Kukorbankan Masa Depanku Demi Kesembuhan Adikku Tercinta
Demi orang yang sangat kita sayangi, kita bisa rela berkorban apa saja. Kita bisa melepaskan sesuatu yang begitu penting dalam hidup asalkan bisa membahagiakan orang tercinta. Kita juga bisa rela berjuang apa saja demi menyelamatkan orang yang begitu kita sayangi.
Kisah seorang remaja berusia 17 tahun ini begitu menyentuh. Di saat anak-anak seusianya pergi ke sekolah dan menyiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk universitas, ia malah memutuskan untuk putus sekolah. Remaja asal Guangxi, Tiongkok ini memang sengaja berhenti sekolah supaya ia bisa bekerja. Dengan bekerja, ia bisa membantu biaya pengobatan sang adik.
Tahun 2013 lalu sang adik didiagnosis penyakit leukimia. Keluarga yang tadinya tinggal di pedesaan Jingshan harus pindah ke Nanning supaya bisa lebih dekat ke rumah sakit tempat sang adik menjalani kemoterapi. Orang tua mereka pun harus berhenti bekerja sebagai petani supaya bisa merawat putranya yang baru berusia tiga tahun ini.
Orang tua tak bekerja, otomatis tak ada pemasukan untuk membiayai pengobatan. Akhirnya, sang kakak memutuskan untuk bekerja. Hanya saja karena usianya baru 17 tahun, peluang kerja pun sedikit. Terpaksa ia melakukan pekerjaan serabutan seperti mencetak pintu plastik atau membuat instalasi. Sebulan ia bisa mengantongi 1.000 yuan atau sekitar 2 juta rupiah.
Pada tahun baru Imlek lalu, sang kakak bisa mengumpulkan uang 5.000-6.000 yuan (10-12 juta rupiah) untuk membantu biaya pengobatan adiknya. Sebenarnya sangat disayangkan karena sang kakak seharusnya mempersiapkan diri untuk ke perguruan tinggi. Tapi sebagai seorang kakak, ia mengatakan kepada wartawan kalau saat ini yang paling penting adalah kesehatan adiknya. Ia berharap pengorbanannya untuk berhenti sekolah saat ini bisa dibayar dengan kesembuhan sang adik hingga nantinya adiknya bisa bersekolah sendiri.
Sungguh sangat menyentuh sekali, ya Guys. Sang kakak rela korbankan masa depannya dengan berhenti sekolah demi bisa membiayai pengobatan adik tercinta. Semoga sang adik segera diberi kesembuhan dan sang kakak bisa melanjutkan sekolahnya.
Kisah Inspirasi Nenek Ini Akhirnya Bisa Baca Tulis Di Usianya 100 Tahun
Berbicara mengenai belajar dan memperoleh pendidikan, kapanpun, di manapun dan saat usia berapapun tentu bukan suatu masalah. Ketika seseorang memiliki semangat yang tinggi dan rasa kepercayaan diri yang tinggi, tidak ada kata terlambat untuk belajar serta memperoleh pendidikan.
Seorang nenek berusia 100 tahun di Tiongkok baru saja bisa melakukan baca tulis setelah satu abad sebelumnya buta huruf. Nenek tersebut adalah Zhao Shunjin, dari Hangzou, Tiongkok Timur. Saat usianya yang 100 tahun inilah, untuk pertama kalinya nenek ini bisa menuliskan namanya sendiri.
Luo Rongsheng (70) putra nenek Zhao mengatakan bahwa sang ibu mengutarakan keinginannya untuk belajar membaca dan menulis sejak bulan juni ketika menghadiri acara keluarga.
Agar bisa membaca dan menulis, nenek Zhao yang bekerja sebagai penjual buah di pasar ini melakukan pendidikan intensif di rumahnya. Setidaknya, setiap hari ia menyisihkan waktunya selama 2 jam untuk belajar membaca dan menulis.
Hingga saat ini, nenek Zhao telah mampu menghafal 100 karakter huruf kanji (Tiongkok). Karena semangatnya yang kuat untuk belajar, nenek inipun dikatakan sebagai nenek yang penuh inspirasi. Saat ini, ia pun terbebas dari masalah buta huruf.
Bagi nenek Zhao, usia bukan halangan bagi dirinya untuk bisa membaca dan menulis. Untuk belajar, nenek Zhao terkadang tidak peduli mengenai keterbatasannya.
Jika nenek Zhao yang sudah berusia satu abad saja masih memiliki semangat tinggi agar ia bisa lebih modern dan bisa membaca dan menuulis. Sebagai seseorang yang masih muda, kita juga harus memiliki semangat tinggi untuk dapatkan pendidikan yang lebih baik dan hidup yang lebih bermakna.
Kisah Haru Ibu Tangguh, " Kedua Putra Kembarku Tak Untuk Dicibir "
Perjuangan dan kasih sayang seorang ibu memang sangat luar biasa. Sekalipun buah hatinya tak terlahir sempurna, cinta ibu akan selalu sempurna. Ketika seorang ibu sudah mengerahkan semua jiwa raganya untuk merawat anak-anaknya maka kondisi sesulit apapun pasti bisa teratasi. Seperti kisah seorang ibu bernama Ma Zhiqiun ini.
Ma melahirkan dua putra kembar tanggal 23 Februari 1994. Tak lama setelah melahirkan, Ma mendapat kabar kalau kedua putranya didiagnosis menderita serebral palsi dan autisme karena komplikasi akibat distosia dan kelahiran secara prematur. Ma dan suaminya sangat terkejut dengan kabar tersebut.
Ma memutuskan untuk berhenti bekerja supaya bisa merawat kedua putranya setiap saat. Hidupnya makin berat saat ia bercerai dengan suami yang mengalami depresi. Sejak saat itu, Ma menjadi single mom dan merawat kedua buah hatinya seorang diri.
Si sulung, Zhang Hangjun berbobot 250 kilogram dan menderita obesitas. Sehari-hari ia hanya tergolek di atas tempat tidur dan tak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Ma harus merawat Zhang Hangjun setiap hari dan memenuhi semua kebutuhannya.
Sementara si bungsu, Zhang Yuanjun bisa merawat dirinya sendiri dan sesekali membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah. Zhang Yuanjun memiliki minat di bidang musik sejak kecil. Sejak tahun 2012, Ma selalu menemani Zhang Yuanjun menghadiri kelas piano dan menyanyi gratis di sebuah children's center. Setiap hari mereka menghabiskan waktu tiga jam pulang pergi ke children's center tersebut. Kini, Zhang Yuanjun sudah menguasai beberapa alat musik dan bisa menyanyi dalam bahasa Inggris seperti bahasa Italia dan Rusia.
Ma adalah seorang ibu yang luar biasa. Ia tetap memberikan cinta dan kasih sayangnya pada kedua anak-anaknya di tengah semua keterbatasan dan kesulitan. Ma juga mengajari Zhang Yuanjun untuk bisa merawat kakaknya, "Saya tak bisa hidup selamanya dengan mereka. Saya harap Yuanjun bisa menguasai sejumlah keterampilan lainnya supaya dapat menghidupi dirinya sendiri dan merawat kakaknya di masa depan," ujar Ma.
Benar-benar kisah yang menyentuh, ya Guys. Menjadi orang tua tunggal bukanlah hal mudah. Tapi Ma membuktikan kalau ia mampu menjadi ibu yang baik untuk kedua putranya. Dan, Ma pastinya sudah menginspirasi jutaan ibu lain di dunia ini yang mengalami kondisi serupa.
Kisah di Balik 'Foto Pelukan Terakhir Nenek' yang Menyentuh Hati Jutaan Keluarga
Kehangatan sebuah keluarga tak bisa dibeli dengan cara apapun. Cinta dan kasih sayang dalam keluarga merupakan harta yang paling berharga. Itulah kenapa kita bisa merasa menjadi orang yang paling bahagia jika kita bisa merasakan cinta dari keluarga kita.
Sebuah foto seorang nenek yang berbaring di tempat tidur sambil menggendong cicit perempuannya telah menyentuh hati jutaan keluarga. Nenek bernama Rosa Camfield mendadak populer setelah fotonya tersebar di dunia maya. Namun sayang, beberapa hari setelah foto pelukan terakhirnya kepada sang cicit tersebar di dunia, nenek berusia 101 tahun tersebut wafat.
Nenek Rosa lahir bulan Juni 1913 di Michigan dan meninggal 30 Maret 2015 di Arizona. Foto pelukan terakhir nenek Rosa kepada cicit tercinta telah mendapat jutaan likes dan komentar dari seluruh dunia.
Sarah Hamm (33 tahun), cucu Nenek Rosa mengungkapkan kalau neneknya tersebut sangat pintar, kocak, dan juga punya banyak cerita. Seminggu sebelum Nenek Rosa meninggal, Sarah lah yang mem-posting foto Nenek Rosa bersama Kaylee (putri Sarah sekaligus cicit Nenek Rosa) di internet. "Itu adalah hari ketika Nenek Rosa keluar dari rumah sakit, jadi kami sangat ingin Nenek bisa bertemu dengan cicit perempuannya," jelas Sarah.
Sarah sama sekali tak menyangka kalau foto neneknya tersebut masuk ke Life of Dad. Dalam waktu singkat, foto tersebut mendapat sedikitnya 2,5 juta likes dan di-share lebih dari 78 ribu kali. Wah, benar-benar mengagumkan.
Nenek Rosa memiliki tiga anak, lima cucu, dan sepuluh cicit. Selama hidupnya, Nenek Rosa sudah menikah tiga kali dan bekerja sebagai guru kelas 8 di Ludington Public School. Ketika foto Nenek Rosa tersebar luas di internet, banyak foto baru yang bermunculan menampilkan foto nenek dengan cucu atau cicit kesayangannya.
Bulan November tahun lalu, Nenek Rosa didiagnosis dengan penyakit kanker payudara. Ia pun tinggal dengan salah satu putrinya. Di akhir hayatnya, Nenek Rosa tetap aktif berkegiatan, seperti merajut. Salah satu pesan yang paling diingat oleh Vine, putri Nenek Rosa adalah kalimat ini, "Tersenyumlah, dan segala sesuatunya akan baik-baik saja keesokan harinya." Benar-benar sangat menyentuh sekali kisah Nenek Rosa ini, ya Guys.
Semoga makin banyak keluarga yang senantiasa dilimpahi kebahagiaan dan kasih sayang. Bagi Anda yang masih punya kakek, nenek, atau buyut, mari kita doakan agar beliau semua diberi umur panjang.
Gedung Tua Berubah Menjadi Istana, Impianku Bersama Suami Akhirnya Terwujud
“Rumahku, Istanaku,” adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan rumah sepasang suami istri ini. Dengan kemauan keras, mereka berdua berhasil menyulap sebuah bangunan tua menjadi sebuah istana yang bernilai miliaran rupiah.
Pasangan suami istri yaitu Janet and John Brennan telah menghabiskan waktu selama delapan tahun dan uang miliaran rupiah untuk mengubah sebuah gedung istana tua di Barholm Castle in Dumfries dan Galloway menjadi sebuah rumah istana yang megah. Mereka membeli gedung yang dalam keadaan rusak tersebut seharga £65,000 atau 9 ratus juta rupiah dan menjadikannya istana baru dengan harga £700,000 atau sekitar 9 miliar rupiah.
Rumah tersebut ditransform menjadi sebuah rumah yang sangat bagus lengkap dengan perabotan di dalamnya dengan tetap mempertahankan unsur-unsur sejarahnya. Menurut Janet, biaya yang dikeluarkannya luar biasa besar, tapi ini mereka lakukan karena cinta sehingga tidak ada penyesalan sama sekali di dalamnya. “Ketika orang-orang membeli lapangan golf, kapal mewah, kami membeli istana,” ucap Janet dengan bangga.
Menurut penuturan pasangan yang sama-sama mantan dosen ini, saat itu mereka sedang berjalan-jalan saat menemukan bangunan ini. Saat melihatnya, mereka merasa bahwa mereka jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka juga sangat tertarik dan sering berkunjung ke istana-istana.
Rumah istana itu kini memiliki banyak kamar dengan pemandangan yang menyejukkan, salah satunya pemandangan laut sepanjang Teluk Wigtown. Sebuah ruangan di bawah tanah telah disulap menjadi dapur dan aula utama dijadikan ruang tamu. Karena ingin tetap berkumpul bersama keluarga, pasangan berusia 64 dan 60 tahun tersebut memutuskan untuk menyewakan pada siapa saja yang ingin menikmati nyamannya tinggal di rumah istana.
Ditemukan Pabrik Bayi, Sebagian Terkena AIDS dan Diberi Makan Mie
Banyak desas-desus bahwa di beberapa negara ada yang namanya pabrik bayi. Pabrik tersebut akan memilih para wanita hamil untuk melahirkan di sana dan si bayi akan dibeli untuk di jual kembali. Ternyata, pabrik bayi memang benar adanya. Pihak kepolisian di Tiongkok menemukan 37 bayi terlantar yang ada di pabrik bayi.
Dari 37 Bayi Tak Ada Satupun Yang Sehat
Polisi berhasil mengamankan 37 bayi malang dalam kondisi hidup. Mereka ditemukan dalam sebuah rumah kumuh dengan kondisi memprihatinkan. Bayi yang seharusnya minum ASI justru diberi makan mie dan makanan sisa. Yang menyedihkan, beberapa bayi positif AIDS dan terkena penyakit menular seksual setelah mendapat pemeriksaan kesehatan. Bisa dipastikan bahwa bayi-bayi tersebut mendapat penyakit akibat penularan oleh ibu mereka.
"Tiga puluh tujuh bayi yang baru lahir berhasil kami temukan, tidak ada satupun dari mereka yang sehat. Setidaknya tujuh dari mereka terjangkit penyakit menular seksual dan AIDS," ujar juru bicara Kepolisian Wilayah Shandong, Tiongkok.
Kondisi pabrik bayi begitu mengerikan, jauh dari bersih dan sangat tidak cocok untuk proses melahirkan. Pihak kepolisian sudah mengamankan 103 orang yang terkait dengan pabrik bayi. Penyelidikan menemukan bahwa bayi-bayi tersebut rencananya akan dijual pada orang yang akan mengadopsi.
Wanita Hamil Dibayar Untuk Melahirkan di Pabrik Bayi
Bayi-bayi tersebut didapat dari wanita-wanita hamil yang dibayar agar mau melahirkan di pabrik bayi. Mereka memilih wanita yang membutuhkan uang dan tidak terlalu peduli dengan bayi yang mereka kandung. Rata-rata para wanita itu akan mendapat uang sekitar Rp 100 juta hingga Rp 180 juta untuk sekali melahirkan.
Karena latar belakang si ibu tidakk diperhatikan, maka hampir semua bayi yang lahir memiliki penyakit menular dari ibu mereka.
"Ini adalah bentuk baru dari perdagangan bayi dan anak. Dari bentuk lama dengan menculik anak, sekarang mereka mau membayar para wanita untuk menjual bayinya," lanjut sang juru bicara.
Sejauh ini hukuman terberat yang diberikan untuk mereka yang terlibat perdagangan manusia adalah hukuman mati. Jika seseorang terbukti telah menjual 3 anak, maka hukuman mati ada di depan mata.
Semoga kasus ini segera selesai dan bayi-bayi yang ditemukan mendapat perawatan yang layak.
Demi Selamatkan Ayah, Bocah 10 Tahun Jualan Barang Bekas
Orang tua merupakan seseorang yang berharga dan juga sangat penting bagi seorang anak. Ketika orang tua sakit, anak adalah orang pertama yang merasa khawatir. Hal ini juga dialami oleh seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun di Jiangxi, Tiongkok. Kasih sayangnya yang besar terhadap orang tua dan keluarga membuatnya merasa khawatir sehingga meningkatkan semangat kerja kerasnya terlebih saat ia mengetahui sang ayah didiagnosis sakit leukimia.
Bocah ini bernama Mo Suangyi. Ia merupakan siswa kelas 5 sekolah dasar di daerah tempat tinggalnya. Biaya pengobatan sang ayah diperkirakan tidak kurang dari 600 ribu yuan atau setara dengan 12 miliar rupiah. Keadaan ekonomi keluarga yang serba pas-pasan bahkan nyaris kekurangan membuatnya bekerja keras mengumpulkan kardus dan barang bekas di jalanan untuk dijual.
Rencananya, uang yang diperoleh dari hasil menjual barang bekas akan digunakan sebagai biaya pengobatan sang ayah. Mo adalah bocah yang luar biasa dimana ia juga mengurus semua pekerjaan rumah seperti memasak, menyapu, mengepel lantai, mencuci baju, dan mencuci piring sendiri. Selain mengurus rumah, Mo juga merawat serta menjaga nenek dan adiknya.
Dari hasil menjual barang bekas, Mo mengaku telah mengumpulkan 37 yuan atau setara dengan 720 ribu rupiah. Kepada sang ayah ia mengatakan "Meskipun uang 720 ribu ke 12 miliar sangat jauh, Aku tidak akan menyerah. Aku akan terus berusaha dan bekerja keras mendapatkan uang untuk biaya pengobatan Ayah dan Anda akan baik-baik saja."
Mo Suangyi merupakan salah satu bocah dengan usia yang sangat muda dan berdedikasi tinggi untuk menyelamatkan anggota keluarganya. Ia rela berjuang dan bekerja keras merawat seluruh anggota keluarganya. Ia juga berjuang keras dengan berjualan barang bekas yang dipungutnya di pinggir jalan untuk biaya pengobatan sang ayah.
Bukankah Mo adalah seorang anak yang patut menjadi inspirasi untuk kita? Semoga ayah Mo bisa segera sembuh dari leukimia yang dideritanya dan mereka bisa kembali hidup bahagia. Meskipun perjalanan hidup Mo di usia yang sangat muda sudah terbilang sulit, semoga ia tetap semangat berjuang dan dikelilingi orang-orang yang sayang padanya.
Demi Kesembuhan Nenek, Cucu Berbakti Tempuh Perjalanan Hingga 1000 Kilometer
Terkadang, anak-anak justru mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi seorang yang berbakti pada orang tua. Tidak jarang, karena anak pula kita harus belajar banyak mengenai cinta terhadap keluarga. Anak 10 tahun bernama Shangguan Xi Mu dikatakan sebagai anak paling berbakti kepada orang tua.
Sejak 2 tahun terakhir, Shangguan merelakan dirinya berhenti sekolah dan merawat sang nenek, Shen (62). Tidak hanya merawat sang nenek, bocah 10 tahun ini juga berperan sebagai tulang punggung keluarga dan membiayai seluruh kebutuhan sehari-hari. Sang nenek yang menderita stroke sejak dua tahun lalu menjadikan nenek tidak bisa melakukan apa-apa.
Dan untuk menyambung hidup keluarga, Shangguan menggantikan peran sang nenek. Selama dua tahun terakhir sejak sang nenek didiagnosis stroke, bocah ini bekerja mengumpulkan botol plastik lalu menjualnya agar mendapatkan uang.
Shen diketahui menderita kelumpuhan dengan harapan tipis untuk kembali pulih dan bisa berjalan kembali. Hingga seorang tetangga baik hati menawarkan bantuan untuk membiayai pengobatannya sampai ia sembuh.
Namun, untuk menemukan obat untuk sang nenek. Shangguan harus membawa sang nenek ke kota Jinan di Provinsi Shandong. Itu artinya, ia dan sang nenek harus menempuh perjalanan sejauh 600 mil atau hampir 1000 kilometer karena tempat tinggal mereka adalah di Zhangchun, wilayah timur Cina.
Meskipun ia harus menempuh perjalanan yang teramat jauh, bagi Shangguan itu adalah kewajiban baginya demi kesembuhan sang nenek. Ia mengatakan "Saya hanya memiliki nenek. Kami harus melakukan apapun yang kami bisa dan saat kami bisa. Nenek telah membantu dan merawat saya sejak kecil. Saya merasa bahagia bisa membalas kebaikan nenek sekarang. Ini sudah menjadikan kewajiban saya sebagai cucunya."
Shangguan sendiri diasuh oleh sang nenek sejak ia masih balita. Saat bocah ini berusia 2 tahun, ibunya meninggalkannya. Dan setahun kemudian tepatnya saat ia berusia 3 tahun, sang ayah juga meninggal dunia. Sejak saat kedua orang tua bocah ini tiada, sang neneklah yang merawat dan membesarkannya dengan penuh cinta.
Setelah di rawat di salah satu rumah sakit rehabilitasi di Jinan selama satu bulan, sang nenek menunjukkan pemulihan yang cukup signifikan dan kondisinya semakin membaik. Kini sang nenek sudah bisa berjalan jarak pendek.
Selama menunggu sang nenek di rumah sakit, Shangguan tidur di koridor rumah sakit. Setiap hari ia juga membelikan sayur dan buah segar untuk nenek dari pasar dekat rumah sakit. Bocah ini juga menghabiskan waktunya dengan menggambar menggunakan kertas dan pensil yang telah disediakan perawat rumah sakit. Menggambar adalah hobi Shangguan.
Shangguan dikenal sebagai anak yang ceria, murah hati dan tidak pernah putus asa ataupun mengeluh. Guys, semoga kisah ini menjadi inspirasi untuk kita semua. Sudah menjadi kewajiban bagi anak maupun orang tua saling merawat dan menjaga keluarganya. Semoga sang nenek bisa segera pulih dan Shangguan bisa merasakan bangku sekolah kembali.
14 Tahun Berlalu, Penerima Kado Itu Rupanya Jodohku
Cinta dan jodoh bisa bekerja dengan cara yang sangat misterius dan tak terduga. Bahkan jodoh itu bisa datang pada saat yang tak terduga. Atau malah jodoh itu sebenarnya adalah seseorang yang sudah kita kenal dulu jauh sebelum kita benar-benar bertemu dengannya. Dan kisah yang dialami Tyrel dan Joana Wolfe ini bisa menjadi bukti tentang betapa misteriusnya cara pertemuan jodoh bekerja.
Tahun 2000 lalu, Joana yang tinggal di Manila, Filipina menerima sebuah kado natal. Kado natal itu diberikan oleh seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun bernama Tyrel Wolfe yang tinggal di Idaho. Tyrel juga menyertakan alamat lengkapnya dalam kado tersebut dan membuat Joana menuliskan surat khusus untuk Tyrel sebagai ucapan terima kasih. Sayang, surat itu tak pernah sampai ke tangan Tyrel.
Sebelas tahun kemudian, Joana memutuskan untuk mencari jejak Tyrel. Dengan cara apa? Tak lain adalah dengan menggunakan Facebook.
Pencarian Joana ternyata berbuah manis. Ia bisa menemukan akun Tyrel dan berhasil menjadi teman di Facebook.
Awalnya Tyrel bingung siapakah gadis Filipina yang mengiriminya "friend request". Namun, setelah jadi semakin akrab dan mengobrol, sadarlah Tyrel bahwa Joana adalah gadis cilik yang dulu pernah ia kirimi kado natal.
Yang paling mengejutkan lagi adalah Joana dan Tyrel punya banyak kesamaan. Keduanya suka musik, hobi menyanyi, dan bisa memainkan alat musik. Kemudian Tyrel mulai menabung dan memesan tiket pesawat terbang khusus untuk bertemu dengan Joana.
"Pertama kali aku melihat wajahnya, aku merasakan desir aneh dalam diriku," ungkap Joana. "Aku sangat bahagia sampai-sampai menitikkan air mata."
Tyrel dan Joana pun menghabiskan waktu 10 hari bersama sebelum akhirnya memutuskan untuk menjalani sisa hidup bersama. Setelah melakukan sejumlah prosedur dan bisa mendapatkan visa, Joana akhirnya tiba di Idaho pada bulan September 2014. Keduanya menikah pada tanggal 5 Oktober 2014. Uniknya lagi pasangan ini meminta para tamu untuk hadir dengan membawa kotak-kotak sepatu Natal sebagai kado pernikahan.
Tyrel mengungkapkan bahwa kotak yang ia kirimkan 14 tahun lalu pastilah membuat gadis cilik yang kini jadi istrinya bahagia. Dan ia sama sekali tak menyangka bahwa justru Tyrel sendirilah yang bahagia dengan bingkisan kado yang dulu ia kirimkan, karena ya, kini ia bisa memiliki seorang istri yang cantik jelita. What a sweet story! Kisah mereka benar-benar romantis, ya Guys.
Banjir Pujian, Pria Berkelana Cari Pekerjaan Sambil Gendong Ibunya yang Lumpuh
Pernahkah kita merasa jadi orang yang paling menderita di dunia? Guys, seringkali kita lupa kalau di luar sana ada banyak orang yang lebih susah. Hanya saja mereka masih terus berjuang, tak mau dikalahkan oleh berbagai cobaan hidup yang mereka terima.
Dai Xunwu adalah salah satu contoh orang yang tetap berjuang di tengah semua cobaan yang ia terima. Pria berusia 44 tahun tersebut menerima banyak pujian setelah kisahnya tersebar di dunia maya. Ayah Xunwu wafat ketika ia masih kecil, dan 18 tahun lalu Xunwu ditinggalkan sang istri. Kemudian Ibu Xunwu lumpuh dari pinggul ke bawah karena pernah terjatuh parah di usianya yang ke-68. Sejak itulah, Xunwu menjadi tulang punggung keluarga meskipun ia akan paling bungsu.
Untuk mencukupi kebutuhan ekonomi, merawat sang ibu, dan membayar biaya sekolah putrinya, Xunwu menanam Monk Fruit (buah asal Cina yang ekstraknya 300 kali lebih manis daripada gula), paprika, dan beternak babi. Namun, uang yang didapat belum cukup. Akhirnya, ia memutuskan untuk mencari pekerjaan baru di luar kota, tepatnya di kota Longsheng.
Saat berkelana mencari pekerjaan, Xunwu menggendong ibunya. Perjuangannya mencari pekerjaan tak berjalan mulus. Ia beberapa kali ditolak bekerja di swalayan, restoran, dan konstruksi. Syukurlah ia akhirnya bisa mendapat pekerjaan jadi pengirim air minum kemasan. Setiap satu galon air minum yang dikirim, ia diupah 2 yuan (sekitar 2 ribu rupiah).
Sebagai baktinya kepada ibu tercinta, Xunwu menyiapkan makanan tiga kali sehari dan juga menata tempat tidurnya untuk membuatnya nyaman. “Ibu sudah berjuang keras untuk membesarkan kami semua,” kata Xunwu. “Ibu sudah semakin tua, jadi sekarang giliran saya untuk mencuci bajunya dan membuatkan makanan untuknya.”
Di kota Longsheng, Xunwu tinggal di sebuah rumah bersama sang ibu, putrinya, dan tiga temannya yang lain. Sebelum berangkat kerja, Xunwu akan membantu ibunya ganti baju, menyisir rambutnya, dan menyalakan televisi untuknya. Xunwu juga memotong-motong makanan jadi kecil-kecil untuk mudah dicerna sang ibu, menyuapinya, dan sesekali membelikan permen kesukaannya.
Xunwu benar-benar sosok anak yang sangat berbakti, ya Guys. Ia juga punya pesan untuk semua anak di dunia ini untuk terus berbakti pada orang tua, “Saya harap semua anak bisa membahagiakan hati orang tuanya dan merawatnya dengan baik.” Semoga kita semua bisa menjadi anak yang selalu membuat kedua orang tua kita tersenyum bahagia.
Suami Selingkuh 14 Kali Membuatku Hampir Bunuh Diri
Pernikahan adalah perjalanan panjang antar dua manusia. Jika dalam perjalanan tersebut terdapat kisah perselingkuhan, ada luka yang tersisa. Wanita ini adalah seorang selebritis dari Taiwan. Baru-baru ini dia membuat pengakuan bahwa dia hampir saja bunuh diri saat mengetahui suaminya berkali-kali selingkuh.
Pada tahun 2007, Xiao Zhen menikah dengan seorang dokter bedah plastik bernama Li Jinliang. Dalam 7 tahun pernikahannya, Li Jinliang kedapatan berkali-kali selingkuh. Bahkan dikabarkan pria tersebut telah berselingkuh sebanyak 14 kali. Angka perselingkuhan yang sangat banyak, seolah Li Jinliang tidak pernah kapok melakukan petualangan cinta dengan wanita lain.
Suami Sudah Sering Selingkuh Sebelum Menikah
Xiao Zhen pada akhirnya berpisah dari suaminya di tahun 2014. Pada sebuah acara televisi, wanita tersebut mengaku bahwa dia tahu suaminya gemar selingkuh sebelum menikah, bahkan di malam pesta pernikahan mereka.
"Saya tidak membatalkan pesta pernikahan karena pada saat itu saya berharap dia akan berubah setelah menikah," ujar Xiao Zhen.
Nyatanya, sang suami tidak bisa mengubah tabiat untuk terus berselingkuh setelah menikah, bahkan setelah menjadi seorang ayah. Yang menyedihkan Xiao Zhen berkali-kali mendapati foto suaminya bersama wanita lain.
Sebagai wanita, Xiao Zhen punya keinginan kuat untuk mempertahankan pernikahan, dan membela suaminya dari omongan orang lain. Namun pada akhirnya, wanita ini memutuskan untuk berpisah dan menyerah pada pernikahan yang sudah 7 tahun dibina.
Pernah Ingin Bunuh Diri Karena Tekanan Luar Biasa
Yang mengejutkan, Xiao Zhen mengaku bahwa pernah terlintas untuk bunuh diri dengan lompat dari balkon rumahnya. Tekanan pernikahan dan berkali-kali dicurangi oleh suami membuat wanita ini tertekan luar biasa. Beruntung, Xiao Zhen ingat akan putri kecilnya dan memutuskan untuk melanjutkan hidup.
Saat ini Xiao Zhen mendorong semua orang agar tidak menyerah pada pahitnya hidup. "Selama Anda masih hidup, yakinlah masih ada harapan. Semua hal buruk akan berakhir," ujarnya dengan bijak.
Kisah Nyata Anak Durhaka Dari Singapore
Kisah nyata yang terjadi beberapa dekade lalu ini sempat menghebohkan publik di Singapura hingga sampai melibatkan orang pertama di negeri itu, yaitu PM Lee Kuan Yew. Cerita ini juga sudah tersebar di jejaring sosial.
Tetapi kami mencoba mengangkatnya kembali. Ini sekadar mengingatkan bahwa ada hal lain yang lebih penting dalam hidup kita dibanding kesuksesan dan kemakmuran.
Sebuah Kisah Nyata dari Negeri tetangga Singapura beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di Singapura.
Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan Pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dunia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang Sarjana.
Kemudian setelah anak tunggalnya tersebut menikah, ia minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen Ayahnya yang mewah dan besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal bersama-sama dengannya. Terbayang dibenak orangtua tersebut bahwa apartemen nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika ia mempunyai cucu. Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.
Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara Ayah-Anak-Menantu yang membuat Ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu mewariskankan seluruh harta kekayaan termasuk apartment yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui Notaris terkenal di sana.
Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa akhirnya pada suatu hari mereka bertengkar hebat yang pada akhirnya, anaknya tega mengusir sang Ayah keluar dari apartment mereka yang ia warisi dari Ayahnya.
Karena seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan uang tunai sudah diberikan kepada anaknya, maka mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Road. Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis!
Suatu hari, tanpa disengaja melintas mantan teman bisnisnya dulu dan memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja, si ayah malu dan menjawab bukan, mungkin Anda salah orang, katanya. Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman-temannya yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi orang tersebut. Semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu adalah Mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal.
Dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis tersedu-sedu, menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu.
Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee Kwan Yew Senior.
PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan "Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti kalian" .
Lalu PM Lee memanggil sang Notaris dan saat itu juga surat warisan itu dibatalkan demi hukum!
Dan surat warisan yang sudah baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik yang sudah diwariskan tersebut kembali ke atas nama Ayahnya, bahkan sejak saat itu anak menantu itu dilarang masuk ke Apartment ayahnya.
Mr Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan Kebijakan / Dekrit yaitu "Larangan kepada para orangtua untuk tidak mewariskankan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal. Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka PM Lee membuat Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 tahun bekerja.
Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke Toilet di Changi Airport, Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak. Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak-anak tsb dari kecil diajarkan untuk tau menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.
Sebaliknya, Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya.
Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri,atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.
Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu mengenang saat mereka masih balita, orangtua merekalah yang membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, juga yang memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya ketika mereka sakit.
Kisah Menyentuh Hati, Sepatu untuk Bapak Pemulung
Kita memang tak bisa mengukur seberapa besar kebaikan hati seseorang. Kecuali jika kebaikan itu benar-benar dibuktikan dengan tindakan nyata. Dan, setiap orang punya caranya sendiri untuk berbuat baik.
Foto seorang pria asing di sebuah toko sepatu yang membelikan sepatu untuk seorang pria renta jadi perbincangan di dunia maya. Pria renta itu dikenal sebagai seorang pemulung. Menurut penuturan staf toko sepatu tersebut, bapak pemulung itu memang sehari-harinya bekerja memunguti sampah di jalanan Lan Kwai Fong,Hongkong.
Terlihat ada balutan perban di dahi bapak pemulung tersebut. Staf toko sepatu tersebut berpendapat kalau bapak pemulung tersebut baru saja jatuh dan cedera karena sepatunya sudah tak muat lagi. Membayangkan seorang pria tua renta bekerja sebagai pemulung seperti itu memang benar-benar bikin hati kita sangat tersentuh, ya Guys.
Sampai kemudian seorang pria asing yang bekerja tak jauh dari tempat si bapak tua biasa mengumpulkan sampah itu tergerak hatinya. Awalnya ia menawari bapak pemulung uang agar bisa membeli sepatu. Namun, bapak pemulung itu menolaknya. Tak habis akal, pria asing itu langsung saja membawa bapak pemulung itu ke toko sepatu dan mendapatkan sepatu yang paling pas di kakinya.
Tersentuh dengan kebaikan hati sang pria asing, pihak toko pun memberi tambahan diskon untuk sepatu yang dibeli. Kebaikan yang dilakukan orang lain ternyata bisa menular juga pada orang-orang di sekitarnya.
Semoga makin banyak orang-orang yang mau turun tangan untuk membantu orang lain. Guys, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah berbuat baik hari ini?
Kejam, Anak Ini Diculik dan Buta Karena Bola Mata Diambil Paksa
Sungguh kejam perbuatan penculik dalam kasus ini. Seorang anak di China, Binbin, 6 tahun, kehilangan dua bola matanya. Dia diculik saat bermain, dibius oleh sang pelaku, kemudian si penculik mengambil kedua bola matanya. Polisi menduga kasus kejam ini dilakukan penculik untuk mengambil kornea mata Binbin. Kornea itu dijual pada pasar gelap transplantasi tubuh manusia,
Bola Mata Dicongkel Sang Pelaku
Hati orang tua mana yang tidak perih melihat penderitaan Binbin. Bocah 6 tahun ini tidak bisa lagi melihat karena dua bola matanya hilang. Saat kejadian, Binbin bermain di sekitar rumah. Lama tidak pulang ke rumah, orang tua Binbin mencari putranya. Tiga jam kemudian, Binbin ditemukan di dekat lapangan rumah. Dia menjerit kesakitan dengan wajah penuh darah.
Dengan perasaan hancur, Ayah Binbin mengatakan, "Kami tidak melihat bagian matanya saat menemukan dia, wajahnya penuh dengan darah. Kami pikir dia terjatuh dan menyebabkan wajahnya hancur,"
Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter sangat terkejut karena Binbin sudah tidak memiliki bola mata. "Kelopak matanya terbalik, dan bola matanya sudah tidak ada," lanjut ayah Binbin.
Diduga Kornea Mata Dijual Sangat Mahal Untuk Donor
Polisi langsung mengarahkan kasus ini pada kejahatan penjualan organ tubuh manusia. Jutaan orang yang sedang sakit menunggu kebaikan hati orang lain untuk mendonorkan bagian tubuhnya. Namun tidak semua orang mau mendonorkan tubuhnya. Tidak heran jika mereka yang sedang menunggu donor bersedia membayar berapapun untuk mendapatkan organ tubuh dari orang lain.
Maka, jual beli organ manusia jadi lahan bisnis. Pernah dengar orang yang menjual ginjal demi uang? Selain itu, pengambilan tubuh manusia dengan cara kejam (misalnya pembunuhan untuk diambil organ tertentu) makin sering terjadi. Organ tersebut dijual dengan harga sangat mahal.
"Jangan Menangis, Kami Tidak Akan Mencongkel Matamu!"
Kembali pada kasus Binbin, hingga sekarang, dia menjalani perawatan untuk kesembuhan. Orang tua Binbin tidak bisa berhenti menangis saat menjaga putra mereka di rumah sakit. Polisi masih terus mengejar pelaku dan sindikat penjualan tubuh manusia.
Banyak orang mengecam siapapun pelaku kejahatan ini. Binbin bahkan mengatakan, saat diculik, sang pelaku mengancam, "Jangan menangis, aku tidak akan mencongkel matamu!"
Semoga para polisi dan badan keamanan dunia memperhatikan kasus penjualan organ manusia yang bermodus kejahatan. Alangkah menyedihkan jika nyawa manusia dan masa depan seorang anak dianggap tidak ada harganya demi mendapat uang.
Selamat Jalan.. Balita 5 Tahun Meninggal Setelah Dicambuk Ibunya
Sebagai seorang ibu, melindungi buah hatinya adalah naluri yang alami. Sudah sewajarnya seorang ibu marah jika anaknya terluka. Namun ibu ini justru sebaliknya, dia mencambuk putrinya yang masih berusia 5 tahun hingga meninggal dunia.
Seorang balita perempuan bernama Ho Yan Hui dari Ipoh, Malaysia mengalami koma selama 11 hari setelah dicambuk oleh ibunya, Choong Mee Chin (30 tahun). Tim medis menemukan 100 luka di kepala dan tubuh sang balita. Penyebab luka-luka tersebut adalah cambukan dari Choong Mee Chin pada putrinya yang masih kecil.
11 Hari Koma, Akhirnya Meninggal Dunia
Setelah 11 hari dirawat dan mengalami koma, balita kecil tersebut tidak kuat menahan luka-luka pada tubuhnya. Tubuh kecilnya yang masih lemah meminta takdir lain, yaitu kembali pada pelukan Tuhan Yang Maha Esa.
Choong Mee Chin langsung ditahan atas kekerasan yang dia lakukan pada putrinya. Pengadilan Tinggi Ipoh menjatuhi hukuman 10 tahun penjara dengan rincian, 6 tahun untuk kasus pembunuhan dan 4 tahun untuk tindak kekerasan pada putrinya.
"Balita tersebut sudah jelas mengalami kekerasan fisik konstan di tangan orang yang seharusnya melindunginya," ujar Wakil Jaksa Penuntut Umum.
Masalah Ekonomi Membuat Sang Ibu Gelap Mata
Choong Mee Chin mengakui bahwa dia sering melakukan kekerasan pada putrinya. Memukul dengan rotan setiap kali putrinya dianggap bersalah baginya. Masalah ekonomi dan tekanan rumah tangga membuat wanita tersebut gelap mata dan melampiaskan pada sang putri.
Perlakuan tersebut pada akhirnya membuat Ho Yan Hui mengalami gangguan di kepala dan semua organ dalam tubuhnya juga tidak mampu lagi bekerja maksimal. Tim dokter sudah berusaha menyelamatkan namun nyawanya tak tertolong. Bahkan sebelum koma, Ho Yan Hui mengalami gangguan pertumbuhan sebab sejak sangat kecil mendapat kekerasan dari ibunya sendiri.
"Ada banyak keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi, namun masih sanggup memberi kasih sayang pada anak-anaknya," ujar Hakim Komisaris, Noorin Badaruddin. "Dalam masyarakat kita memang ada pola mendisiplinkan anak, namun anak-anak seharusnya tidak menjadi pelampiasan kemarahan dan emosi orang tua," lanjutnya menyesalkan kejadian ini.
Selamat jalan Ho Yan Hu, Tuhan pasti sudah memelukmu dengan nyaman. Semoga kisah seperti ini tidak terulang kembali. Love your children.
Gaun Pengantin Ini Menyimpan Kisah Cinta Sejati yang Mengharukan
Cinta sejati tak akan bisa luntur dengan mudahnya meskipun maut memisahkan. Sebentuk rasa cinta akan tetap abadi jika ada ketulusan dan keikhlasan di dalamnya. Tak heran kalau banyak kisah cinta yang tetap abadi karena kemurnian perasaan pasangan.
Sebuah gaun pengantin cantik mencuri perhatian. Gaun pengantin ini dulunya dimiliki oleh seorang wanita yang kini telah tiada. Sang suami, pria asal Inggris yang tak mau disebutkan namanya kemudian membuat keputusan yang bijak. Gaun pengantin milik sang istri itu akhirnya disumbangkan melalui St Gemma's Hospice, sebuah toko barang-barang donasi (yang hasil donasinya akan digunakan untuk perawatan para pasien penderita kanker dan penyakit kronis lainnya). Selain itu, sebuah catatan dibuat khusus oleh pria tersebut. Ladies, siapkan tisu Anda sebelum membaca catatan yang ditinggalkan oleh pria ini.
“I wish any lady who takes this dress to have a life with her loved one, 56 years like I did, happy years. I was a lucky man to marry a lady like mine.”
Pria itu ingin agar gaun pengantin milik mendiang istrinya itu bisa dimiliki orang lain. Ia juga dengan tulus berharap agar si pemilik baru nanti bisa memiliki pernikahan yang bahagia dan langgeng, setidaknya bisa bertahan 56 tahun seperti pernikahannya. Terlihat jelas betapa ia bersyukur bisa memiliki istri yang begitu istimewa dan akan selalu ia kenang dalam hidupnya.
Tersentuh dengan catatan tersebut, pihak St Gemma's Hospice lalu mencoba melacak keberadaan pria baik hati itu. Setelah berhasil melacak keberadaannya, perwakilan St Gemma's Hospice memaparkan kalau pria tersebut sangat senang gaun mendiang istrinya bisa menarik perhatian publik.
Kini gaun pengantin bergaya vintage cantik tersebut dijual melalui eBay. Gaun tersebut bahkan sudah ditawar seharga 940 dolar atau sekitar 12,4 juta rupiah. Ada kemungkinan angka penawarannya akan semakin tinggi hingga minggu depan. Wow! Hmm... kira-kira siapa ya yang beruntung mendapatkan gaun tersebut?
Penyakit Itu Telah Merenggut Nyawa Kedua Bayi Kembarku
Orang tua mana yang tak akan sedih saat kehilangan buah hati kesayangan. Apalagi jika usia sang buah hati masih sangat belia. Rasa sedih dan duka lara pasti akan sangat menorehkan luka yang dalam, seperti yang dialami oleh Clare dan Darren ini.
Clare dan Darren begitu bahagia saat mereka bisa memiliki sepasang bayi kembar cantik. Sepasang bayi kembar itu diberi nama Neve dan Belle Boitelle. Namun, kebersamaan mereka dengan sang buah hati berlangsung singkat. Saat baru berusia lima bulan, Neve dan Belle didiagnosis menderita penyakit leukemia limfoblastik akut.
Sebulan setelah didiagnosis, Neve meninggal dunia. Sementara saudara kembar identiknya, Belle sempat dirawat di rumah sakit selama dua tahun. Tapi sayang, saat usianya menginjak 28 bulan, Belle pun meninggal dalam pelukan orang tuanya. "Hati dan perasaan kami rasanya hancur lebur," ungkap Clare. Sebagai seorang ibu, ia sangat sedih kehilangan dua putrinya dalam waktu singkat.
Neve dan Belle lahir prematur tanggal 10 November 2012. Keduanya sempat dirawat intensif di St James's Hospital di Leeds. Saat Neve mulai menolak untuk disusui dan terlihat pucat dengan mata yang menghitam serta terlihat ada memar-memar di kulitnya, Clare dan Darren mulai menaruh curiga. Ketika akhirnya diperiksakan ke dokter, kecurigaan itu terjawab sudah. Mereka tak menyangka kedua bayi mungilnya terkena kanker.
Clare sampai harus keluar dari pekerjaannya sebagai marketing manager untuk merawat kedua buah hatinya. Suaminya juga harus berhenti bekerja sebagai penata rambut demi merawat Neve dan Belle serta mengasuh putra sulung mereka Hiro.
Kini, Clare dan Darren sedang menggalang dana untuk yayasan kanker dan meningkatkan kesadaran serta kewaspadaan akan leukemia limfoblastik akut pada bayi. Mereka melakukan ini demi mengenang kedua putri kecil mereka yang sudah berada di surga. Meski berduka, Clare dan Darren tetap memiliki kepedulian untuk membantu orang lain.
Kisah Tragis Ade Sara, Disetrum dan Dipukul Mantan Pacar Hingga Tewas
Ade Sara Angelina Suroto
Cita-cita gadis cantik berusia 19 tahun, Ade Sara Angelina Suroto untuk melanjutkan sekolahnya ke Jerman pupus sudah. Perbuatan sadis yang dilakukan kepadanya telah menghilangkan nyawa mahasiswi Universitas Budi Mulia ini. Nyawanya harus terenggut hanya karena masalah percintaan remaja yang dialaminya.
Ade Sara dibunuh dengan jalan di setrum dan dipukul di dalam sebuah mobil. Tragisnya, pelaku pembunuhan ini adalah mantan pacarnya sendiri yang juga masih remaja. Hafiz, 19 tega menghabisi nyawa Ade Sara dengan bantuan pacar barunya, Asifah, 19 tahun.
Mayat Ade ditemukan di jalan Tol JORR KM 49, Bekasi Barat. Saat ditemukan, terdapat luka lebam di tangan, kaki, dan leher di tubuh Ade Sara. Di tangannya terdapat gelang Java Jazz Festival. Sedangkan wajahnya membiru dan hampir tidak bisa dikenali.
Ade Sara dikenal sebagai pribadi yang ramah dan supel. Tak heran banyak orang melayat ke rumahnya di Rawangmangun. Berikut beberapa fakta dalam kasus pembunuhan sadis ini .
Sebelum terjadinya pembunuhan, Asifah, kekasih baru Hafiz mengajak Ade Sara untuk bertemu berdua saja di sebuah kafe.
"Asifah kemudian menghubungi Ade Sara untuk mengajak bertemu di sebuah kafe di Gondangdia tanpa ada Hafiz," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto ,Kamis (6/3)..
Kedua gadis itu pun bertemu di kafe, tanpa adanya Hafiz. Kemudian, Hafiz datang dengan memasang wajah polos, seolah-olah tak sengaja bertemu mereka berdua. Mereka bertiga pun akhirnya nongkrong bersama di kafe itu.
Beberapa saat kemudian, Hafiz dan Asifah mengajak Ade untuk pergi dengan menggunakan mobil. Di mobil itulah kedua remaja ini menghabisi nyawa Ade.
Ade Sara. gadis remaja yang ditemukan tewas di Jalan Tol di kawasan Bekasi Barat ini dihabisi mantan pacarnya, Hafiz dengan jalan dipukul dan disetrum dalam sebuah mobil. Hafiz melakukan tindakan sadis ini dengan bantuan pacar barunya, Asifah.
Tak hanya itu, pelaku juga menyumpal mulut korban dengan kertas koran.
"Dengan cara dipukul dan disetrum setelah korban pingsan mulut korban disumpal dengan kertas koran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Kamis (6/3).
Setelah lemas tak bernyawa, mayat Ade kemudian dibuang kedua pelaku di Jalan Tol, Rabu (5/3) pada pukul 04.00 WIB.
Hafiz tega menghabisi nyawa mantan pacarnya sendiri karena dirinya merasa sakit hati pada Ade. Hafiz mengaku tidak terima karena Ade tidak mau berhubungan dan menemui Hafiz lagi.
Sedangkan Asifah takut jika pacarnya, Hafiz kembali jatuh cinta pada Ade. Asifah yang juga teman Ade, karena sma-sama alumni dari SMA 36 Rawangmangun ikut terlibat dalam proses pembunuhan Ade.
Kedua pelaku pembunuhan sadis ini sempat membuat alibi dengan mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Ade Sara. Ucapan itu disampaikan Hafiz melalui sosial media, Path.
"Ya Allah, innalilahiwainalilahirajiun.. Semoga diterima di sisi nya ya Tuhan, maafkan kesalahan," tulis Hafiz mengomentari sebuah pemberitaan di media online tentang kematian Ade Sara. Hafiz menulis postingan itu pada Rabu (5/3) kemarin. Asifah juga sempat melakukan hal serupa pada akun sosial media miliknya.
Hafiz pun melayat jenazah Ade di RSCM, di tempat inilah dia ditangkap oleh polisi. Sementara itu Asifah yang merupakan mahasiswi Universitas Kalbis, Pulomas, Jaktim ditangkap di sekitar kampusnya.
Ade Sara memiliki keinginan untuk melanjutkan sekolahnya ke Jerman. Dia pun tengah belajar Bahasa Jerman di Goethe. Sebelum dinyatakan hilang, keluarga Ade mengatakan dia terakhir kali berpamitan untuk les Bahasa Jerman.
Setelah itu, orangtua Ade putus kontak dengan putrinya tersebut.
"Senin sore, enggak bisa kontak, ditanya teman-teman enggak tahu," kata Iwan, salah seorang tetangga korban.
Pribadi korban dikenal supel dan ramah, bahkan guru-gurunya di sekolah dasar ikut melayat ke rumah duka di Rawangmangun Jakarta Timur.
Cita-cita gadis cantik berusia 19 tahun, Ade Sara Angelina Suroto untuk melanjutkan sekolahnya ke Jerman pupus sudah. Perbuatan sadis yang dilakukan kepadanya telah menghilangkan nyawa mahasiswi Universitas Budi Mulia ini. Nyawanya harus terenggut hanya karena masalah percintaan remaja yang dialaminya.
Ade Sara dibunuh dengan jalan di setrum dan dipukul di dalam sebuah mobil. Tragisnya, pelaku pembunuhan ini adalah mantan pacarnya sendiri yang juga masih remaja. Hafiz, 19 tega menghabisi nyawa Ade Sara dengan bantuan pacar barunya, Asifah, 19 tahun.
Mayat Ade ditemukan di jalan Tol JORR KM 49, Bekasi Barat. Saat ditemukan, terdapat luka lebam di tangan, kaki, dan leher di tubuh Ade Sara. Di tangannya terdapat gelang Java Jazz Festival. Sedangkan wajahnya membiru dan hampir tidak bisa dikenali.
Ade Sara dikenal sebagai pribadi yang ramah dan supel. Tak heran banyak orang melayat ke rumahnya di Rawangmangun. Berikut beberapa fakta dalam kasus pembunuhan sadis ini .
Sebelum terjadinya pembunuhan, Asifah, kekasih baru Hafiz mengajak Ade Sara untuk bertemu berdua saja di sebuah kafe.
"Asifah kemudian menghubungi Ade Sara untuk mengajak bertemu di sebuah kafe di Gondangdia tanpa ada Hafiz," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto ,Kamis (6/3)..
Kedua gadis itu pun bertemu di kafe, tanpa adanya Hafiz. Kemudian, Hafiz datang dengan memasang wajah polos, seolah-olah tak sengaja bertemu mereka berdua. Mereka bertiga pun akhirnya nongkrong bersama di kafe itu.
Beberapa saat kemudian, Hafiz dan Asifah mengajak Ade untuk pergi dengan menggunakan mobil. Di mobil itulah kedua remaja ini menghabisi nyawa Ade.
Ade Sara. gadis remaja yang ditemukan tewas di Jalan Tol di kawasan Bekasi Barat ini dihabisi mantan pacarnya, Hafiz dengan jalan dipukul dan disetrum dalam sebuah mobil. Hafiz melakukan tindakan sadis ini dengan bantuan pacar barunya, Asifah.
Tak hanya itu, pelaku juga menyumpal mulut korban dengan kertas koran.
"Dengan cara dipukul dan disetrum setelah korban pingsan mulut korban disumpal dengan kertas koran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Kamis (6/3).
Setelah lemas tak bernyawa, mayat Ade kemudian dibuang kedua pelaku di Jalan Tol, Rabu (5/3) pada pukul 04.00 WIB.
Hafiz tega menghabisi nyawa mantan pacarnya sendiri karena dirinya merasa sakit hati pada Ade. Hafiz mengaku tidak terima karena Ade tidak mau berhubungan dan menemui Hafiz lagi.
Sedangkan Asifah takut jika pacarnya, Hafiz kembali jatuh cinta pada Ade. Asifah yang juga teman Ade, karena sma-sama alumni dari SMA 36 Rawangmangun ikut terlibat dalam proses pembunuhan Ade.
Kedua pelaku pembunuhan sadis ini sempat membuat alibi dengan mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Ade Sara. Ucapan itu disampaikan Hafiz melalui sosial media, Path.
"Ya Allah, innalilahiwainalilahirajiun.. Semoga diterima di sisi nya ya Tuhan, maafkan kesalahan," tulis Hafiz mengomentari sebuah pemberitaan di media online tentang kematian Ade Sara. Hafiz menulis postingan itu pada Rabu (5/3) kemarin. Asifah juga sempat melakukan hal serupa pada akun sosial media miliknya.
Hafiz pun melayat jenazah Ade di RSCM, di tempat inilah dia ditangkap oleh polisi. Sementara itu Asifah yang merupakan mahasiswi Universitas Kalbis, Pulomas, Jaktim ditangkap di sekitar kampusnya.
Ade Sara memiliki keinginan untuk melanjutkan sekolahnya ke Jerman. Dia pun tengah belajar Bahasa Jerman di Goethe. Sebelum dinyatakan hilang, keluarga Ade mengatakan dia terakhir kali berpamitan untuk les Bahasa Jerman.
Setelah itu, orangtua Ade putus kontak dengan putrinya tersebut.
"Senin sore, enggak bisa kontak, ditanya teman-teman enggak tahu," kata Iwan, salah seorang tetangga korban.
Pribadi korban dikenal supel dan ramah, bahkan guru-gurunya di sekolah dasar ikut melayat ke rumah duka di Rawangmangun Jakarta Timur.
Menulis Kaligrafi dengan Kepala, Perjuangan Ayah Difabel Biayai Sekolah Anaknya
Fisik tak sempurna bukan halangan bagi pria ini untuk tetap bekerja keras. Meski ia sudah kehilangan sebelah lengan dan kakinya karena ledakan di pabrik tempat ia bekerja saat itu, ia tetap gigih luar biasa untuk bertahan hidup. Walau memiliki kekurangan fisik, ia tak kenal lelah bekerja untuk membiayai sekolah anak-anaknya. Guys, mungkin kisah ini akan membuat Anda kembali teringat dengan sosok ayah Anda sendiri yang telah berjuang demi Anda.
Mr. Chen, pria berusia 61 tahun ini dan sang istri mengalami cacat tubuh akibat ledakan besar di pabrik kembang api tempat mereka dulu bekerja tahun 2001 di Guizhou, Cina. Sejak saat itu Mr. Chen beralih profesi jadi seniman jalanan dengan membuat karya kaligrafi. Karena ia sudah kehilangan sebelah tangannya, bukan hal mudah baginya untuk menulis. Ia pun menggunakan kepalanya untuk membuat karya kaligrafi yang berisi puisi-puisi klasik.
Dari hasil penjualan karya kaligrafi tersebut, Mr. Chen ingin bisa membiayai biaya sekolah kedua anaknya hingga tinggi. Putranya saat ini duduk di bangku SMP. Sementara putrinya sudah kuliah dan tinggal terpisah.
Mr. Chen menggunakan kuas yang diikatkan di topinya. Kemudian ia tengkurap menghadap kertas yang akan ia tulisi. Agar kertas tersebut tak terbang tersapu angin, ia gunakan batu sebagai penahan. Seni kaligrafi kuno memang masih banyak dibuat oleh masyarakat Cina dan telah berusia lebih dari 2.000 tahun.
Sungguh besar sekali perjuangan Mr. Chen demi tetap bisa membiayai sekolah anak-anaknya. Seorang ayah pasti akan melakukan yang terbaik demi keluarga dan kesejahteraan buah hatinya.
Setiap tetes keringat ayah menjadi bukti cintanya pada kita sebagai anak. Guys, jangan lupa untuk terus mendoakan yang terbaik untuk ayah kita, ya. Selama kita hidup, sudah tugas dan tanggung jawab kita untuk berbakti padanya.
Kisah Cinta Mengharukan Seorang Pengidap ALS Yang Menikahi Perawatnya
Hollie dan Adam pertama kali bertemu di tempat dokter, dimana Hollie bekerja, di California. Adam yang didiagnosa menderita penyakit Lyme, salah satu penyakit di bagian otak harus menjalani terapi khusus di tempat dokter tersebut selama 2-3 kali dalam seminggu. Karena itulah mereka berdua sangat sering berjumpa dan menjadi teman.
Karena frekuensi bertemu yang cukup rutin dan sering keduanya mulai berbagi kisah. Hollie, tentang perceraiannya dan putra tunggalnya, Joshua. Dan Adam tentang riwayat penyakit ALS ( amyotrophic lateral sclerosis) di keluarganya, khususnya sang ayah.
Adam kemudian menyatakan bahwa saat bersama dengan Hollie, saat Hollie merawatnya, merupakan saat terbaik dalam hidupnya. Dia pun kemudian bertekad untuk menjalani hubungan serius dengan Hollie, dia pun menaruh minat yang besar pada putra Hollie karena dirinya tidak memiliki anak.
Pada akhirnya, Adam pun didiagnosa menderita ALS, penyakit kerusakan syaraf, yang berada di balik gerakan Ice Bucket Challenge yang populer itu. Setelah menerima vonis dokter itu, dia berkata pada Hollie, "Aku ingin hari terakhirku melihat wajahmu, mencium bibirmu, tidur di sampingmu. Aku mengerti jika kau tidak ingin semua beban ini di pundakmu. Tetapi, jika kamu menginginkanku, Aku ingin menikah denganmu," ungkap Adam pada Hollie.
Tanpa ragu, Hollie menyetujui lamaran Adam untuk menjadi istrinya dan merawatnya. Akhirnya dengan Adam duduk pada kursi rodanya, mereka berdua menikah dalam suasana pernikahan di luar ruangan yang romantis.
Sayangnya kebahagiaan pernikahan mereka hanya berlangsung singkat. Pasangan yang menikah di tahun 2012 ini harus berpisah, lantaran Adam harus dipanggil Yang Kuasa terlebih dahulu di tahun 2013.
Anak Durhaka Dibesarkan Dengan Cinta Tetapi Membunuh dan Memakan Orang Tuanya
Bagi semua orang, seseorang paling berharga dalam hidup adalah orang tua. Tanpa kasih sayang dari orang tua, tidak mungkin seseorang akan tumbuh dan berkembang hingga dewasa. Namun, rupanya saat ini tidak sedikit orang-orang yang gelap mata dan tak memiliki perasaan hingga tega membunuh, memutilasi bahkan memasak kedua orang tua yang telah merawat dan membesarkannya.
Tepat di hari senin 23/3/2015 seorang pria bernama Henry Chau dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Hukuman ini adalah ganjaran baginya yang telah membunuh dan memasak kedua orang tuanya pada tahun 2013 lalu. Pembunuhan sadis itu dikatakan telah mengguncang kota Hongkong pada Maret 2013.
Pembunuhan terungkap ketika ke dua orang tuanya Chau Wing-Ki (65) dan istrinya Siu Yet-Yee (62) dinyatakan hilang. Namun, setelah beberapa hari, orang tua ini ditemukan di dalam dua lemari es dalam apartemen tempat tinggal Henry Chau.
Sebelumnya, Henry menyangkal telah membunuh ke dua orang tuanya dan membuat kesaksian palsu. Ia mengatakan bahwa ke dua orang tuanya sedang pergi ke Cina. Tapi, setelah diselidiki lebih lanjut, potongan kepala kedua orang tuanya ditemukan di dua lemari es milik Henry di apartemennya.
Tidak hanya sampai di situ, beberapa bagian tubuh lain ke dua orang tuanya juga telah dicincang dan dimasak. Bahkan Henry telah menyiapkannya bersama nasi dan digunakannya sebagai bekal makan. Polisi juga menemukan anggota tubuh lain di tempat sampah.
Hakim di pengadilan yang memutuskan hukuman untuk Henry yakni Stuart-Moore mengatakan apa yang dilakukan Henry benar-benar perbuatan yang sangat sadis dan kejam. Hakim juga mengatakan bahwa Henry adalah seseorang yang sangat berbahaya. Henry terbukti bersalah dan pantas dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Selain bukti berupa mayat dari orang tuanya, bukti kuat lain yang memberatkan hukuman Henry adalah pesan singkatnya kepada salah satu teman. Dimana pesan singkat tersebut menyatakan bahwa Henry telah membunuh kedua orang tuanya tanpa ampun dan rasa belas kasihan sedikitpun.
Selama sidang penentuan vonis di pengadilan tinggi Hongkong, Henry menceritakan bagaimana ia membunuh dan memutilasi kedua orang tuanya. Ia juga menceritakan bagaimana ia menggarami dan membumbui potongan tubuh kedua orang tuanya sebelum ia memasaknya serta menyiapkannya sebagai bekal makan.
Apa yang dilakukan Henry sungguh sadis. Bahkan beberapa orang dan hakim yang ada di pengadilan menganggap bahwa Henry adalah seorang psikopat. Guys, semoga hukuman seumur hidup penjara bisa membuat Henry menyesali perbuatannya. Dan semoga, tidak ada anak durhaka lain di dunia ini apalagi anak yang tega membunuh, memutilasi dan memasak kedua orang tuanya.
Kusimpan Suratnya Selama 14 Tahun dan Kini Ia Jadi Istriku
Pertemuan dengan jodoh bisa terjadi dengan cara yang misterius dan tak terduga. Bisa jadi jodoh kita adalah orang yang benar-benar asing. Bisa juga orang terdekat. Atau mungkin orang dari masa lalu kita sendiri. Kita tak pernah menyangka bahwa seseorang itu jodoh kita sampai kita benar-benar bertatap muka dengannya langsung. Seperti yang dialami oleh Piper Goodeve (35) dan Gabriel Vaughan (36).
Berawal dari Saling Berbalas Surat
Perkenalan Piper dan Gabriel pertama kali terjadi pada tahun 1994. Saat itu Piper yang berusia 14 tahun tinggal di New Hampshire sementara Gabriel yang berusia 15 tahun tinggal di Massachusetts, keduanya adalah sahabat pena. Dari kegiatan saling berbalas surat tersebut, mereka pernah bertatap muka satu kali dan rupanya mereka sama-sama memiliki ambisi di dunia akting yang sama.
Ketika masih remaja, Piper dan Gabriel sama-sama menyukai Shakespeare dan punya mimpi menjadi aktor. Sampai teman-teman mereka mengenalkan mereka melalui pena dan kertas--ya, karena dulu akses internet tak semudah sekarang. Dan itulah awal mula mereka menjadi sahabat pena.
"Empat tahun menjadi sahabat pena, Piper dan Gabriel hilang kontak. Selama 14 tahun mereka sibuk dengan aktivitas masing-masing. Tapi rupanya mereka sama-sama belajar akting di London dan tinggal terpisah hanya tiga blok saja di Brooklyn, New York."
Surat yang Masih Disimpan Selama 14 Tahun
Setelah 14 tahun berlalu, Piper dan Gabriel sama-sama tidak tahu kalau ternyata mereka tinggal berdekatan. Hingga pada tahun 2011, keduanya bergabung di OkCupid. Lalu Gabriel menemukan profil Piper dan menemukan kecocokan sebesar 94 persen. Hanya saja saat itu Gabriel tidak menyadari bahwa Piper adalah gadis yang dulu merupakan sahabat penanya karena Piper menggunakan nama samaran untuk profilnya.
Gabriel langsung menyapa Piper di OkCupid, "Hei, maukah kau pergi berkencan denganku?" kenang Gabriel. Dan tak lama kemudian Piper membalasnya, "Gabe! Ini Piper! Sahabat penamu!" Piper langsung tahu bahwa orang yang menyapanya itu adalah Gabriel karena Gabriel menggunakan nama aslinya.
Sejak itu, mereka kembali bertemu. Dan ketika mereka pergi ke apartemen Gabriel dan Gabriel mengeluarkan binder berwarna ungu dari lemarinya dengan tulisan 'Piper G', barulah tahu kalau ternyata Gabriel menyimpan semua surat yang ia terima dari Piper. Tak lama kemudian, mereka jatuh cinta dan Gabriel melamar Piper pada bulan Oktober 2013.
Kini Piper dan Gabriel sudah menjadi pasangan suami istri dan tinggal di Brooklyn. Benar apa kata pepatah, jika sudah jodoh ya tak akan ke mana. Meskipun Piper dan Gabriel sempat putus kontak selama 14 tahun dan sama-sama tidak tahu kalau ternyata mereka tinggal berdekatan, jika sudah memang ditakdirkan untuk berjodoh, mereka pun bisa kembali berjumpa. Ladies, kalau menurut Anda sendiri, apa sih jodoh itu?
Duka Ayah Saat Tahu Anaknya Meninggal di Tangan Pacar Baru Sang Istri
Ayah mana yang tak akan sedih ketika melihat buah hati tercintanya meninggal, terlebih meninggalnya karena dibunuh. Bisa dipastikan, setiap ayah yang sayang dan cinta dengan keluarga akan sangat kecewa, sedih serta mengalami duka mendalam mengetahui buah hatinya meninggal dibunuh.
Seorang ayah bernama James JJ Sieger dari Georgia, tengah dirundung duka mendalam ketika menerima kenyataan bahwa buah hati yang dicintainya meninggal dunia. Lebih menyedihkan, buah hatinya tersebut meninggal justru di tangan seorang pria yang diketahui adalah pacar baru sang istri (Jasmine Bridgeman).
Buah hati Sieger bersama sang istri diketahui bernama JJ. Balita malang itu sendiri telah berusia 2 tahun. Pada hari senin (11/05/15) balita malang ini menghembuskan nafas terakhir di sebuah rumah sakit di Layton, Utah, di samping ayah tercinta.
Sebelum meninggal dunia, JJ diketahui telah dianiaya oleh pacar baru sang ibu yang bernama Joshua Schoenenberger. Penganiayaan terjadi karena JJ telah kencing dan buang air besar saat sang ibu memandikannya. Pada saat itu, sang ibu meminta bantuan pada Joshua. Tapi sayang, JJ kencing dan buang air besar saat Joshua memegangnya untuk mandi.
Merasa jijik dan marah, tanpa pikir panjang Joshua lalu melumuri JJ dengan kotorannya sendiri serta melemparnya di lantai kamar mandi hingga tubuhnya memar. Tak hanya sampai di situ, ia juga menginjak tubuh balita malang tersebut hingga ia tak sadarkan diri.
Melihat kondisi JJ yang memprihatikan, Bridgeman dan Joshua membawanya ke rumah sakit di Layton, Utah. Karena luka yang cukup serius dan kondisi kesehatan JJ yang semakin memburuk, nyawanya tak bisa diselamatkan.
Sieger mengatakan bahwa ia dan sang istri telah berpisah selama lebih dari 4 bulan terakhir. 4 bulan yang lalu, Bridgeman meninggalkannya dan membawa sang buah hati JJ. Sejak ia meninggalkan rumah, Sieger tak pernah tahu dimana Bridgeman tinggal. Hingga beberapa waktu terakhir, ia menemukan sang istri yang tinggal di Utah. Sieger sendiri saat ini sedang mencoba meminta hak asuh atas JJ.
Tapi sayang, sebelum hak asuh itu dimenangkan oleh Sieger, ia mengetahui kenyataan bahwa buah hatinya telah meninggal dunia. Sieger merasa sangat kecewa sekaligus sedih dengan apa yang menimpa buah hatinya. Pasalnya, ia sedang memperjuangkan hak asuh buah hati karena tahu sang ibu tak serius merawat JJ. Ia ingin buah hati yang dicintainya merasa bahagia dan bisa tumbuh kembang dengan baik seperti anak-anak pada umumnya.
Atas kasus ini, Bridgeman dan sang pacar baru Joshua sedang diperiksa polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Guys, semoga saja Bridgeman dan sang pacar mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang mereka perbuat. Semoga pula ayah Sieger selalu tabah dan sabar menerima kenyataan bahwa buah hati telah tiada. Semoga peristiwa seperti ini tidak pernah terjadi ya..
LiYuan Yuan Anak Yang Berbakti, Rela Memanggul Ibu Seumur Hidup
Li Yuanyuan sudah harus berjuang merawat ibunya sejak usianya masih 7 tahun. Kejadian itu berawal dari sebuah kecelakaan lalu lintas yang membuat sang ibu mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya.
Saat ibunya lumpuh, sang ayah justru menghilang dari kehidupan keluarga. Dalam situasi inilah, Yuanyuan mulai mengemban tugas untuk kelangsungan hidup keluarganya.
Saat masih usia 7 tahun, gadis ini sudah harus bekerja keras dengan menjadi seorang pemulung. Dan semua uang penghasilannya digunakan untuk merawat sang ibu.
Sang ibu, selain lumpuh juga sering mengalami kejang otot, karena sepanjang waktu hanya bisa berebahan. Dalam keadaan sakit inilah, Yuanyuan menunjukkan baktinya bagi sang ibu.
Setiap kali sang ibu keluar masuk rumah sakit untuk perawatannya, Yuanyuan, gadis yang tinggal di Changchun, Tiongkok ini, selalu menemani sang ibu. Dengan penuh pengabdian yang luar biasa, Yuanyuan memanggul sang ibu diatas punggungnya. Bukan hanya sekali dua kali, tanpa terasa, Yuanyuan sudah memanggul ibunya selama 21 tahun lebih.
Bahkan sampai sekarang, saat Yuanyuan sudah menikah dan sudah memiliki anak, pengabdiannya pada sang ibu tidak pernah berkurang. Setiap kali, saat ibunya harus berobat ke rumah sakit, Yuanyuan masih memanggul sang ibu dipunggungnya sambil menggendong sang anak di dadanya.
Sang ibu mengakui, meski hidup dalam keadaan menderita selama 21 tahun ini, namun dia sangat puas. Sang ibu menyatakan bahwa dia merasa dirinya sungguh-sungguh dapat menikmati kehangatan kasih dalam keluarga.
Yuanyuan sendiri mengungkapkan, selama 21 tahun ini, dirinya sangat bahagia. Yuanyuan bersyukur karena dia adalah seorang anak yang masih memiliki seorang ibu. Luar biasa!
Renungan
Kasih yang sungguh adalah kasih yang memberi tanpa mengeluh, berkorban tanpa pamrih dan mengabdi dalam kesetiaan. Kasih yang sungguh mampu mengatasi keterbatasan dengan ketakterbatasan hati yang rela berbakti. Bagaimana wujud kasih cinta, bakti, dan abdi kita bagi ibu kita?
Kasihan, Anak Sakit Parah ke Rumah Sakit Sendiri Saat Orang Tua Bekerja
Kita tentunya pernah mendengar penyakit yang dinamakan thalassemia. Namun, belum banyak orang yang mengetahui apa sebenarnya penyakit ini. Penyakit ini memang mengakibatkan kematian jika tidak mendapatkan perawatan yang benar.
Thalassemia adalah kelainan darah yang sifatnya menurun (genetik). Sel darah merah yang diproduksi penderita thalassemia ini akan pecah sebelum waktunya. Pada kondisi normal dalam waktu sekitar tiga bulan sel darah merah akan pecah untuk digantikan sel darah merah yang baru. Pada penderita thalassemia ini sel darah merah sudah pecah sebelum tiga bulan, sehingga dia akan kekurangan sel darah merah. Sel yang pecah ini bersifat tidak normal.
Liang Daiwen (13) asal Liujiang, provinsi Guangxi Zhuang, China menderita penyakit beta thalassemia. Tiap bulan Daiwen harus pergi ke rumah sakit seorang diri untuk mendapatkan transfusi darah.
Setiap bulan orangtua Daiwen harus mengeluarkan biaya 2000 yuan atau sekitar Rp 4 juta untuk pengobatannya. Orang tua Daiwen sendiri bekerja di kota. Daiwen harus mengurus adiknya yang masih sekolah. Di samping itu Daiwen juga harus memasak sendiri karena orang tuanya jarang pulang.
Daiwen pergi ke rumah sakit menggunakan bis selama satu jam perjalanan. Selanjutnya, perawat akan memberikan transfusi darah. Setelah itu Daiwen diberikan obat cair yang disuntikkan di bawah kulit. Biasanya obat ini diberikan dengan menggunakan alat semacam “portable pump”. Alat ini menempel di perut Daiwen dan dibawa pulang. Obat cair tersebut berfungsi untuk mengeluarkan kelebihan zat besi.
Karena orang tuanya mengalami kesulitan dalam memperoleh dana, terkadang Daiwen telat melakukan transfusi darah. Akibatnya Daiwen sering drop, perutnya membengkak karena pembengkakan limfa, nafasnya sesak karena tulang hidungnya mengecil, dan kulitnya pun semakin lama menghitam karena terjadi penumpukan zat besi akibat transfusi jangka panjang.
Karena kondisinya yang rawan kelebihan zat besi, maka Daiwen harus diet dan menghindari makanan yang tinggi zat besi. Kelainan sel darah merah ini juga memungkinkan daya tahan tubuhnya rendah, maka dia juga harus memperbanyak asupan vitamin C dan E serta makan makanan tinggi asam folat.
Maka dari itu Guys, karena penyakit ini diwariskan dari orang tua, harus dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui riwayat penyakit turunan. Sebelum terjadi komplikasi penyakit yang serius.
Kasihan, Penyakit Langka Membuat Balita Ini Seperti Elsa Frozen
Siapa yang tidak mengenal film Frozen, bisa dibilang hampir semua orang di seluruh dunia mengenal film dengan tokoh utama Elsa dan Anna ini. Tidak sedikit anak-anak maupun orang dewasa yang menggemari film terbitan Disney tersebut. Namun tahukah Anda? bahwa di dunia nyata ada pula seorang anak yang dikatakan seperti Elsa.
Jika di film Frozen,Elsa mampu membuat dingin dengan tangannya, anak ini justru harus melindungi tangannya dari dingin. Balita 2 tahun tersebut bernama Gracia Hughes. Karena penyakit langka Raynaud, gadis kecil yang cantik dan imut tersebut harus berusaha melindungi tangannya dari dingin.
Menurut ibunya, Laurie Hughes (27), Gracia tidak bisa makan atau menyentuh sesuatu yang dingin. Menyentuh sesuatu yang dingin dengan tangannya bisa membuatnya sakit dan bengkak di tangan serta tubuhnya.
Meskipun Gracia sangat menyukai sesuatu yang dingin, nampaknya gadis 2 tahun tersebut harus jauh-jauh dari apapun itu yang berbau dingin. Ia tidak diperbolehkan bermain di luar rumah selama musim dingin dan dia juga tidak boleh makan es krim.
Gracia yang cantik harus tetap menggunakan pakaian tebal saat berada di luar rumah dan ia harus menggunakan sarung tangan ajaib yang khusus dibuat untuknya untuk menstabilkan suhu panas di tubuhnya. Tidak hanya itu saja, agar tidak terkena dingin Gracia harus mengenakan pakaian tebal lapis dua, sarung tangan khusus, kaus kaki, syal serta topi hangat.
Ketika gadis ini terkena dingin, suhu tubuhnya bisa mencapai 34 derajat celcius. Penyakit Raynaud yang diderita Gracia tidak jarang membuat tubuhnya menjadi bengkak dan biru saat terkena dingin. Penyakit Raynaud dalam diri Gracia sendiri didiagnosis ketika ia berusia 16 bulan oleh seorang dokter di Barry, South Wales.
Meskipun telah diajak berobat ke rumah sakit, kondisi Gracia belum juga kembali normal. Sang ibu mengatakan bahwa dirinya sangat sedih ketika melihat putri kecilnya harus memakai sarung tangan setiap waktu. Dan ketika gadis kecil itu bertanya kenapa ia harus memakai sarung tangan, sang ibu hanya bisa menjawab bahwa Gracia adalah Elsa dan sebagai Elsa ia harus selalu memakai sarung tangan.
Kasihan sekali Gracia, semoga balita cantik ini segera sembuh dan ia bisa merasakan dingin seperti orang lain pada umumnya. Selalu semangat Gracia yang cantik :)
Kisah Xu Yuehua = Wanita Tanpa Kaki Yang Merawat 130 Anak Yatim Piatu
Xu Yuehua, seorang wanita tanpa kaki yang mendedikasikan hidupnya untuk merawat sebuah yatim piatu di China, sungguh perkerjaan yang luar biasa. Dulunya Xu Yuehua adalah
seorang gadis kecil yang normal seperti teman-temannya. Sampai pada suatu saat, waktu mengumpulkan batubara di rel kereta api. dan sebuah kecelakaan kereta api membuat Xu kehilangan kedua kakinya pada usia 13 tahun. Tidak ada kaki di usia yang sangat muda mungkin bagai dunia telah berakhir bagi Xu yuenhua. Apalagi Xu Yuehua saat itu adalah yatim piatu. Tidak semua orang bisa menghadapi kenyataan hidup ini.
Di saat-saat rasa frustasi menyelimutinya, Xu Yuehua segera sadar untuk menjadikan hidup dan tubuhnya berguna untuk sesama selama ia masih hidup di dunia. Ia telah merasakan waktu kecil sebagai yatim piatu dulu, dan dengan mengandalkan dua kursi kayu pendek untuk menyangga tubuhnya dan untuk berjalan, Xu melanjutkan hidupnya dengan tujuan dan semangat yang mulia, yaitu mengasuh & membesarkan anak-anak yatim piatu .
Di Xiangtan Social Welfare House yang membantunya melalui masa-masa sulit ini Xu menemukan tujuan hidupnya. Saat ini, Xu telah menjalani 37 tahun merawat anak-anak yatim piatu di lembaga kemanusiaan ini. Dengan keterbatasannya, sudah 130 anak yang dibesarkan Xu. Memang tidak mudah untuk berpindah dari ranjang yang satu ke ranjang lain menggunakan bangku pendek. Belum lagi saat harus menyusui, meredakan tangisan bayi yang rewel dan mengajak mereka bermain. Namun, wanita yang disebut ‘The Stool Mama’ ini melakukan semua hal dengan sebaik-baiknya.
Dengan melakukan yang terbaik, satu per satu kekhawatiran dalam kehidupan Xu Yuehua menjadi hilang. Perbuatan baik (karma baik) yang dilakukannya akhirnya berbuah manis. Pada tahun 1987, Xu menikah dengan Lai Ziyuan, seorang petani sayur di panti asuhan yang sama dan melahirkan anak laki-laki, Lai Mingzhi, tiga tahun kemudian. Xu mengaku sangat bahagia dengan hidup dan pengabdiannya.
Dalam benaknya, cacat fisik bukanlah menjadi batasan ataupun halangan seseorang untuk melakukan sesuatu dan berbagi demi mengurusi orang lain. Bahkan dengan kerendahannya hatinya yang sangat tulus, perempuan tersebut mengatakan, dirinya bukanlah orang hebat. Apa yang dilakukannya semata-mata hanya untuk memberikan kasih sayang seorang ibu. Untuk anak-anak yang nasibnya kurang beruntung, karena telah kehilangan orang tua.
Ia telah merasakan kehilangan kedua orangtuanya sejak masih kecil. Mulai saat itulah, dirinya dirawat di Rumah Yatim Piatu Xiantan. Dengan menggunakan kursi kecil untuk menggantikan kedua kakinya tersebut, Xu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Seperti memberi makan, mencuci, mengganti selimut, bahkan kadang membuatkan sepatu untuk 130 anak yatim asuhannya.
Sheng Li, salah seorang anak asuh Xu Yueahua menuturkan, bahwa Xu merupakan pahlawan di mata anak-anak penghuni rumah panti asuhan Xiantan. “Tanpa Ibu Besar (panggilan untuk Xu Yuehua), mungkin saya sudah meninggal sejak lama. Suara kursi kecil yang menjadi tanda datangnya Ibu Besar merupakan suara yang terindah yang pernah saya dengar hingga saat ini,” ungkap Sheng Li. Meski telah memiliki keluarga sendiri Xu tetap merawat anak-anak di panti asuhan di tempat dirinya dulu dibesarkan. “Saya bukanlah orang hebat. Saya hanya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan, yaitu memberikan kasih sayang seorang ibu untuk anak-anak malang itu,” ucap Xu merendah.
RENUNGAN:
Sebuah pelajaran yang sangat berharga, bahwa kebahagiaan selalu ada dalam setiap orang yang selalu berpikir positif, berpikir maju dan tidak putus ada dalam menghadapi penderitaannya.
Langganan:
Komentar (Atom)

























