karena sepeda motor, akhirnya permintaan saya dituruti.
Setelah lulus SMA, saya kuliah di UIN SUSKA Pekanbaru, Riau. Saya mengambil jurusan Ilmu Komunikasi, saat itu saya tidak pernah minta pendapat bapak tentang jurusan yang saya ambil. Saya sempat pulang ke rumah karena perkuliahan belum dimulai, hampir sebulan di rumah.
Di rumah, bapak tidak pernah absen nonton berita. Waktu itu entah mengapa saya ikut nonton berita. Saat jeda iklan, bapak bertanya kepada saya, “Jadi kalau seperti itu harus kuliah di luar negeri ya?” Yang dimaksud bapak adalah menjadi presenter berita. Saya mengiyakan, saat itu saya belum mengetahui bahwa jurusan yang saya ambil termasuk dalam jurnalistik.
Setelah sebulan, saya kembali ke Pekanbaru untuk kuliah. Dari sanalah saya dan bapak mulai dekat, kami sering teleponan, curhat tentang kuliah, tentang kegiatan sehari-hari, hingga organisasi yang saya ikuti. Tanpa diminta pendapat pun, bapak sering memberi nasehat. Memang sejak kecil saya dan kedua kakak perempuan dididik keras, harus mandiri, tidak boleh jadi perempuan cengeng, harus tegar, tidak boleh patah semangat, tanamkan dalam hati untuk terus berjuang.
Salah satu nasehat bapak yang membekas di hati,
Bapak tidak bergelimang harta, kita bukan orang kaya. Jadi bapak tidak bisa mewariskan materi, hanya nasehat dan pengalaman hidup bapak yang bapak wariskan. Semoga hidup kamu tidak seperti bapak, semoga kehidupan kamu lebih baik dari orangtua.
Tahun 2010, saya, bapak dan saudara bapak melakukan perjalanan ke Kebumen, Jawa Tengah menggunakan bus. Itu adalah hasil rengekan saya selama beberapa tahun yang akhirnya dituruti. Saat itu, seakan langit penuh pelangi.
Selama perjalanan saya baik-baik aja. Namun selang beberapa hari di kampung kelahiran bapak, saya demam tinggi. Setelah pulang dari ziarah makam eyang putri dan eyang kakung, kami mampir ke rumah salah satu keponakan bapak, saat itu hujan lebat. Bapak melihat saya mondar-mandir, dan setelah mengetahui bahwa badan saya panas tinggi, bapak langsung panik. Bapak sampai memaksa keponakannya memanggil dokter yang bertugas di sana.
Karena hari sudah sore, tidak ada lagi dokter yang buka praktek. Lalu saya dibawa ke rumah pribadi dokter walaupun masih hujan. Itu pertama kalinya saya melihat bapak panik dan khawatir dengan keadaan saya. Sepulang dari rumah dokter, bapak memaksa saya untuk makan banyak, minum air putih yang banyak, tidak boleh makan asam dan pedas.
Sejak itu hingga sekarang, saya sangat dekat dengan bapak. Bapak selalu mengkhawatirkan keadaan saya. Apalagi jika saya sedang sakit atau belum makan, bapak bisa marah tapi marahnya dibalut dengan rasa sayang yang sangat besar.
Tahun 2013 sebelum skripsi saya selesai, saya harus menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL). Alhamdulillah saya bisa PKL di Trans7 Jakarta selama dua bulan bersama dua rekan kuliah. Hampir setiap hari bapak menelepon saya hanya untuk bertanya kabar dan memastikan apakah saya sudah makan atau belum. Bapak terus memberi semangat dan terdengar bahagia saat saya menceritakan hal-hal menarik selama berada di studio maupun di kantor Trans7.
Seminggu sebelum saya kembali ke Pekanbaru, saya sakit karena kelelahan. Sebenarnya saya tidak berniat untuk menceritakannya ke orangtua, tetapi waktu itu tiba-tiba Mak menelepon dan tahu saya sakit. Bapak yang sedang mengiris daging ayam dan mendengar saya sakit langsung teriris jari tangannya. Saya sedih waktu itu, karena saya membuat jari bapak luka karena kaget.
Sejak kecil bapak tidak pernah mengekang saya, saya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan saya sendiri. Tetapi saya pergunakan kesempatan itu sebaik mungkin, saya tidak ingin mengecewakan orangtua.
Bapak...
Terima kasih untuk segalanya,
nasehat serta didikan keras bapak tidak sia-sia,
saya bisa merasakannya sekarang.
Bapak adalah My Hero :)
Aku sangat merindukan bapak, walaupun kita berjauhan tapi rasa sayang ini tidak pernah pudar. Doa untuk bapak terus mengalir, doa bapak untuk saya pun tidak akan berhenti.
Selamat Hari Ayah, selalu jadi hero-ku ya pak,
VIDEO : Keterlaluan, Anak Dilindas Truk 2x, Tidak Ada yg Peduli
Sebuah rekaman video CCTV tentang seorang anak di China usia 2 tahun saat kehilangan ibunya di suatu pertokoan dilindas kendaraan dua kali mengejutkan banyak pihak. Bukan saja karena ia menjadi korban tapi juga bagaimana ada 18 orang pejalan kaki dan pengendara kendaraan mobil dan motor yang tidak perduli. Anak tersebut saat kejadian sedang berjalan-jalan sementara ibunya sedang mengambil pakaian laundry.
Akhirnya hanya ada seorang pemungut sampah yang peduli dan menolongnya. Ibunya pun akhirnya datang. Saat ini kondisi sang anak masih kritis.
Berita yang Diterjemahkan
Bocah perempuan tersebut tertabrak mobil van di kota Fushan Guangdong, Hongkong. Rekaman tersebut menunjukkan mobil van tersebut menabrak, melindas dan kemudian berhenti sejenak dengan tubuh sang bocah di bawahnya. Tak berapa lama kendaraan tersebut kembali melaju dengan melindas kaki sang Bocah.
Video tersebut juga lalu merekam belasan orang yang lalu lalang, biker, peseda, ibu dan anak yang melihat gadis kecil tersebut namun tetap berjalan dan tidak berbuat apapun untuk menolong si gadis kecil. Akhirnya ada seorang pemulung sampah yang menolongnya. Kemudian mencari ibu sang anak dan ibunya kemudian membawanya ke rumah sakit. Namun sayang anak tersebut yang bernama Yue-Yue (menurut Koran setempat) dinyatakan kritis dan batang otaknya dinyatakan mati. Namun masih dalam perawatan rumah sakit.
Dua orang penabrak dan pelindas anak tersebut sudah ditahan polisi Tiongkok. Meskipun demikian hal tersebut telah menyulut kemarahan kalangan penduduk Tingkok. Mereka berpendapat saat ini orang mengacuhkan segala hal kecuali uang. Masyarakat sekarang sangat-sangat kekurangan orang yang punya kebaikan hati dan kesadaran sosial terhadap lingkungannya.
Berikut videonya :
Video : Haru Pria Membuang Makanan di Depan Gelandagan
Berapa banyak makanan yang kita buang sia sia setiap hari? Sementara banyak orang di dekat kita tidak bisa makan bahkan hingga kelaparan.
Contoh kondisi seperti ini terekam dalam video yang diunggah akun Kazim Ale di youtube. Dimana ada seorang pria yang hendak membuang makannya ke dalam tempat sampah lalu dihentikan oleh seorang gelandangan kelaparan. Tanpa malu, pria gelandangan itu meminta makanan yang hendak menjadi 'sampah'.
Usai menerima makanan, gelandangan tersebut beberapa kali mengucap syukur kepada tuhan atas rejeki makanan yang ia adapat.
Tersentuh dengan reaksi gelandangan tersebut, sang pria memutuskan untuk datang kembali. Dan apa yang ia lakukan sungguh menyentuh hati. Berikut video lengkapnya.
Video : Tunjukkan Sisi Lain Gangnam, Video Nenek Penjual Permen Karet Ini Bikin Terharu
Sebuah video merekam nenek penjual permen karet di salah satu stasiun kereta di Gangnam, Korea Selatan.
Banyak orang di dunia ini yang hidup dalam keterbatasan. Mereka membutuhkan sedikit uluran tangan orang lain untuk bisa bertahan hidup.
Salah satunya seperti seorang nenek di Korea Selatan ini. Nenek tersebut sehari-harinya berjualan permen karet di sebuah stasiun kereta di Distrik Gangnam, Seoul.
Nenek tersebut duduk di atas lantai yang dingin sambil sesekali menawarkan dagangannya. Meskipun banyak orang yang lewat, kebanyakan dari mereka acuh dan tidak mempedulikan sang nenek.
Jika dilihat hanya dari satu sisi saja, akan tampak orang-orang zaman sekarang tak punya rasa kepedulian. Namun, video tersebut rupanya merekam hal lain.
Setelah beberapa saat, muncul orang-orang yang mendekati nenek tersebut. Mereka membeli permen karet dan mengajak sang nenek berbincang sejenak.
Nenek itu mengungkap jika ia selalu di usir di tempat lain, namun tidak di stasiun tersebut. Video tersebut membuktikan jika masih banyak orang baik di dunia ini.
Video Rekaman Suasana di Dalam Bus Sebelum Jatuh ke Jurang
Sebuah rekaman CCTV merekam suasana mengerikan di dalam bus sebelum jatu kejurang. Peristiwa naas ini terjadi di Kota Guiyang, Guizhou, Tiongkok.
Bus ini masuk jurang usai sopir kehilangan kendali, gara-gara ia mengemudi sambil memainkan ponselnya. Sopir terkejut ketika bus selip dan panik hingga tak bisa mengendalikan bus.
Satu orang tewas akibat kejadian ini, dan 13 lainnya mengalami luka serius. Berikut video rekaman mengerikan suasana di dalam bus pada detik detik sebelum jatuh ke jurang. (sumber youtube : CCTV News)
Inspirasi : Bocah 11 Tahun Ini Donorkan Organ Tubuhnya Untuk Menyelamatkan 6 Nyawa
Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun asal Tiongkok rela mendonorkan organ-organ tubuhnya untuk menyelamatkan banyak nyawa orang lain.
Bocah bernama Yating itu menderita miastenia sejak musim panas lalu. Dia koma selama 57 hari karena cedera otak yang disebabkan oleh pengobatan tertunda saat ia pingsan di tengah malam hari, pada 13 September lalu.
Dokter berulang kali mengatakan bahwa mustahil bagi Yating untuk bangun lagi. Tak tega melihat putrinya menderita karena penyakit tersebut, orang tua bocah itu bergegas menghubungi hotline donor organ Rumah Sakit Wujing di Beijing.
Orang tua memutuskan untuk menyumbangkan jantung, ginjal, hati, dan kornea mata putrinya untuk membantu orang yang membutuhkan.
Dokter mengatakan organ gadis tersebut kabarnya akan digunakan untuk menyelamatkan nyawa enam orang lain.
Pada bulan Agustus lalu, tercatat ada 1.479 orang yang mendonorkan organnya secara sukarela di Tiongkok.
Ayah Ini Rela Jual Rumah Demi Membahagiakan Putrinya, Salut!
Zhu Chunxie, seorang ayah asal Shanghai, Tiongkok rela menjual rumah senilai Rp 4,2 miliar sekaligus perusahaannya. Hal itu dilakukan demi mengajak putri semata wayangnya, berumur 2 tahun untuk jalan-jalan keliling dunia. Uang tersebut digunakan untuk membeli mobil RV dan sebagian lagi uang saku.
Lelaki keturunan Korea asal Provinsi Jilin itu telah tinggal dan bekerja di Shanghai selama 10 tahun. Bertahun-tahun merintis karier, Zhu sukses mendirikan sebuah perusahaan dan memiliki rumah dengan luas 100 meter persegi.
Pertengahan tahun lalu, dia memutuskan untuk menjual perusahaan berserta rumahnya agar bisa mengajak putrinya keliling dunia. Setelah melakukan persiapan selama tiga bulan, mereka akhirnya berangkat liburan pada Agustus lalu dan berencana kembali ke Shanghai lima tahun lagi.
Zhu mengatakan alasan dirinya melakukan aksi nekat tersebut adalah hanya ingin menghabiskan waktu bersama putrinya dan menjadi sosok ayah yang sempurna. Menurutnya, orangtua saat ini terlalu sibuk untuk sekadar meluangkan waktu bermain bersama anak-anaknya.
"Di mata seorang anak, punya ayah yang selalu menemani mereka selama masa kecil adalah sesuatu yang paling penting," ujar Zhu.
Kendati demikian, Zhu mengakui mobil RV yang dia fungsikan sebagai tempat tinggal tidak senyaman rumahnya terdahulu. Namun dia bersyukur dapat memperkaya pengalaman putri kesayangannya itu melalui perjalanan dengan mengunjungi berbagai tempat baru di penjuru dunia.
Ibu Tolak Beri Maaf Hingga Putrinya Meninggal
Seorang ibu di Saudi tidak mau memberi maaf atas tindakan putrinya yang tidak patuh. Hingga sampai liang lahat pun, sang ibu tidak juga mau memberi maaf.
Penyebabnya, sang putri tidak patuh pada perkataan ibu tersebut dan menikah dengan pria yang jauh lebih tua. Hal itu membuat sang ibu marah besar.
Saat kematian putrinya, ibunya bahkan menolak untuk melayat jenazah anaknya yang disemayamkan di rumah duka. Rumah yang merupakan tempat tinggal menantunya.
Para pelayat memutuskan untuk memasukkan jenazah ke peti jenazah dan membawanya ke rumah ibunya. Sesampai di sana, ibunya tetap tidak mau melihat jenazah sang putri.
"Mereka membawa peti jenazah itu ke rumah ibunya tapi dia tetap menolak melihat jenazah putrinya," tulis harian lokal Okaz tanpa menyebut di mana ibu itu tinggal.
Harian itu melaporkan putri ibu tersebut meninggal akibat kanker, setelah melahirkan beberapa anak. Tidak disebutkan pula berapa usia wanita itu.
Pengantin Wanita Koma Setelah Dilempar Oleh Pendamping Pengantin Namun Tak Berhasil Ditangkap
Hari pernikahan merupakan hari yang super spesial dan bahagia. Dan untuk menambahkan kebahagiaan di hari pernikahan, tak sedikit pasangan pengantin yang melakukan berbagai aktivitas menyenangkan, kejutan yang lucu seperti menggendong pengantin wanita selama berjam-jam atau melempar pengantin wanita ke udara lalu menangkapnya beramai-ramai. Namun sayang, moment bahagia dan lucu ini terkadang justru menjadi malapetaka bagi pengantin seperti yang satu ini.
Pengantin wanita yang terjatuh saat dilempar ke udara
Seorang pengantin wanita mengalami koma dan harus dilarikan ke rumah sakit setelah kepalanya terbentur lantai di hari pernikahannya. Pengantin wanita asal Zaozhuang, Shandong, Tiongkok mengalami gegar otak dan tak sadarkan diri setelah tubuhnya jatuh ke lantai. Jatuhnya pengantin ini sendiri terjadi ketika ia dilempar beramai-ramai ke udara oleh pengiring pengantin sebagai kejutan untuknya. Sayang, para pengiring pengantin ini tak bisa menangkapnya dengan baik.
Tubuh pengantin wanita muda yang tak disebutkan namanya ini langsung jatuh ke lantai. Dan sayangnya, yang jatuh pertama adalah bagian kepala. Pihak keluarga pun langsung panik melihat pengantin wanita tak sadarkan diri. Keluarga pun menghubungi pihak kepolisian setempat untuk meminta tolong. Pengantin muda itu lalu dibawa ke rumah sakit terdekat.
Seorang polisi bernama Zhong Shifeng mengatakan "Kami dihubungi untuk membantu seorang pengantin yang terjatuh dan tak sadarkan diri. Kami disuruh memberikan jalan untuknya agar ia bisa tiba di rumah sakit dengan cepat. Keluarganya meminta polisi lalu lintas mengatur lalu lintas dengan baik agar mereka bisa tiba di rumah sakit dalam waktu sesingkat mungkin dan si pengantin bisa ditolong."
Setelah dirawat beberapa minggu di rumah sakit, kini si pengantin wanita muda tersebut pulih dan kondisinya pun stabil. Semoga insiden seperti ini tak pernah terjadi lagi ya guys :)
Kisah Memilukan, Kakek Ini Bertahun-Tahun Tidur Di Becak Bututnya
Setiap hari pria tua ini tertidur pulas di dalam becak bututnya. Saat dinginnya malam menusuk tulang hanya terpal yang dipakai sebagai pelindung. Sangat miris melihat kakek ini bertahan hidup.
Penampakan kakek itu heboh di sejumlah media sosial setelah Bunda Yusie, melalui akun Facebooknya mengunggah foto. Bunda Yusie menjelaskan bagaimana kehidupan seorang pria tua di Bogor, Jawa Barat, menggantungkan hidupnya pada sebuah becak.
"Buat teman-teman yang mau berbagi nih. Bapak ini penarik becak di sekitar jalan Paledang, Bogor. Dan sudah bertahun-tahun tinggal di becaknya. Tiap malam bapak ini parkir di depan masjid yang berada di samping Cafe Gumati, Bogor (Jalan. Paledang) dan tidur di becaknya," tulis Bunda Yusie,
"Dengan usia se-tua ini, si bapak tidak lantas jadi pengemis, tapi tetap bekerja untuk kebutuhan hidupnya. Dengan cuaca bogor yang rutin hujan, bapak ini tetap setia berteduh di dalam becaknya,"
Bunda Yusie berharap kiranya siapa saja yang terdorong hati untuk berbagi dengan kakek tersebut, bisa langsung meluangkan waktu untuk berkunjung ke Jalan. Paledang, tempat kakek bisa ditemukan.
Pasangan Ini Selalu Berfoto di Setiap Musim. Hingga pada Potret Terakhir, Kisah Ini Terlihat Memilukan
Kisah cinta sejati pasangan lansia ini bikin terharu
Serangkaian foto milik pasangan lansia, Ken Griffiths dan istrinya sempat menjadi viral di dunia maya. Ken dan istrinya berdiri di halaman rumahnya, mereka selalu mengambil foto di setiap pergantian musim. Dari musim panas, musim semi, musim gugur, hingga musim dingin.
Pasangan tersebut berusaha mengabadikan kebersamaan dan menunjukkan betapa kuatnya kesetiaan cinta mereka melalui serangkaian foto. Di dalam foto-foto tersebut, terlihat jelas kebahagiaan yang terpancar di raut wajah keduanya. Namun di lembar akhir rangkaian foto ini, ada cerita memilukan yang tergambarkan.
Inilah 12 rangkaian foto Ken bersama istrinya:
Dan inilah bagian akhir yang sangat memilukan:
Sang istri telah tiada. Namun Ken tetap berfoto pada pergantian musim. Di tempat yang sama dan hanya seorang diri.
Ibu di Cianjur Masak Batu Demi Hilangkan Rasa Lapar Anak
Iyah, 33 tahun, asal Cianjur merupakan potret bagaimana kelompok miskin di Indonesia masih saja terabaikan. Wanita yang merupakan istri dari Andun Suherman, 45 tahun, harus membesarkan tujuh orang putrinya dalam kondisi serba kekurangan.
Bahkan, Iyah sampai memasak batu untuk mengelabui anaknya. Sebab, di rumahnya sudah tidak ada lagi persediaan makanan.
Kisah ini terjadi ketika anak Iyah yang masih kecil merengek lapar. Iyah bingung dan memutuskan memasak batu, berharap anaknya tertidur dan melupakan rasa laparnya.
Kabar tersebut lantas terdengar oleh Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu. Hatinya terenyuh dan segera menemui keluarga Andun dan Iyah.
Guntur lalu memberikan sejumlah bantuan. Tidak hanya makanan, pejabat kepolisian itu juga mengusahakan agar Andun, Iyah dan ketujuh putrinya tinggal di rumah yang layak.
Selama ini, mereka tinggal di gubuk reyot yang berdiri di atas lahan milik orang. Guntur mencoba mendekati pemilik tanah hingga akhirnya sang pemilik tanah merelakan sebagian tanahnya untuk keluarga miskin tersebut.
Guntur membalas kebaikan pemilik tanah dengan menanggung seluruh biaya sertifikasi tanah tersebut. Dalam pengurusan sertifikat dan pemberian bantuan, Guntur dibantu oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cianjur beserta sejumlah donatur.
VIDEO Kisah Menyentuh: Inilah Perbedaan Kehidupan Si Kaya Vs Si Miskin
Bagi kalian yang terlalu banyak mengeluh dalam menjalani hidup, sebaiknya tonton video inspiratif ini
Kita sebagai manusia memang tidak bisa memilih terlahir sebagai orang kaya atau sebagai orang miskin. Namun apapun kondisinya, kita tentu harus rela dan tidak boleh selalu mengeluh.
Sayangnya, masih banyak dari kita yang tidak mensyukuri atas nikmat yang telah diterima. Seringkali kita merasa bahwa kehidupan ini tidak menyenangkan, membosankan, dan terlalu sulit untuk dijalani. Padahal jika mau melihat ke bawah, ada banyak orang yang lebih menderita dan kekurangan dibandingkan kehidupan kita.
Sebuah video berdurasi 1 menit 54 detik ini, menggambarkan kehidupan antara si kaya dan si miskin. Video inspiratif ini berusaha menunjukkan bahwa aktivitas antara si kaya dan si miskin hampir sama, yang membedakan hanyalah fasilitas.
Berikut videonya dan semoga menggugah hati kita yang selama ini membeku:
VIDEO: Kisah Sepasang Sepatu Bekas Yang Akan Membuatmu Menangis
Alkisah seorang guru SD setiap hari merasa jengkel terhadap salah satu muridnya yang selalu terlambat. Walaupun sudah diperingatkan berulang kali, si murid tetap saja terlambat setiap harinya. Akhirnya hukuman pukulan tangan pun tak terelakkan.
Suatu hari karena merasa penasaran, sang guru akhirnya pergi menuju rumah anak tersebut. Sengaja dia datang sebelum bel masuk sekolah dengan tujuan mengetahui alasan keterlambatan muridnya satu itu. Namun sesampai di depan rumah, pemandangan yang menyesakkan dada menyadarkan sang guru.
Pelajaran dari kisah ini adalah untuk selalu bersyukur atas apa yang kita punya karena kita tidak tahu di bawah kita masih ada orang yang membutuhkan. Dan satu lagi kita tidak bisa menghukum anak begitu saja tanpa mengetahui alasan di balik kesalahannya.
Tonton video dari Malaysia di bawah ini. Soundtrack video ini adalah lagu Opick berjudul Rapuh:
Saat Ayah Temukan Anaknya yang Dilempar ke Jurang
Ia selamat setelah mendarat di dedaunan tebal di bawah jembatan. Tetapi dia dinyatakan hilang selama tiga hari sebelum ditemukan oleh ayahnya.
Seorang siswa sekolah dibunuh dengan cara dilempar dari sebuah jembatan setinggi 137 meter di Guatemala. Siswa itu dibunuh karena menolak untuk membunuh seorang sopir bus.
Angel Ariel Escalante Perez, anak laki-laki berusia 12 tahun itu ditemukan tiga hari kemudian oleh ayahnya dan dilarikan ke rumah sakit. Namun sayang, nyawa Angel tidak bisa diselamatkan karena luka-lukanya.
Anak muda itu menceritakan bagaimana sebuah geng di Guatemala City telah menyergapnya saat ia berjalan pulang dari sekolah. Geng tersebut kemudian menyuruhnya membunuh sopir bus secara acak atau bunuh diri.
Tetapi dengan keberaniannya, Angel, yang ayahnya juga seorang sopir bus, menolak untuk ambil bagian dalam kekerasan dan memilih mengorbankan dirinya.
Angel kemudian diberi pilihan dibunuh dengan parang atau dilemparkan dari jembatan. Dan dia memilih yang kedua sebelum dilemparkan dari jembatan Incensio di Guatemala City pada Juli lalu.
Meskipun terjun dari ketinggian 137 meter, Angel selamat setelah mendarat di dedaunan tebal di bawah jembatan. Tetapi dia dinyatakan hilang selama tiga hari sebelum ditemukan oleh ayahnya, Luis Escalante.
Setelah 15 hari dirawat di rumah sakit, Angel yang mengalami luka dalam yang cukup parah akhirnya meninggal dunia.
"Luis mengatakan anaknya telah hilang selama 72 jam. Setelah ditemukan, Angel mengatakan kepada ayahnya bahwa para penculik yang diduga beranggotakan enam orang melempar dia dari jembatan karena menolak untuk membunuh seorang sopir bus," kata Javier Soto, seorang juru bicara pemadam kebakaran Guatemala City.
Aktivis hak asasi manusia setempat Edgar Guerra mengatakan: "Fenomena penggunaan anak-anak di bawah umur untuk melakukan pembunuhan kini semakin sering muncul."
5 Tahun berkeluarga, wanita ini bisa selingkuh tak ketahuan 4 tahun
Menjalani kehidupan rumah tangga memang tak semudah apa yang dibayangkan. Bila tak kuat iman, maka bisa berujung pada perselingkuhan. Penyesalan soal 'main api' ini akhirnya dialami oleh Dewi (bukan nama sebenarnya), salah satu pengusaha di Batam.
Dewi telah mengenal dan berpacaran dengan suaminya selama 5 tahun lamanya. Hingga kini usia pernikahan mereka sudah mencapai usia 12 tahun, tetapi ia telah berselingkuh dengan lelaki lain yang dikenalnya melalui media sosial.
Pada awal perkenalan, lelaki tersebut mengaku berstatus duda. Menurut penuturan Dewi, sebenarnya ia bukanlah tipe wanita yang mudah menanggapi keisengan orang yang belum dikenalnya. Namun, karena kebetulan ternyata mereka satu daerah dan orangtuanya pernah saling kenal, maka pada akhirnya mereka bertukar pin BlackBerry Messenger (BBM) dan intens berkomunikasi.
Bahkan Dewi juga menceritakan mengenai ketidakpuasan yang ia rasakan dalam rumah tangganya pada lelaki tersebut. Hingga akhirnya ia luluh dengan berbagai perhatian dari lelaki itu dan menjalin hubungan selama kurang lebih 4 tahun tanpa sepengetahuan suaminya.
"Saya sebenarnya merasa berdosa pada suami saya. Suami saya sebenarnya orangnya baik, tetapi dia sibuk bekerja dan kami jarang berkomunikasi," kata Dewi menyatakan 'kebutuhannya' akan perhatian dari sang suami, kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa 0-800-1-555-999, beberapa waktu lalu.
Dewi juga menambahkan, bahwa penyesalan terbesar yang dirasakannya adalah karena dia sudah terlanjur berhubungan badan dengan lelaki selingkuhannya itu. Ia begitu ingin meminta maaf kepada suaminya dan memperbaiki semuanya. Dewi jadi benar-benar merasa sakit hati dengan lelaki selingkuhannya karena ternyata setelah ditelusuri pria gelapnya itu sudah menikah dan memiliki anak.
Tetapi entah kenapa Dewi tetap tak bisa lepas dan masih berhubungan dengan lelaki tersebut. Bahkan bukan hanya dirinya, banyak wanita-wanita lain yang juga sudah menjadi korban. Anehnya, seakan sang istri memang telah bekerjasama dan tak peduli dengan apa yang dilakukan suaminya bersama wanita lain, asalkan dia bisa mendapatkan uang.
Selama menjalani hubungan, Dewi juga mengaku sering mentransfer sejumlah uang untuk kebutuhan selingkuhannya dan tak kembali sepeserpun. Ia juga sempat mengajak suaminya mendatangi rumah selingkuhannya untuk bertemu istri dan anaknya dengan dalih ingin mencari batu mulia (akik). Hingga detik ini sang suami belum mengetahui kenyataan bahwa Dewi telah berselingkuh.
Kini seiring dengan perubahan sikap dari suaminya yang mulai mau menjalin komunikasi dan perhatian, Dewi mencoba untuk tak lagi berhubungan dengan selingkuhannya. Ia juga ogah bersikap manis dan malah melontarkan kata-kata yang cukup kasar jika selingkuhannya mengirim pesan.
Sebagai penutup kisahnya, Dewi menitipkan pesan kepada para istri dimana pun berada agar tak sedikit pun memberi celah untuk orang ketiga yang akan merusak rumah tangga. Jika memang memiliki suatu masalah, lebih baik dibicarakan bersama suami dari hati ke hati. Jangan sampai terjerumus dalam perselingkuhan. Selain melakukan dosa besar, nama baik keluarga pun akan ikut tercoreng.
Suamiku, Semudah Inikah Aku Dicampakkan Demi Wanita Lain?
Bercerai, dicampakkan, dan dikhianati, merupakan beberapa ketakutan yang dimiliki setiap manusia, khususnya wanita. Meski dalam beberapa kasus, masalah tersebut hadir dengan peringatan sebelumnya, namun Anda tetap tidak akan siap untuk menghadapinya bukan? Sama halnya dengan Michelle Young, yang membagikan kisah pahitnya pada dailymail.co.uk. Pernikahan yang masih seumur jagung harus berakhir begitu saja saat sang suami mengaku bahwa ia mencintai wanita lain.
Cinta pada pandangan pertama. Itulah yang dirasakan oleh Michelle Young saat pertama kali bertemu dengan Alan Hoffman dalam suatu kencan buta pada Januari 2004 lalu. "Saat itu aku bekerja di Clinton Cards, Basingstoke. Salah satu rekan kerjaku mengenal Alan dan ia memperkenalkan kami berdua karena menurutnya kami akan sangat cocok. Aku dan Alan pun bertemu untuk nonton film di bioskop dan makan malam. Sebagai mantan tentara, Alan sangat supel dan percaya diri. Sementara aku cenderung pemalu. Namun tanpa disangka, komunikasi kami berjalan dengan baik, begitu pula dengan hubungan kami," cerita Michelle.
Pada hari Natal tahun 2004, Alan pun melamar Michelle. "Dia memberiku beberapa kotak dengan berbagai ukuran. Dalam kotak yang paling kecil ada sebuah cincin emas cantik yang dihiasi 3 berlian. Aku sangat gembira dan terharu. Saat itu yang kurasakan adalah rasa tidak sabar untuk segera menikah dengannya," kenangnya.
Lamaran itu terjadi 6 tahun sebelum akhirnya pasangan ini membicarakan tentang pernikahan. "Meskipun aku sedikit gugup, namun aku sudah lama menantikan datangnya hari ini. Alan dan aku akhirnya mengikat tali kasih setelah 7 tahun bertunangan, maka tentu saja ini sangat penting bagiku," cerita Michelle. "Kami hanya mengundang 70 orang yang merupakan keluarga dan teman dekat. Aku mempersiapkan segala sesuatunya sendiri, termasuk membuat undangan, mendekorasi meja, dan mempersiapkan souvenir pernikahan. Aku memilih sendiri gaun dengan potongan leher rendah. Sementara kue pernikahan dipersiapkan oleh rekan kerjaku," tambahnya.
Seharusnya aku sudah tahu dari awal namanya disebut, bukan?
Pada kesempatan itu pula, Alan yang bekerja di sebuah toko meminta izin Michelle untuk mengundang teman-temannya. Menurut Michelle, Alan sering sekali membicarakan rekan kerjanya di toko, jadi Michelle akan senang sekali jika mereka hadir di hari spesialnya. Meskipun Michelle tidak masalah jika Alan mengundang teman-temannya, namun ia merasakan firasat aneh saat Alan mengatakan bahwa Gemma, salah satu rekan kerjanya juga akan hadir.
Alan dan Michelle menikah pada September 2012, dengan 7 pengiring pengantin wanita dan 3 pengiring pengantin pria. "Hari itu sangat mengagumkan, terutama saat kami mengucapkan janji pernikahan di hadapan semua tamu. Meski aku merasa sangat bahagia, namun aku juga tetap menyadari saat beberapa kali Alan menghilang untuk bercengkerama dengan teman-temannya, termasuk Gemma. Beberapa kali aku juga melihat Gemma sedang melirik ke arahku. Aku mencoba untuk menyingkirkan semua pikiran negatif. Aku berusaha meyakini bahwa ia hanya ingin bersikap ramah pada teman-temannya. Selain itu, dia kan baru saja menikahiku," katanya.
Namun tidak lama setelah tinta mengering di buku nikah keduanya, Alan mulai menunjukkan perubahan sikap. Ia tampak mulai menjaga jarak dengan Michelle, bahkan kurang tertarik dalam berhubungan suami istri. "Awalnya aku kira itu karena ia terlalu lelah bekerja. Namun kemudian dia mulai sering menyebutkan nama Gemma dalam percakapan kami. Mereka sangat sering bertemu. Instingku berkata bahwa ada yang tidak beres. Aku tidak ingin membuat masalah dengan berpikiran yang tidak-tidak, namun aku merasa terancam oleh keberadaan Gemma."
"Ia lebih muda, lebih langsing, dan lebih cantik dibanding aku. Aku sangat tidak nyaman jika membayangkan mereka sedang berduaan di rumah kami. Aku pernah menanyakan pada Alan apakah ada sesuatu di antara mereka. Namun Alan justru menertawakan kekhawatiranku. Gemma juga sudah punya kekasih, jadi menurut Alan lucu jika aku bertanya seperti itu. Meski Alan terus menekankan bahwa tidak ada hubungan apa-apa antara ia dan Gemma, tentu saja aku tetap merasa cemburu. Mau tidak mau aku mencoba untuk memendam kekhawatiran ini dalam-dalam," kata Michelle.
"Lalu kekhawatiranku menjadi kenyataan..."
Namun pada Januari 2013, sepulang dari kerja, Alan mengatakan pada Michelle bahwa ada yang perlu dibicarakan. Pada kesempatan itulah Alan mengakui bahwa ia sudah tidak mencintai Michelle lagi. "Ia mengatakan, 'aku tidak mencintaimu lagi', dan itu membuat hatiku hancur berkeping-keping. Ia juga mengatakan bahwa segala sesuatunya terasa tidak tepat kini. Usia kami terpaut cukup jauh, sehingga aku terasa lebih cocok menjadi adik dibanding istrinya. Pengakuannya menghantamku keras-keras, meski aku tahu itu adalah isi hatinya yang sebenarnya. Namun dari cara bicaranya, aku tahu bahwa ia belum mengungkapkan semua isi hatinya. Aku pun bertanya apakah ada wanita lain yang dicintainya? Alan mengangguk. Aku bertanya lagi, apakah wanita itu Gemma? Dan Alan mengangguk lagi. Hatiku semakin hancur," kenang Michelle sedih.
Alan bersumpah bahwa belum ada hubungan apapun dengan Gemma. Namun ia sudah mengakui perasaannya pada Gemma, dan Gemma mengaku bahwa ia memiliki perasaan yang sama. Alan juga mengatakan bahwa ia ingin melihat ke mana hubungannya dengan Gemma berjalan. "Hatiku hancur. Kami baru saja menikah beberapa bulan, namun ia sudah meninggalkan aku demi wanita lain. Ada begitu banyak hal yang aku pikirkan. Aku juga tidak yakin aku bisa mempercayai apa yang ia katakan. Maksudku, bagaimana bisa kamu meninggalkan wanita yang sudah bersamamu selama 8 tahun terakhir demi wanita yang bahkan belum pernah kamu cium? Lebih buruknya lagi, ada beberapa orang yang mengatakan bahwa mereka sering melihat Alan sedang bersama Gemma. Mereka berdua selalu bersama-sama."
Lalu apa yang dilakukan oleh Michelle selanjutnya?
Meskipun patah hati, Michelle mencoba untuk tetap menjaga martabatnya dan menjaga hubungan baik dengan Alan. Michelle bahkan menawarkan diri untuk keluar dari rumah itu, agar Alan tidak perlu pindah. Michelle pun akhirnya keluar dari rumah itu dan tinggal bersama Tomi sahabatnya. Ia masih menjaga komunikasi dengan Alan.
Beberapa bulan kemudian, Alan bercerita bahwa Gemma telah memutuskan hubungan dengan kekasihnya, dan bahwa mereka telah bersama. Sekarang, setelah 2 tahun berlalu, Alan masih bersama Gemma, sementara Michelle sedang menunggu proses perceraiannya selesai.
"Aku mengalami patah hati yang luar biasa saat itu. Bagaimana tidak, pernikahan yang aku kira baik-baik saja, ternyata tiba-tiba harus berakhir. Kini aku sedang berusaha untuk melupakan masalah itu. Namun saat aku melihat foto pernikahanku, dan melihat kami bertiga sedang tersenyum ke arah kamera, hatiku masih terasa sakit," tutupnya.
Di sisi lain, Alan membuat pengakuan yang cukup mengejutkan. Menurutnya, hubungan antara ia dan Michelle sudah berada di ambang kehancuran sebelum mereka menikah. Namun Alan terlalu takut untuk membatalkan pernikahan. Ditambah Michelle sudah habis-habisan mempersiapkan pernikahan mereka dengan total, hingga ia tidak tega untuk membatalkannya. "Aku sudah menyukai Gemma sebelum aku menikah. Namun tak lama setelah menikah, aku dan Gemma menyadari bahwa kami sangat saling menyukai satu sama lain. Sampai akhirnya aku menyadari bahwa meskipun aku telah menikah dengan Michelle, aku tidak ingin hidup bersamanya, karena aku mencintai wanita lain," aku Alan.
Kejam? Mungkin. Kisah ini mengingatkan saya pada pikiran yang dulu pernah saya miliki. 'Bagaimana jika kamu menemukan belahan jiwamu setelah kamu menikah?'. Dan nampaknya ini yang terjadi pada Alan, masuk akal bukan? Jika memang demikian, maka pasti Michelle juga akan segera dipertemukan dengan belahan jiwa yang sesungguhnya. Biarlah kisah ini tetap sekedar menjadi kisah, tanpa harus menimbulkan trauma atau ketakutan bagi Michelle dan pembaca semua.
Kucari Perawat Penyelamat Hidupku Sejak 20 Tahun Lalu, Tak Kusangka Ini yang Terjadi
Orang yang telah berjasa besar menyelamatkan hidup kita akan selalu kita ingat dan kenang. Inilah yang dirasakan oleh Amanda Scarpinati. Wanita yang kini berusia 38 tahun selama 20 tahun mencari seorang perawat. Apa yang sebenarnya ia alami dan apa yang terjadi ketika dirinya masih bayi?
Amanda asal Athens, New York baru berusia 3 bulan ketika ia mengalami luka bakar karena hot-steam vaporizer. Kejadian tersebut terdokumentasi dalam foto hitam putih dengan Amanda yang dipeluk oleh seorang perawat muda. Dan foto tersebut dipublikasikan di laporan tahunan 1977 Albany Medical Center. Hanya saja saat itu nama si perawat tak diketahui dengan jelas.
20 tahun lalu Amanda sudah berusaha untuk melacak keberadaan perawat penyelamat hidupnya tersebut, tapi gagal. Dan tahun ini, ia coba cara lain untuk mencari perawat tersebut, yaitu dengan menggunakan media sosial Facebook. Tak disangka, sebuah keajaiban pun terjadi.
Dikutip dari laman dailymail.co.uk, dalam waktu 12 jam, foto Amanda yang masih bayi dan dipeluk perawat yang diunggah di Facebook langsung dilihat banyak orang. Hingga sampailah foto itu kepada Angela Leary, mantan perawat di Albany Medical Center. Ia mengirim pesan pada Amanda dan memberitahu kalau perawat dalam foto Amanda tersebut bernama Susan Berger yang telah pindah ke wilayah Syracuse bertahun-tahun lalu. Sungguh sebuah kabar yang menjadi titik terang bagi Amanda.
Akhirnya setelah berkomunikasi via telepon, Amanda dan Susan bisa kembali bertemu. "Ya Tuhan, Anda ada di sini! Terima kasih," ujar Amanda. Sementara itu Susan juga sangat senang dan tak menyangka bayi yang ia peluk dulu kini tumbuh jadi wanita dewasa. "Saya tak bisa berkata apa-apa mengetahui ada seseorang yang masih mengingat kejadian itu bertahun-tahun dan menyimpan fotonya seperti yang saya lakukan," ungkap Susan. Susan saat itu baru berusia 21 tahun dan baru lulus kuliah dan bekerja di Albany Medical Center. "Saya mengingatnya. Amanda sangat tenang. Biasanya bayi yang baru selesai operasi akan tidur atau menangis. Tapi ia terlihat begitu tenang dan tidak rewel. Benar-benar luar biasa," cerita Susan.
Amanda kecil dengan bekas luka bakar dulu sering di-bully. Untuk membuat dirinya kembali kuat dan bertahan dengan semua aksi pem-bully-an tersebut, ia selalu melihat foto dirinya yang masih bayi dipeluk perawat itu. "Saya melihat foto itu dan mengajaknya bicara, meski saya tak tahu siapa namanya. Saya merasa nyaman melihat wanita ini yang terlihat sangat tulus merawat saya," kenang Amanda.
"Saya tak tahu pasti apakah ada perawat yang bisa seberuntung ini bisa punya seseorang yang selalu mengingatnya setiap saat. Saya merasa terhormat jadi salah satu perawat yang mewakili perawat lainnya yang pernah merawatnya," kata Susan.
Sungguh kisah yang berakhir bahagia. Orang yang berjasa dalam hidup selamanya memang akan selalu kita kenang.
Langganan:
Komentar (Atom)












































