Kepergian Sang Ayah Mengubah Perempuan Ini Jadi Pemarah


Kematian sang ayah membuat sikapnya berubah.
Kehilangan orang yang kita cintai memang menyedihkan. Bahkan tidak jarang ada perubahan sikap yang terjadi. Ini yang dialami Martha, perempuan asal Tanjungpinang Kepulauan Riau. Kepergian sang ayah lima tahun silam membuat hidup Martha berubah. 

Ketika itu Martha masih duduk di bangku SMA. Rasa kehilangan yang begitu besar mengubahnya jadi pemarah dan gemar hura-hura. Sepulang sekolah, dia lebih memilih main bersama kawan-kawannya ketimbang pulang atau membantu ibunya berjualan. 

Kepergian sang ayah bisa dibilang mendadak. Martha masih ingat benar, ketika itu dia akan membawa ayahnya berobat.  Sayangnya, Matius,  malah terjatuh dan terbentur dinding kamar mandi. Matius segera di bawa ke rumah sakit dengan bantuan para tetangga.

Martha lahir di keluarga sederhana. Kedua orangtuanya harus rela banting tulang dan kerja keras untuk menghidupi keluarga. Martha terlahir sebagai anak bungsu, itulah yang membuat dia lebih manja kepada ayahnya. 

Sikap pemarah dan mementingkan diri sendiri itu berubah. Suatu hari Martha sedang berada di luar rumah, ia melihat seorang pemulung bersama anaknya sedang memunguti kaleng bekas. Di situlah Martha kembali teringat kenangan indah saat bersama dengan Ayahnya. Tak hanya kenangan yang merasuk dalam pikiran dan hati Martha, tapi hal ini juga membuatnya tersadar untuk  mulai membantu Ibunya.

Perlahan tapi pasti, Martha mulai mendekatkan diri dengan Ibunya dan membantu ibunya berjualan. Kini, Martha pun lebih memilih untuk selalu dekat dengan Ibunya dan tinggal bersama. Meski pada awalnya ia sempat kuliah di salah satu Perguruan Tinggi di Medan, ia selalu merasa tidak tenang jika berjauhan dengan Sang Ibu. Memilih cuti dan akhirnya berhenti kuliah ia jalani demi bisa selalu dekat dengan Ibunya.

Martha adalah bungsu dari empat bersaudara dari sebuah keluarga sederhana yang tinggal di perkebunan pinggir rawa. Menjadi anak terakhir dari pasangan Ana (53)dan Matius (60) membuatnya tumbuh menjadi seorang anak yang manja terutama dengan Ayahnya. Setiap hari, ketika Ibunya pergi ke pasar untuk berjualan, Martha diasuh oleh Ayahnya. Hal inilah yang membuatnya lebih dekat dengan sosok Ayah dibandingkan dengan Ibu.

Berasal dari keluarga kurang mampu membuat kedua orangtua Martha harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup keempat anaknya, Nora (29), Toni (27), Tino (25)dan Martha (20). Ayah Martha  bekerja sebagai pekerja bangunan, sedangkan Ibu Martha tak cukup hanya berjualan di pasar saja. Ia harus rela berangkat dari pukul 04.00 dan masih berjalan 5 KM menuju jalan raya untuk naik angkot ke pasar.

"Saya  nggak mau merasa kehilangan untuk kedua kalinya, ucap Martha dengan suara gemetar ketika bicara kepada brilio.net.

Bagi dia menghormati orangtua sudah seharusnya dilakukan, apapun pekerjaan orangtua kita. Tidak usah merasa malu untuk membantu orangtua atau lebih mementingkan pacar daripada orangtua. Jangan sampai menyesal ketika mereka sudah tidak ada dalam hari-hari kita.

Kakak Ku Mengajari Arti Hidup Dari Sehelai Rambut


Saudara bisa menjadi seseorang yang lebih baik dari teman atau bahkan lebih buruk dari musuh. tidak jarang terjadi konflik yang disebakan dari berbagai faktor, tetapi pada akhirnya, sesama saudara kandung hanya memiliki satu sama lain untuk saling mengandalkan.

Sebuah film pendek berdurasi 4 menit menceritakan kisah 2 orang kakak beradik yang begitu menyentuh. 2 orang kakak beradik yang tidak pernah akur dari kecil, tapi rasa sayang dan tanggung jawab sang kakak saat kedua orang tua mereka meninggal begtu besar.

Hingga sang kakak terkena kangker yang memkasanya untuk kehilangan rambut. Sebuah iklan lembaga penanggulangan kangker di thailand ini teleh banyak menyentuh hati para netizen di seluruh dunia. Simak videonya :


Sebuah Lagu untuk Hidup Ibu


Hidup selalu menuntut kata pengorbanan di segala hal yang kita lakukan. Tidak semua manusia di dunia ini diberkati dengan kemudahan di dalam hidupnya.

Video yang menyentuh hati yang diunggah ke akun youtube thailifechannel. Mengisahkan seorang pria yang tak kenal malu, gengsi, dan rela dipandang rendah.

Semua dilakukan demi orang yang dicintainya. Demi menyelamatkan orang yang sangat dicintai.

Video yang sangat menginspirasi menjadi viral dan banyak ditonton netizen. Seperti apa videonya, selengkapnya"


Bocah Bercita Cita Jadi Tukang Sampah Demi Jaga Ibunya


Seorang guru menangis terharu ketika seorang muridnya bercita cita menjadi tukang sampah. Mengapa guru itu menangis?

Video film pendek yang diunggah thailifechannel ini menjelaskan bagaimana cinta kasih seorang anak kepada ibu melebihi apa pun dari apa yang diimpikan. Ia dengan senang hati rela kehilangan masa bermainnya untuk menggantikan tanggung jawab ibunya dan tak malu menjadi tukang sampah.

Video yang sudah ditonton jutaan orang ini memberi kita renungan bahwa orang tua adalah sesuatu yang harus kita jaga dan hormati sepanjang hayatnya.


Ungkapan Sayang Seorang Ayah Lewat Alunan Piano


Hubungan yang kurang baik antara ayah dan anak akibat kepergian sang ibu membuat pria ini belajar bermain piano untuk mengembalikan memori saat saat indah ketika mereka semua masih bersama.

Ketika saat nya tiba yaitu pernikahan putrinya, dengan gayanya yang kaku sambil membawa foto mendiang istrinya, ia mulai memainkan piano.

Begitu musik mengalun, pengantin perempuan tersentak. Dia tidak siap untuk mendengarkan lagu itu. Lagu yang sangat dikenalnya. Lagu yang selalu dimainkannya bersama mendiang ibunya.

Semua memori pun hadir kembali. Pengantin perempuan itu semakin jengkel. Tapi, sikapnya perlahan berubah.

Video memberi makna bahwa musik dapat menyampaikan sesuatu, lebih dari kata-kata. berikut videonya :


INSPIRING Meski Sakit Syaraf Parah, Guru Ini Tetap Setia Mengajar!


Seorang guru di kota Daye, Provinsi Hubei menderita penyakit Spinocerebellar Ataxia atau suatu penyakit yang menyerang syaraf dan hingga saat ini belum ada penyakit ini menyebabkan rusaknya jaringan otak kecil dan syaraf tulang belakang, sehingga setiap kali mengajar ia harus memegang seutas tali yang diikatkan ke atap gedung sekolah.

Dilansir Shanghaiist, Zhu Youfang (49) tidak menghentikan langkahnya untuk terus mengajar meski penyakit Spinocerebellar Ataxi yang ia derita sudah sangat parah, ia sulit berdiri, berbicara, bahkan untuk sekedar menolehpun sudah sangat sulit.

Zhu merupakan guru di Shangluo school Chengui town, ia menderita penyakit yang diduga belum ada obatnya itu tiga tahun lalu, ia diduga mewarisi penyakit yang diderita ayahnya. Ayahnya sendiri meninggal karena penyakit tersebut.

Pihak sekolah sekolah sendiri sudah meminta Zhu untuk beristirahat dan menawarkan gaji yang sama meskipun tidak mengajar. Zhu yang telah mengajar lebih dari 31 tahun bersih keras untuk tetap mengajar.

Akhirnya suami Zhu, yang juga guru di sana mengikatkan sebuah tali dari atap, sehingga saat ia mengajar sambil memegang tali tersebut.

Mendulang Emas, Pria Ini Bikin Cincin Pernikahan Sendiri


Seorang wanita, terlepas dari bagaimana kepribadiannya, adalah sosok yang begitu suka dengan hal yang romantis. Maka tak ada yang salah jika seorang pria haruslah berlaku romantis minimal sekali dalam hidupnya untuk wanita yang dia cintai.
Hal itu pula yang dilakukan oleh John Greenwood. Pria yang ingin menikah ini sepertinya membuat banyak sekali proposal cinta orang lain tak berlaku. Bayangkan saja, demi memberikan hadiah untuk wanita tercintanya, John rela naik gunung.

Di sana, John menghabiskan waktu untuk mendulang emas lalu mengumpulkannya dan menyepuhnya sehingga menjadi sepasang cincin pernikahan super romantis. 

1. Ingin Kado Unik
Cinta John Greenwood kepada wanita yang kelak akan jadi istrinya, Morag Shearer memang begitu besar. Seperti dambaan banyak pasangan kekasih di dunia ini yang ingin bisa menikah suatu hari kelak, maka itu pula yang didambakan oleh John dan Morag. Hanya saja, John rupanya memiliki impian untuk kado super istimewa kepada sang calon istri.

Jika kebanyakan pria yang bakal menikah bingung mencari dan membeli cincin pernikahan, maka apa yang dilakukan John sangat berbeda. Alih-alih membeli cincin, John berniat untuk bisa membikin sendiri cincin untuk Morag.

2. Ke Pegunungan
Membawa sebuah ember, sekop dan peralatan mendulang emas lainnya, John pergi ke pegunungan yang berada di kawasan Skotlandia. Di sana, John mencari tambang-tambang emas terutama di beberapa sungai yang ada di kawasan pegunungan. Butuh waktu lama memang untuk mendulang emas, dan John menghabiskan waktu hampir setahun lamanya untuk mendulang emas.

Benar kata orang kalau usaha maksimal itu tidak berbohong. Karena selama setahun mendulang emas, dengan ketekunan dan kesabaran, John berhasil mengumpulkan emas sekitar 70 gram.

3. Proses Yang Berat
Usai mendapatkan bahan emas mentah yang dia dambakan, John langsung pergi ke beberapa pengrajin emas. Karena dia tak memiliki mesin penyepuh emas yang memadai, John meminta tolong para pengrajin emas untuk menyepuh emas menjadi apa yang dia mau.

Kendati emas yang dia kumpulkan itu disepuh oleh pengrajin emas, John mengikuti keseluruhan proses yang ada dengan begitu sabar. Dia rela menghabiskan waktu sangat lama untuk melihat emas-emas yang dia kumpulkan dengan keringatnya sendiri itu dimasak dan meleleh untuk siap dibentuk jadi cantik.

4. Dibentuk Sepenuh Hati
Melalui proses yang ada, John jadi memahami bahwa apa yang terjadi di dunia ini bukanlah sesuatu yang instan. Ada sebuah proses kuat dan lama yang benar-benar menguji kesabaran dan keteguhan seorang manusia, sebelum mendapatkan hasil maksimal yang dia dambakan. Dan itulah yang dialami oleh John,

Setelah emas-emas itu dilelehkan, pengrajin emas siap untuk membentuk sepasang cincin untuk John dan Morag. John juga mengikuti setiap waktu proses pembentukan emas itu menjadi sepasang cincin yang bakal dia jaga selama sisa hidupnya nanti.

5. Jadinya Cantik
Semua hal yang dikerjakan dengan maksimal bakal menghasilkan sesuatu yang luar biasa indah. Dan itulah yang dialami oleh John Greenwood. Perjuangannya mencari dan mendulang emas di pegunungan Skotlandia selama setahun lamanya terbayar sudah saat sepasang cincin emas terpampang di depannya.

Melalui sepasang cincin emas yang dia amati proses pembentukannya dari awal sampai akhir itu, John memberikan sepenuh hati dan cintanya di situ. John berharap jika Morag, sang wanita tercinta bakal selalu merasakan kehangatan cintanya melalui cincin yang emasnya dia cari sendiri itu.

6. Siap Menikah
Setelah sepasang cincin emas sudah terbentuk, maka hal terakhir yang diperlukan John Greenwood adalah mempersiapkan hatinya. Karena dia memang bakal menghadiahkan cincin emas itu untuk sang kekasih pujaan hati, Morag Shearer.

Hari yang mereka nanti yakni sebuah pernikahan pun terjadi. Saat John dan Morag bertemu di altar pernikahan, dengan romantis dan penuh kasih, John menyematkan cincin emas yang dia cari dan buat sendiri itu di jari tangan Morag. Ketika mereka berdua bergandengan tangan dan melihat cincin itu, tampak cinta mereka berpijar begitu romantis dan indah. Selamat untuk John! Ada yang meniru langkahnya?

Gara-Gara Ngompol, Bapak di China Ini Bunuh Anaknya


Yang namanya anak kecil, memang kerap kali mereka bertindak tanpa berpikir. Kamu yang sudah menjadi orangtua atau orang lebih tua daripada si anak, sudah sewajarnya bersikap lebih bijak dan sabar. Berikan contoh yang baik dan jangan membuatnya takut.

Memang sih, tidak mudah untuk melakukan hal tersebut. Apalagi jika anak yang kamu hadapi termasuk bocah yang nakal dan susah diatur. Hanya saja, karena kamu lebih tua, bersikap bijak memang menjadi keharusan. Jangan sampai kamu melakukan apa yang diperbuat oleh Tang Minghua ini.

Entah apa yang ada di dalam pikiran Tang. Karena pria asal provinsi Yunnan, China ini tega membunuh anaknya yang berusia sembilan tahun bernama Kao hanya karena alasan yang konyol yakni Kao seringkali ngompol. Kebiasaan itu membuat Tang yang sudah ditinggal pergi sang istri karena ogah hidup miskin dengannya itu menjadi kesal dan hilang akal.

Saat kesabarannya hilang mengetahui Kao lagi-lagi ngompol, Tang langsung gelap mata dan ngamuk. Dengan keji, Tang menikam Kao tepat di bagian leher sehingga bocah tak berdosa itu tewas.
Bahkan yang menyeramkan, usai dibunuh, Tang langsung memotong alat kelamin sang putra malang itu. Seakan tanpa dosa, Tang langsung kembali tidur usai membunuh anak kandungnya itu.

Kasus ini sendiri terungkap saat keesokan harinya warga gempar melihat mayat Kao di depan rumah Tang. Usai menghubungi kepolisian, Tang langsung ditangkap dan pria itu mengakui perbuatan kejinya. Sungguh, apakah dunia sudah berjalan benar-benar keterlaluan? 

KISAH NYATA POPULER : Biarkan Anakku Tertawa, Sebelum Tahu Ibunya Sudah Tiada


Suatu petang ketika orang2 sedang sibuk berebut waktu untuk segera pulang kerumah masing2 setelah melakukan rutinitas pekerjaannya, di sebuah halte busway terlihat seorang bapak dengan 3 anaknya yang masih kecil2. Mereka sedang menunggu datangnya busway yang sebentar lagi akan membawa mereka pulang. Ketiga anak itu berusia sekitar 8, 5 dan 3 tahun. Anak terkecil bagaikan seorang putri,ia begitu cantik dalam dekapan sang bapak. Sedangkan kedua anak lainya yang putra sedang asyik bermain2 kesana kemari. Itulah ciri anak seantero dunia.

Tibalah saatnya busway ditunggu datang.para penumpang pun seperti robot yang diperintahkan sama bergegas menuju pintu masuk busway, termasuk sang bapak dan ke3 anaknya. Kemudian keluarga itu dapat duduk di kursi busway yang disusun seperti kereta rel listrik (KRL). Lalu ke2 anak laki2nya beranjak dari kursinya dan bermain petak umpet di sela2 tubuh orang dewasa yang sebagian besar mengisi ruang busway itu sambil berteriak girang.

Terlihat beberapa penumpang yang wajahnya menjadi begitu muram. Mereka merasa tidak nyaman dengan kegaduhan itu. Hingga akhirnya ada seorang penumpang pria yang ketus menyatakan protesnya ke sang bapak,

"Pak,tolong anaknya di atur ya, disini kan penumpang juga ingin tenang, sudah capek kerja,eh pulang kok masih aja ada yang ganggu!!". Lalu sang bapak sambil menggendong putrinya pun menjawabnya dengan senyum, "Maaf ya mas, ibu mereka baru saja meninggal sore ini di rumah sakit,dan saya belum mengatakan hal ini ke mereka. Nanti begitu sampai rumah saya akan mengatakannya, biarlah mereka merasakan kegembiraan yang menjadi hak mereka, karna saya merasa mereka akan banyak kehilangan kegembiraan setelah tahu bahwa ibu yang biasa mengasuh mereka dan menyayangi mereka setiap saat sudah tidak bersama mereka lagi selamanya, mas tidak keberatan kan, kalau mereka bermain sebentar saja di bus ini?".

Mendengar apa yg dibicarakan sang bapak,sebagian penumpang yang mendengarnya lalu terdiam dan merenung, termasuk sang pria yang baru saja memperotes sang bapak dengan ketus, tiba2 mereka teringat akan kasih sayang dan kesalahan2 yang pernah mereka perbuat kepada ibunya.

Diam2 diantara mereka ada yang menggambil handphone di saku celananya, lalu jari jempolnya membuat bari kalimat, "Ibu apa kabar? besok pagi saya mau pulang menjenguk ibu. Maafkan segala salah saya,ibu"

Kemudian dia mengirimkan sms itu ke nomor ibunya, dan berharap ia masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan ibunya besok...

  Sayangilah orang tua (terlebih seorang ibu) sebelum kalian menyesali kepergiannya. Tangisan kalian akan sia-sia jikalau semasa hidupnya, tidak pernah kalian sayang kepada orang tua.

Gadis Ini Kelaparan, Tapi Kenyataan Yang Dia Dapat Bikin Nangis


Kamu tentu pernah ada dalam kondisi di mana kelaparan sangat tapi tak punya uang. Tentu rasanya begitu menyedihkan. Hal itulah yang dialami gadis remaja ini. Beruntung, ibu penjual nasi goreng sangat perhatian dan memberikan sebuah nasi goreng tanpa perlu dibayar oleh si gadis.
Namun si gadis begitu kaget karena sang penjual nasi goreng begitu memahami nasi goreng kegemarannya yakni tanpa bawang. Sang penjual kemudian menceritakan sebuah kisah yang membuat gadis remaja ini malah menangis dan kamu pasti begitu. Nggak percaya? Lihat video ini deh.


INSPIRING : True Story "Hidup Ini Keras, Tapi Harus Tetap Hidup"


Oma ini usianya 74th, tapi kelihatannya lebih tua dari usianya, karena kepahitan hidup yang pernah dialaminya. Dulunya beliau ini juragan konfeksi di Tangerang, orangg tua tunggal dengan anak yg kuliah kedokteran dan tinggal skripsi. Kerusuhan Mei 1998 membalikkan hidupnya.

Konfeksi dan rumahnya habis dibakar massa. Habis-habisan sudah, tersisa tanah yg dia tempati. Anak terkasih yang sebentar lagi menjadi dokter, mengalami gangguan kejiwaan parah sehingga tidak dapat melanjutkan studinya.

Oma yang mengalami penganiayaan mental ini masih bertanggung jawab terhadap semua karyawannya. Dijuallah harta satu2nya yang tersisa, yaitu tanahnya, untuk membayar semua pegawainya. Sisa uangnya untuk melanjutkan hidup dan membiayai pengobatan anak tersayang. Namun kebahagiaan belum berpihak padanya. Anak semata wayangnya, hartanya yg paling berharga, meninggalkannya untuk selamanya, berpulang ke surga.

Dalam kelimbungannya, Oma bertemu dengan seorang bruder yang membawanya ke rumah singgah di daerah Senen. Digembleng dalam pertumbuhan iman yg baik, akhirnya satu tahun kemudian Oma mohon dapat hidup diluar "surga" yang melindungi kerapuhannya dari ganasnya dunia yang sesungguhnya.

Dibohongi orang berkali-kali, diambil harta bendanya oleh pemilik rumah yang menolak membuka pintu rumahnya karena Oma kena tipu sehingga tidak mampu membayar sewa....banyak peristiwa pedih yang Oma alami selama menjalani "hidup normal". Namun Oma juga menjadi saksi, betapa pemeliharaan Tuhan tak putus2nya, tak habis2nya dalam kehidupannya.

Dalam ketidakpunyaan, Tuhan senantiasa mengirimkan malaikat2Nya dalam rupa - rupa bentuk. Bantuan kawan2 mahasiswa Atmajaya untuk menebus barang2nya di rumah sewa, pesanan2 rajutan tempat HP atau koin dari orang-orang yang menaruh kepedulian, dsb. Walaupun sehari hanya mendapatkan 5 ribu rupiah dari dagangannya, Oma tetap bersyukur dan tak mengeluh.

Sabtu kemarin ketika kami duduk disebelahnya di halte hus, Oma melihat Giza dan mengajak bercakap-cakap, dan memberikan Giza jepitan2 rambut yg manis plus tas kecil yg cantik. Kami akhirnya mengobrol panjang lebar tentang Oma.

Dalam usia senjanya, Oma tetap optimis, penuh pengharapan, dan mampu mensyukuri setiap berkat yang Tuhan berikan dalam hidupnya. Semoga Oma selalu dianugerahi oleh Tuhan, kesehatan yang prima, kehidupan yang lebih baik, dan semangat hidup yang selalu menyala. Amin.

Dimana lokasi beliau?
@anthony salim: itu di halte depan kampus atma, ga terlalu depannya persis sih soalnya sebelum simpang ke kampus atma..yang di dekat tangga penyebrangan/tangga ke halte bus transjakarta..

@anthony salim: iya dekat semanggi..cuma adanya sebelum kampus atma kalau datang dari arah bundaran HI..

Saat membaca cerita ini, mata ini tiba-tiba berkaca-kaca.
Bagaimana perjalanan hidup seorang manusia yang tidak ingin menyerah terhadap hidup itu sendiri.

Di saat terjadi kerusuhan Mei, sebenarnya oma tidak punya tanggung jawab untuk membayar gaji karyawannya,
bisa aja dia meninggalkan semua karyawannya dengan berbagai alasan, tetapi oma MEMILIH untuk mempertahankan integritas
dan membayar gaji karyawan, dengan resiko, usahanya bangkrut dan habis tak bersisa.

Di saat anaknya semata wayang meninggal dunia, sebenarnya oma BISA MEMILIH untuk membenci hidup ini
dan mencaci-maki Sang Pencipta kehidupan, tetapi oma MEMILIH UNTUK BERTAHAN.

Di saat oma sudah "nyaman" di dalam rumah singgah, sebenarnya oma BISA MEMILIH untuk hidup tenang,
dan tidak perlu lagi "menikmati" ganasnya dunia, tetapi oma MEMILIH untuk keluar dari zona nyaman.

Di saat oma ditipu berkali-kali, sebenarnya oma BISA MEMILIH untuk kembali ke zona nyaman,
dan meninggalkan keganasan dunia ini, tetapi sekali lagi, oma MEMILIH untuk bertahan.

Saya tidak tau, apa yang menyebabkan beliau mampu bertahan melampaui semua ujian tersebut,
ujian yang terlihat terlalu berat untuk dijalani seorang diri,
entah mengapa, oma bertahan.

Apa rencana Tuhan terhadap oma?
saya tidak tau

Apakah oma mengerti mengapa dia mengalami ini semua?
belum tentu juga dia memahami.

Tetapi satu hal yang saya belajar,
Iman dan Jiwa manusia TIDAK SEMUDAH ITU UNTUK DIHANCURKAN.

Dimana ada kemauan, disitu ada jalan.
dimana ada iman, disitu ada pengharapan.
Dimana ada pengharapan, disitu ada kehidupan.

Terima kasih oma, sudah mengajarkan saya begitu banyak melalui cerita teman saya ini.
Saya berharap, ada kesempatan untuk bertemu oma,
sebelum Sang Pencipta berkata
"tugasmu sudah selesai, dan engkau telah mengakhiri dengan manis.
sekarang, pulanglah ke rumah BapaMu di Surga".

sekali lagi terima kasih oma.
sejuta doaku teriring bagimu.

Jangan Tertipu, Pria Ini Tega Membunuh Anak Kandungnya Sendiri


Mental apa yang dimiliki oleh ayah ini? Oke, mungkin sosoknya yang berusia 22 tahun itu masih muda bila disebut sebagai ayah. Akan tetapi, dengan perilaku dan ketidakstabilan jiwanya itu membuat dirinya menjadi orang yang tega membunuh anaknya sendiri.
Tak tanggung-tanggung, bayi malang yang masih berusia hampir 4 bulan itu pun harus menerima kekerasan fisik yang tak seharusnya ia alami. Bayi yang tulangnya masih belum terlalu kuat itu pun menderita kerusakan otak, 18 susunan tulang yang retak atau patah dan mendadak buta.

Kini, sosok ayah yang keji bernama Jordan Saxton pun dihukum 9 tahun penjara atas perbuatan kejamnya hingga membunuh anak kandungnya sendiri yang masih bayi. Herannya, saat bersaksi pria ini hanya mengaku sedang menyuapnya dan sedikit mengguncang tubuh bayi tersebut,


Akan tetapi, hakim pun tidak mempercayai bualan Jordan begitu saja. Sebab, laporan pemeriksaan pada jenazah bayi tersebut menunjukkan adanya kekerasan fisik yang lebih daripada itu. Bayi yang tinggal bersama dengan ayahnya di sebuah apartemen di daerah Faringdon, Oxon.

Di sana bayi laki-laki ini ditinggalkan ibunya Tracy Ray, beberapa saat di rumah ayahnya itu. Sementara, ibunya sendiri sedang pergi ke luar kota untuk mengurusi masalah pekerjaan. Ibunya pun sampai tak habis pikir, seperti apa suaminya itu memperlakukan anaknya.


Sementara itu, pelaku pun bersikukuh hanya memberinya makan. Akan tetapi, pihak yang mengautopsi jenazah bayi tersebut mengatakan kalau tidak ada bekas makanan yang tersisa di dalam kerongkongannya. Nah, udah terbukti masih saja mengelak nih tersangka. Kalau menurutmu sendiri bagaimana? Kira-kira si pelaku ini mengidap kelainan atau memang sengaja?

Lebih Sayang ke Ibu, Gadis Kecil Ini Malah Dibunuh Ayahnya


Anak adalah harta paling berharga bagi pasangan orangtua. Meskipun mungkin bahtera rumah tangga telah berakhir, yang namanya mantan anak itu tak pernah ada. Tak heran jika pasangan suami istri yang bercerai, diwajibkan mencintai anak mereka setulus mungkin.
Namun kejadian nahas justru dialami Yara. Bocah perempuan berusia tujuh tahun ini harus mengalami tragisnya hidup dalam keluarga broken home. Ya, orangtua Yara telah bercerai dengan putusan pengadilan hak asuh atas Yara jatuh ke tangan sang ayah. Namun sang ayah pulalah yang membuat Yara menghembuskan nafas terakhir.

Semua bermula saat Yara mengaku tidak menyayangi ayahnya. Gelap mata, sang ayah langsung menghantamkan selang pendingin ruangan kepada buah hatinya di rumahnya sendiri yang berada di ibukota Arab Saudi, Riyadh. Yara yang malang pun tak kuasa dan menghembuskan nafas terakhirnya.

"Saya yakin kalau serangan fatal ke arah kepala yang membuat Yara jadi kritis. Yara mengaku kalau tidak mencintai ayahnya dan membuat pelaku marah hingga mengurungnya di kamar," ungkap Saeed Al Qahtani, ibu kandung Yara saat melaporkan mantan suaminya itu ke kepolisian.

Sementara itu sang ayah yang tak disebutkan namanya itu berdalih bahwa ingin memberikan pelajaran kepada Yara. Pelaku berniat mengajarkan Yara untuk berhati-hati dalam bicara tapi karena tak puas dan masih kesal, dia membuat putri kandungnya itu babak belur hingga kritis. Bahkan saat dilarikan ke rumah sakit, kondisi Yara sudah mengenaskan dan tewas dalam perjalanan.

"Yara sejak awal sidang perceraian memang tak mau tinggal dengan ayahnya karena suka main tangan. Kita sekarang menunggu hasil investigasi. Jika terbukti lelaki itu membunuh Yara, maka kami akan menuntut hukuman setimpal," cerita Saeed dan pengacaranya berapi-api.

INSPIRING Pengorbanan Seorang Kakek Pemulung Nabung 70 tahun Untuk Belikan Istri Cincin Berlian


Foto-foto dari pasangan yang tampak mencoba beberapa cincin di sebuah toko perhiasan itu telah di-share lebih dari 1.500 kali. Foto-foto itu di-posting di Weibo minggu lalu.

Merasa tertarik dengan , Xinjiang Internet Office pun memutuskan untuk menyelidiki cerita tentang pasangan tersebut.

Usut punya usut, sang kakek ternyata hanyalah seorang pemulung di Korla, Xinjiang. Menurut pramuniaga yang melayaninya, pria itu diperkirakan telah berusia 70-an. Dan karena dia tidak memiliki banyak uang, dia pun bertanya kepada pramuniaga tentang harga cincin di toko perhiasan tersebut.

Seorang pramuniaga merekomendasikan satu cincin yang sedang dijual dengan harga diskon saat itu. Setelah mencoba cincin tersebut di jari istrinya, pria itu kemudian mengeluarkan gulungan uang kertas, yang diyakini telah ditabungnya seumur hidupnya.

Setelah dikulik lebih dalam, pria itu mengatakan bahwa dia ingin sekali membahagiakan istrinya setelah mereka berjuang sepanjang hidup mereka.

"Kami telah menjalani hidup yang keras. Saya hanya ingin menghiburnya," katanya kepada para staf toko.

Zhou, pramuniaga yang melayani pasangan itu, lantas mengabadikan foto-foto pasangan tersebut. Dia berharap bahwa kisah romantis pasangan itu bisa menginspirasi orang lain untuk lebih menghargai istri/suami mereka. Ketika para pengguna Weibo membaca tentang kisah pasangan itu, semua orang merasa sangat tersentuh.

Beberapa menulis bahwa itu begitu menyentuh hati mereka. Mereka bahkan tidak bisa membendung rasa haru mereka yang terus mengalir deras. "Ini adalah cinta sejati," tulis salah satu pengguna Weibo. Sementara lainnya mengatakannya: "Ini adalah hal yang paling romantis yang pernah terjadi di kampung halaman saya, Korla. Saya berharap mereka memiliki kehidupan yang lebih baik."

Wanita Ini Shock Oleh Kekayaan Pria Yang Dulu Ditolaknya Karena Miskin


Lelaki mana yang tak sakit ditolak cintanya dengan alasan penghasilan?

Setiap orang tentu memiliki kisah asmaranya masing-masing, entah kisah manis atau yang pahit. Seiring berjalannya waktu, kedewasaan mendukung pemahaman atas cinta tersebut. Jikapun punya kisah yang kelam, tidak satu-dua orang yang mengalami, ribuan bahkan jutaan orang pun pernah mengalami hal serupa.

Dua orang yang saling cinta tak dengan otomatis dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih matang. Banyak faktor lain yang masuk pertimbangan selain perasaan cinta. Hal ini dialami pula oleh seorang pria berikut ini yang dikisahkan di laman Elite Readers seperti dikutip brilio.net, Sabtu (3/10).

Seorang gadis dari orangtua yang kaya raya memiliki kriteria lelaki yang pintar, pengertian, bertanggung jawab untuk menjadi suami. Hal ini tentu saja beralasan. Sang gadis menginginkan seorang suami penyayang yang bisa menjadi tempat bergantung sekaligus teladan bagi anak-anaknya kelak.

Namun, tak bisa dibantah pula, laki-laki yang bisa memberi wanitanya apapun mereka butuhkan juga menjadi pertimbangan besar dan bahkan lebih diutamakan. Maka, kemapanan seorang lelaki adalah hal penting baginya ketika ada yang melamarnya. 

Sepuluh tahun lalu, seorang pria mencintai gadis anak orang berada tersebut. Meskipun bukan seorang pria mapan, dia mencoba melamar sang gadis. "Gaji bulananmu saja setara dengan kebutuhan harianku. Silakan cari dan nikahi seseorang yang selevel denganmu," demikian jawab sang gadis.

Lelaki mana yang tak sakit ditolak cintanya dengan alasan penghasilan? Sepuluh tahun berlalu gadis itu belum sepenuhnya terhapus di memori lelaki itu.

Takdir lantas mempertemukan mereka pada suatu siang di sebuah pusat perbelanjaan. Perempuan tersebut yang telah menikah dengan lelaki kaya pilihannya segera mengenali sang pria.

"Hai, apa kabar?" sapa si perempuan. Ia melanjutkan, "Sekarang aku telah menikah dengan seorang lelaki pintar dan kaya, gajinya mencapai USD 15.700 per bulan (sekitar Rp 227,6 juta per bulan) Bisakah kau menandinginya?"

Si pria yang mendengar kata-kata menyakitkan dari perempuan yang masih belum dilupakannya itu memilih diam, sembari menahan air matanya agar tak tumpah. (BACA JUGA: Dibutakan cinta, ratusan juta sirna buat pria yang ternyata sudah bertunangan)

Tak berapa lama, suami si perempuan mendatangi mereka dan mengambil posisi berdiri di sisi sang istri. Belum sempat si perempuan berucap, sang suami segera mengenalkan sang pria pada istrinya.

"Siang Pak, saya melihat barusan Anda berbincang dengan istri saya," tutur sang suami pada si pria.

"Selamat siang Pak.... Maaf, saya lupa."

Sang suami mengingatkan namanya pada pria tersebut. Lantas, dia mengatakan pada istrinya, "Sayang, kau harus tau beliau ini adalah pimpinanku di kantor. Kau tahu, beliau mampu menghasilkan USD 100 juta (sekitar Rp 1,45 triliun) dari kantor tempat aku bekerja."

Si perempuan tak percaya, dia tak mampu mengatakan apa-apa. Si pria hanya tersenyum, lantas berkata ia harus pergi sebab ada hal penting lain yang harus dia kerjakan. Tatapan yang seolah tak bisa lepas dari pasangan itu mengantarkan kepergian si pria.

Masih belum memercayai kenyataan tersebut, si perempuan bertanya pada suaminya, "Benarkah dia bosmu?"

"Ya sayang. Dia seorang yang rendah hati, namun dia menyimpan kisah pilu. Dia dulunya pernah mennyintai seorang gadis namun ditolak sebab kala itu dia adalah seorang pria yang miskin. Semenjak kejadian itu, dia jadi seorang pekerja keras. Ditunjang kecerdasan, dia menjadi orang yang sukses. Kini, dia adalah salah satu miliarder yang mampu menabung jutaan dolar dalam setiap bulan. Sayangnya, dia belum bisa melupakan perempuan yang telah mematahkan hatinya dulu, ingatannya tentang kegagalan menikah masih ada," sang suami menimpali. "Betapa beruntung seandainya perempuan itu bersedia menikah dengannya!"

Si perempuan benar-benar shock dan tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

Betapa roda kehidupan ini berputar sangat cepat. Kehidupan bisa bagaikan cermin. Kamu bisa melihat balasan atas apa yang telah kamu perbuat. Maka jangan jadi orang yang arogan atau merendahkan orang lain karena keadaan saat itu saja. Sebab semuanya bisa berubah dengan cepat.

Inspirasi : 5 Video Keluarga Dari Korea Selatan Yang Akan Meneteskan Air Matamu


Video pendek yang bertema'kan kehidupan sosial yang menguras air mata sudah sering kita lihat di internet dan media sosial. Dan dalam hal ini, negeri Gingseng adalah ahlinya dalam hal mengaduk-aduk perasaan.

Selain di film, seringkali iklan juga dikemas dengan nilai-nilai yang dekat dengan kehidupan. Iklan ini tak hanya menggugah mereka yang ada di Korea Selatan, namun juga membuat banyak netizen luar negeri tertarik untuk menantang diri mereka agar tidak menangis saat menontonnya.

Nah, sekarang kami telah merangkum beberapa video iklan dan eksperimen di Korea Selatan yang paling hits dan berhasil membuat netizen menitikkan air mata. Jangan lupa siapkan tissue saat menontonnya ya.


1.Video Ayah Dan Putrinya

Bicara tentang sosok ayah, kita akan emmandangnya sebagai ‘orang di belakang layar’. Tidak banyak menampilkan sisi emosionalnya, tidak banyak mengeluh, kadang terkesan tidak perhatian, tapi selalu jadi cinta pertama anak perempuannya tanpa disadari.

Video di bawah ini adalah sebuah eksperimen yang mengundang beberapa pasang ayah dan putri mereka yang beranjak dewasa. Awalnya mereka makan bersama, namun kemudian diundang untuk menonton bersama.


Meski tidak menggunakan subtitle, kita akan mengerti bahwa video ini menunjukkan apresiasi dari seorang anak perempuan pada ayahnya. Suasana mulai mengharu ketika para ayah dan anak ini ditunjukkan foto-foto mereka saat masih kecil dan muat dalam gendongan ayahnya.

Tak hanya para anak perempuan, bahkan para ayahpun sendu terharu melihat hal itu. Keduanya menonton layar raksasa itu sambil berpegangan tangan. Can you imagine that feeling?

Video ini mengembalikan momen-momen manis ayah dan anak yang seringkali usang oleh waktu. Namun ketika kita memunculkannya lagi, rasanya ingin memeluk tubuh pria tua itu sambil berkata, “Terima kasih menjadi ayahku, Ayah.”



2.Video Ibu Dan Anak Perempuan Yang Sedang Hamil

Setelah dengan ayah, kali ini dengan ibu. Masih dengan pola eksperimen, beberapa orang perempuan yang sedang hamil. Mereka akan belajar membuat makanan bayi. Namun, si tengah-tengah sesi, perempuan-perempuan ini kaget, karena yang muncul di layar presentasi adalah ibunya.


Menurut sebuah riset, saat ditanya momen apa yang paling menakjubkan dalam hidup seseorang, banyak yang menjawab ‘ketika aku dilahirkan’. Eksperimen ini menjadi kesempatan bagi para ibu untuk meminta maaf pada anak-anaknya yang akan menjadi ibu.

Mereka minta maaf kalau banyak kekurangan sebagai seorang ibu. Namun melahirkan anak-anak ini adalah anugerah besar bagi mereka, dan mereka berharap bisa bertemu lagi di kehidupan selanjutnya dengan putri-putri mereka ini.

Hal itu membuat para calon ibu ini menangis haru. Apalagi saat ditayangkan foto masa kecil mereka dan cerita sang ibu tentang anak perempuannya. Seorang ibu tahu bahwa dirinya tidak cukup sempurna, tapi kehadiran anak-anak membuat mereka merasa lengkap sebagai seorang wanita. Ah, mari memeluk dan mendoakan ibu-ibu terbaik yang diberikan Tuhan dalam hidup kita.


3.Makanan Ibu Yang Paling Enak

Hidup merantau dan jauh dari rumah, pasti pernah merasakan kangen dengan masakan rumah. Masakan buatan tangan ibu sendiri rasanya memang tidak cukup dikategorikan enak atau tidak enak, melainkan sudah sampai di tahap ‘ngangenin’.

Tapi, orang bilang itu adalah zona nyaman. Dan untuk bisa mencapai sebuah mimpi, seringkali kita harus mengorbankan zona nyaman tersebut. Dalam wawancara terpisah, terungkaplah fakta bahwa selama berjuang meraih mimpi, mereka kangen dengan masakan ibu. Para ibu pun rindu memasakkan hidangan kesukaan anak-anak mereka.


Melalui sebuah settingan khusus, para muda-mudi yang mengejar mimpi ini diajak makan ke sebuah tempat khusus. Bagaimana reaksi mereka melihat peralatan makan di rumah yang sangat mereka kenali, tersaji di meja makan restoran? Lihat juga reaksi mereka saat masakan di tempat itu dilahap pertama kali, lengkap dengan kedatangan sang ibu yang sekaligus menyajikannya di hadapan mereka. Priceless…


4.Video Jelang Wajib Militer

Selain boyband dan girlband, salah satu hal yang identik dengan Korea Selatan adalah wajib militer. Di mana setiap lelaki yang sudah masuk kualifikasi diwajibkan ikut serta dalam pertahanan negara.

Tak disangka, momen seperti ini memiliki sisi sentimentil yang cukup menyentuh. Meski anak-anaknya sudah dewasa, namun para orang tua tetap khawatir dengan mereka. Di sisi lain, anak-anak juga mencemaskan orang tua yang akan mereka tinggalkan.


Meski sudah menjadi pria yang matang, tetap saja bagi mereka anak-anak itu seperti anak kecil. Namun sembari mengantarkan anak-anaknya wajib militer, para ayah dan ibu ini mengatakan bahwa mereka percaya anak-anaknya bisa dan tidak perlu mencemaskan orang tuanya.

Salah seorang pria tak bisa membendung air matanya karena ia harus meninggalkan sang ibu yang sedang sakit ke medan wajib militer. Tidak hanya di film. Adegan dramatis seperti ini pun bisa terlihat sangat mengharukan di dunia nyata.


5.Video Wisuda Ibu
Seorang ibu pasti bangga melihat anaknya lulus dan diwisuda. Lega rasa hatinya melihat buah hatinya berhasil menuntaskan jenjang pendidikan. Akan tetapi, yang dilakukan murid-murid sekolah ini berbeda.

Mereka ingin memberikan kejutan manis pada ibu yang selama ini telah banyak berperan dalam kehidupannya. Jadi kali ini, para ibu yang akan wisuda. Lho, kok malah ibunya?


Kelulusan anak-anak ini mereka persembahkan untuk sang ibu. Keberhasilan mereka dalam pendidikan juga adalah keberhasilan sang ibu yang membesarkan mereka agar menjadi anak-anak kesayangannya.

Mendengar ungkapan maaf dan terima kasih yang tulus, para ibu ini tidak bisa menahan air mata haru. Sebuah ending yang manis menjadi pamungkas video ibu dan anak ini.

Itulah beberapa iklan dan video mengharukan yang mungkin bisa meruntuhkan bendungan air mata Anda. Kisah-kisah ini bukan hanya untuk komersial dan dramatisasi, namun juga mengembalikan nilai-nilai kehangatan dalam keluarga. Semoga menginspirasi.

Seorang Ayah Rela Dipukuli Massa Karena Ini !!!


Seorang ayah pasti akan melakukan apa pun untuk menyembuhkan anaknya yang sakit. 

Hal itulah yang dilakukan Xia Jun, seorang pria asal Sichuan, China. Xia Jun, yang diperkirakan berusia 30-an, dipusingkan kondisi putranya Guo Guo (2) yang divonis menderita leukemia.

Oktober tahun lalu, Guo Guo didiagnosis sebuah rumah sakit di Provinsi Sichuan mengidap leukemia. Pihak rumah sakit menyarankan Xia Jun agar membawa putranya ke Beijing untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Pada Juli lalu, Xia Jun, istri, dan ibu mertuanya membawa Guo Guo ke Beijing dan menemui tiga dokter berbeda. Para dokter itu menyarankan transplantasi sumsum tulang belakang untuk menyelamatkan Guo Guo.

Pada 17 November lalu, Guo Guo sudah menjalani transplantasi sumsum tulang belakang dan kini tengah menjalani masa pemulihan. Namun, biaya pengobatan bocah itu mencapai lebih dari 700.000 yuan atau sekitar Rp 1,4 miliar.

Wang Jingbo, dokter yang merawat Guo Guo, mengatakan, meski sudah menjalani transplantasi sumsum tulang belakang, Guo Guo harus melalui masa kritis selama dua setengah tahun. Dalam masa itulah, Guo Guo akan mengalami tiga tahap penolakan, infeksi, dan kambuhnya penyakit.

"Namun, karena usianya yang masih sangat muda, tahun pertamalah yang paling menentukan. Pengobatan selanjutnya akan memakan biaya 400.000 yuan (hampir Rp 800 juta)," kata dr Wang.

Begitu besar biaya yang harus ditanggung Xia Jun untuk pengobatan buah hatinya. Meski sudah menjual rumahnya di kampung dan meminjam sejumlah uang, itu belum cukup untuk menutup biaya perawatan Guo Guo di Beijing.


Akhirnya, Xia Jun nekat untuk mencari donasi dari warga Beijing. Dia kemudian berdiri di salah satu sudut kota Beijing, menaruh kotak sumbangan di depannya, berisi hasil diagnosis rumah sakit terkait kondisi Guo Guo.

Xia Jun juga menuliskan sederet kalimat di baju putihnya berbunyi, "Karung tinju manusia, satu pukulan 10 yuan". Artinya, Xia Jun menyediakan diri untuk dipukul siapa pun yang melintas asal setelah memukul orang itu memberi donasi 10 yuan atau sekitar Rp 20.000.

Ternyata, aksi Xia Jun itu menarik perhatian sekaligus menyentuh hati warga Beijing. Hampir setiap orang yang melintas memberikan donasi bagi pria itu. Bahkan, lewat aksi ini, Xia Jun mampu mengumpulkan 800.000 yuan, lebih dari cukup untuk membayar biaya pengobatan putra kecilnya.


"Masalah terbesar sudah teratasi. Saya merasa tidak enak jika harus terus menerima pemberian orang lain," kata Xia Jun mengomentari aksi nekatnya itu.

Tak hanya mendapatkan uang untuk biaya pengobatan, kini kondisi Guo Guo menarik perhatian warga Beijing sehingga banyak dari mereka yang menengok bocah itu di rumah sakit.

"Banyak orang baik datang menengok putra saya di rumah sakit. Terkadang dalam sehari kami menerima 20 kunjungan. Telepon saya terus berdering hingga kehabisan tenaga baterai. Saya mungkin banyak melewatkan panggilan telepon," ujar Xia Jun.

Para penyumbang Guo Guo terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, guru, pegawai negeri, hingga pengusaha. Bahkan, beberapa di antara mereka bersedia membantu Guo Guo pada masa depan.

Dengan Keterbatasannya, Gadis Cantik Ini Miliki Suara Yang Akan Membuatmu Meneteskan Air Mata


Di dalam kehidupan, manusia sering mengalami bebatuan yang menghalangi jalan menuju kebahagiaan. Di baliknya, Tuhan pasti punya rencana lain untuk hidup kita.

Terkadang, usaha yang keras belum tentu akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan diri kita. Di dalam proses menemukan kepuasan itu sendiri, pasti ada hal-hal yang menghalangi dan bahkan di luar batas kemampuan kita. Namun, terkadang dengan berserah dan pasrah menjadi cara ampuh untuk mencapai sebuah kebahagiaan lain.

Retina of Premature

Seperti halnya Nisma Putri. Gadis kecil yang baru berusia 8 tahun tersebut hidup dengan kelainan pada mata. Ketika ibunya melahirkan, ayahnya dihadapkan kepada satu keputusan sulit. Pilih ibu, atau anaknya. Ibu Putri yang sangat mengharapkan anaknya memaksa ayah Putri untuk memilih Putri. Tapi ayah Putri bersikeras meminta dokter menyelamatkan keduanya. Putri lahir prematur 6 bulan, sehingga ia mengalami ROP (Retina of Premature) atau kelainan pada mata.

Audisi Indonesia's Got Talent'14

Meski dengan segala keterbatasannya, orangtua Putri sangat menyayanginya, “Saya sangat bersyukur memiliki Putri dan percaya Tuhan pasti punya rencana lain.” Benar saja, Putri dikarunia suara yang sangat indah untuk gadis seumurannya. Hal tersebut yang disampaikan sang ayah ketika mengantar Putri mengikuti sebuah audisi ajang pencarian bakat, Indonesia’s Got Talent 2014.

Ketika ditanya tentang keyakinannya untuk mengikuti audisi tersebut, Putri menjawab dengan sangat dewasa, “Meski aku nggak bisa lihat, tapi aku mau orang-orang lihat aku.” Ketika ditanya siapa penyanyi yang menginspirasinya, Putri menjawab Anggun C. Sasmi yang saat itu juga menjadi salah satu juri di ajang tersebut.

Keindahan suara Putri yang luar biasa terbukti ketika ia tampil menyanyikan lagu berjudul Listen dari Beyoncé. Suaranya mampu meluluhkan seluruh penonton dan juri yang ada di tempat tersebut.

“Putri, kamu luar biasa!”, ujar Jay Subiyakto dengan haru sebagai salah satu juri. Ari Lasso juga berkomentar, “Putri memiliki bakat yang luar biasa dari Tuhan, mudah-mudahan bisa menyenangkan banyak orang dengan bakat ini.” Anggun C. Sasmi juga memuji Putri sambil haru, “Ibu dan Bapak harus bersyukur punya anak yang luar biasa seperti Putri.”

Nisma Putri akhirnya keluar menjadi juara dalam ajang tersebut. Video Putri ketika bernyanyi dapat Anda simak di bawah ini:


INSPIRING True Story : Pengorbanan Seorang Ibu Ketika Terjadi Bencana Gempa


Setelah gempa mereda, petugas mulai melakukan pencarian di rumah seorang wanita muda, mereka berhasil melihat jasad wanita itu dari celah-celah reruntuhan. Tetapi posisi wanita itu terlihat janggal, ia terlihat sedang berlutut seperti orang sedang menyembah, tubuhnya condong ke depan, dan kedua tangannya seperti melindungi sebuah benda.
Reruntuhan rumah telah menimpa tubuh bagian belakang dan kepala wanita itu. Sambil menghadapi banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mecapai tubuh wanita. Ia berharap bahwa wanita itu masih hidup. Namun, tubuh yang dingin dan kaku telah menunjukkan bahwa wanita itu telah meninggal. Seluruh tim penyelamat bersiap untuk meninggalkan rumah itu dan melanjutkan usaha penyelamatan ke reruntuhan selanjutnya. Tanpa alasan yang jelas, pemimpin tim merasakan suatu kekuatan yang menarik dirinya kembali ke reruntuhan rumah sang wanita muda.
Sekali lagi, ia berlutut dan memasukkan tangannya ke celah-celah sempit untuk mencari sesuatu di sekitar jasad wanita. Tiba-tiba, ia berteriak kegirangan, “Seorang anak! Ada seorang anak!

Seluruh tim bekerja sama, dengan hati-hati mereka menyingkirkan reruntuhan yang berada di sekitar jasad wanita itu. Dan benar, ternyata ada seorang anak laki-laki berusia 3 bulan yang dibalut dengan selimut bermotif bunga, tergeletak di bawah jasad sang ibu. Wanita itu telah melakukan pengorbanan yang luar biasa demi menyelamatkan anaknya.


Ketika rumahnya runtuh, ia menggunakan tubuhnya untuk melindungi sang anak. Sang anak sedang tertidur pulas ketika pemimpin tim penyelamat mengangkat dan mengeluarkan tubuhnya. Tim medis langsung bergegas memeriksa keadaan sang anak. Mereka membuka selimut yang membalut tubuh anak itu, lalu menemukan sebuah telepon genggam. Ada sebuah pesan tertulis di layar telepon genggam itu, “APABILA KAMU SELAMAT, KAMU HARUS INGAT BAHWA AKU SANGAT MENYAYANGIMU”. Ponsel ini kemudian berpindah dari satu tangan ke tangan lain, semua orang menangis ketika membaca pesan tersebut.“

Apabila kamu selamat, kamu harus ingat bahwa aku sangat menyayangimu”

Kasih yang luar biasa seorang ibu kepada anaknya!

Bagikan cerita ini dan tunjukkan rasa sayang kita kepada ibu!

TRAGIS : Ketika Seorang Anak Tega Membuang Ibunya


Mereka telah lupa bagaimana saya telah mengasuh mereka saat masih kecil.

Sisa-sisa generasi tua

Perasaan sedih yang mendalam karena dikucilkan dan diabaikan menyelubungi penghuni kompleks Rubat Al-Shakirin, Arab Saudi sebuah tempat penampungan orang-orang tua. Mereka adalah sisa-sisa generasi tua yang mendambakan perhatian dan kasih sayang, yang selama ini tak diberikan oleh kerabat terdekatnya.

Tempat itu menjadi saksi betapa pengabaian yang disengaja dan kurangnya perhatian menjadi hal yang harus ditanggung penghuninya setiap hari. Bangunan di kompleks itu sudah tidak terawat, tidak ada petugas keamanan dan air bersih.

"Terlepas dari kenyataan bahwa tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan saya tinggal di kota, saya telah menghabiskan hari-hari saya di sini selama lebih dari 15 tahun. Sebelumnya, saya berada di jalanan selama beberapa waktu," kata Khadeejah Aydros, salah seorang penghuni Rubat Al-Shakirin, kepada Arab News

Kacang lupa kulitnya

Khadeejah mengatakan tak satu pun dari anak-anaknya bersedia merawatnya terutama setelah dia jatuh sakit. Wanita ini mengeluhkan tak ada seorang pun kerabatnya yang menanyakan kabarnya setelah ia tinggal di Rubat. Semuanya berawal ketika salah seorang menantu perempuan Khadeejah meminta suaminya mengusir ibunya keluar rumah.

Satu malam, mereka meminta Khadeejah turun dari mobil di Rehaili Street dan kemudian meninggalkannya begitu saja. Tak seorang pun anak Khadeejah lainnya yang datang menolong.

"Mereka telah lupa bagaimana saya telah mengasuh mereka saat masih kecil, bahkan setelah itu. Kejadian tersebut telah membuat hati saya hancur," katanya.

Khadeejah kemudian menceritakan setiap Bulan Ramadhan dan Idul Fitri, ia akan berdiri di pintu gerbang kompleks. Berharap anak-anaknya datang untuk mengunjunginya. Tapi itu tidak terjadi selama 15 tahun terakhir ini.

Diurus penghuni yang lain

Selama Khadeejah sakit, penghuni lainnya yang mengurus segala keperluannya. Khadeejah tak mampu bergerak karena dia tengah menderita rematik dan hernia. Uang pensiun yang diterimanya tiap bulan tidak mencukupi untuk biaya pengobatan. Penghuni lainnya, Umi Aishah, 55 tahun, adalah istri imam masjid di Rubat. Sejak terbaring sakit, suaminya sudah tidak bisa lagi memimpin salat. Salah seorang putranya dulu sering membantu mereka.

Tapi kini dia tak lagi mengirimkan sebagian gajinya yang hanya 1500 riyal per bulan. Jadi Umi Aishah dan suaminya hanya mengandalkan sedekah dari orang-orang.

Ditinggal mati

Umi Aishah mengatakan sejak masjid ditinggal mati oleh pemiliknya, tak seorang pun yang mau merawatnya. Pasokan air masjid sudah diputus sejak dua tahun lalu karena lama tidak membayar tagihan air. Sekarang mereka hanya mengandalkan air dari tangki untuk memasak dan keperluan lainnya.

Selain itu, kompleks Rubat kini tak memiliki penjaga dan tukang bersih-bersih. Semua penghuni Rubat Al-Shakirin adalah orang-orang tua yang sakit dan tak terurus, tapi mereka bisa hidup seperti sebuah keluarga yang harmonis.

Bayi Dilempar Ibunya ke Jalan Raya, Hancur Dilindas Truk [Warning Disturbing Pic]


"Melihat ini, saya gemetaran. Bagaimana bisa ada seorang ibu sekejam ini"  Kejadian ini terjadi di China. Ini bukan kecelakaan lalu lintas umum, tapi seorang bayi telah dilemparkan ke jalan raya padat oleh ibunya sendiri sehingga akhirnya secara brutal badannya hancur ditabrak truk.


Sebuah insiden terjadi di Nigbo, China dimana seorang bayi perempuan dilemparkan oleh ibunya sendiri ke tengah jalan raya National Highway 329 dan kemudian tewas dilindas truk besar.

Polisi dengan cepat mengirim personil ke tempat kejadian untuk melakukan investigasi dan wawancara, dimana setelah ditinjau ditemukan bahwa pada hari itu pukul 6 sore, Hu ( perempuan, lahir tahun 1975, dari Jiangsu Donghai ) melemparkan putrinya yang berusia 14 bulan ke tengah jalan dan menyebabkan dia dilindas sebuah kontainer.


Saat ini, tersangka Hu telah dibawa ke tahanan kriminal oleh polisi. Kasus ini sedang diselidiki lebih lanjut. Sementara itu, polisi akan memberikan Hu tes gila.

Dari hasil penyelidikan Ibu gila ini memiliki 3 anak dan berada di tengah-tengah perceraian. Ketika berdebat dengan suaminya, keduanya nampak tidak mengingkan anak-anak tersebut. Jika tidak mau anak itu kenapa harus membunuhnya di tengah jalan, dan bahkan menyebabkan pengendara lain tertimpa beban mental yang berat karena harus melindas seorang bayi.

betul-betul orang tua biadab, kalau tidak mau punya anak kenapa melahirkan anak? dimana tanggung jawabnya? berani berbuat kok tidak berani tanggung jawab.

Anakku tidur selamanya…


“Tidurlah sayang buah hatiku, kutemani engkau dalam dekapku. Bangunlah esok dengan senyummu, permata hati pemghibur kalbu. Tidurlah sayang buah hatiku, doa ibu menemanimu. Semoga Rahmat Allah menyertaimu. Bahagia dunia dan akhiratmu.”

Betapa teduh kalimat itu. Ungkapan sayang yang mengalir sejuk dari bibir seorang wanita yang berpredikat sebagai ibu. Harapan dan doa senantiasa mengalir dari lubuk hati yang paling dalam bagi si buah hati yang telah dikandungnya selama sembilan bulan lebih. Kebahagiaan buah hatinya adalah kebahagiaannya. Pun dengan penderitaan sang buah hati adalah penderitaannya. Tapi bagaimana bila sebuah musibah merenggut nyawa sang buah hati secara tiba-tiba? Inilah lukisan ketabahan seorang ibu dalam menghadapi takdir-Nya.

Dan ini hanyalah salah satu dari puluhan ribu kisah para ibu lain yang pernah mengalami musibah serupa namun tak sama.

Teruntuk para ibu, semoga Allah membalas semua kesabaranmu.

Siang itu terasa nyaman, sebagaimana biasanya, Halimah melepas kepergian Harun, Suaminya untuk bekerja di sebuah toko kelontong yang letaknya tak begitu jauh dari rumah mereka, yang jikalau ditempuh dengan bersepeda motor hanya dalam hitungan menit saja.

Halimah, wanita shalihah yang berjilbab ini hidup dalam kedamaian. Tepatnya setahun lalu pasangan in dikaruniai buah hati laki-laki yang lucu dan sehat. Kehadiran buah hati ini dirasa menambah lengkapnya kebahagiaan mereka. Mereka memberi nama Fais kepada si kecil.

Beberapa saudara suaminya tinggal tak jauh dari rumah mereka, hingga mereka bisa saling berbagi kebahagiaan dan saling mengunjungi. Semua berjalan biasa tanpa liku perubahan yang berarti, hingga tiba hari yang tak terlupa sepanjang hidup itu.

Selang satu jam setelah kepergian sang suami, Halimah mendengar suara aneh dari arah laut. Suara itu lebih menyerupai sebuah tiupan keras yang kian lama makin terdengar jelas. Namun kira-kira sepuluh menit suara itu mereda dan hilang sama sekali. Sepuluh menit kemudian suasana kembali tenang. Hanya sepuluh menit saja, setelah itu terdengar lagi suara seperti tadi meski lebih pelan, namun diiringi dengan gempa yang sangat terasa hingga menggetarkan seisi rumah dan mengakibatkan kursi dan meja bergeser kesana kemari. Halimah sungguh ketakutan. Faiz yang berada dalam gendongan menangis menjerit-jerit. Sang bocah rupanya merasakan ada sesuatu yang tidak beres tengah terjadi.

Halimah tak berani keluar rumah. Dari jendela yang sedikit terkuak ia melihat pohon-pohon kecil bertumbangan diterpa angin yang sangat kuat.

Hatinya mulai sedikit lega, karena setengah jam berikutnya badai laut dan gempa mulai mereda. Suara yang terdengar bergemuruh sedikit demi sedikit menghilang. Saat itulah pintunya diketuk diiringi ucapan salam. Nampaknya suaminya pulang. Saat pintu dibuka terlihat sosok suaminya yang berdiri dengan roman muka penuh ketegangan.Halimah sendiri tidak kalah khawatir memandang wajah sang suami. Melihat istri dan anaknya sehat-sehat saja, ia terlihat sedikit tenang. Satu jam lebih Harun menemani istri dan anaknya. Sejenak mereka menenangkan diri. Hanya sesekali Halimah membereskan barang-barang rumah yang berantakan, sedangkan si kecil tetap dalam dekapannya.

Dua jam berlalu. Kelihatannya badai sudah benar-benar berhenti. Harun berpamitan kepada sang istri untuk kembali ke toko kelontong untuk membereskan barang-barang yang belum sempat ditata kembali. Halimah yang sudah mulai tenang tidak ragu sedikitpun, toh untuk perjalanan pulang pergi dari toko hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari lima belas menit. Setelah suaminya pergi, Halimah kembali beres-beres. Sang anak juga terlihat agak tenang meski matanya kemerahan karena banyak menangis. Lima menit berselang. Getaran gempa kembali terasa, namun gemuruh air laut terasa lebih kuat dari sebelumnya. Halimah kembali panic. Ia melongok keluar dan terlihat orang-orang di kampung itu berlarian ke luar rumah. Dari kejauhan terlihat gumpalan asap hitam diiringi gelombang laut yang amat mengerikan. Halimah segera mengenakan jilbabnya. 

Sedikit uang simpanannya dan buntalan pakaian disiapkan, ia berpikir tentunya sang suami sebentar lagi bakalan pulang. Benar saja, terdengar ketukan pintu dan suara suaminya memberi salam dengan nada panik, karena ia sudah menyaksikan keadaanluar rumah yang porak-poranda. Orang-orang terlihat sibuk untuk mengungsi. Gelombang laut pun makin besar dan meninggi hingga hampir mendekati area rumah mereka. Tak ada waktu lagi untuk ke luar rumah. Harun lantas menyeret tangan istrinya ke bagian dalam rumah mereka. Di belakang sana ada lubang empat persegi yang sudah disemen dan ditutup dengan besi.

Dengan cepat ia mengajak istrinya ke ruangan itu. Si kecil menjerit-jerit tidak karuan. Mereka sudah tak sempat lagi mencari penyebab tangisan sang buah hati.

Bruak!!! Suara keras terdengar dari balakang mereka dan disusul suara-suara benda lain. Harun mendahulukan anak dan istrinya turun ke bawah. Dinginnya semen tidak lagi mereka rasakan.

Badai itu tak hanya memporak-porandakan barang-barang rumah. Tiang-tiang dan sebagian tembok rumah mereka yang sebenarnya cukup kuat pun mulai ambruk, sehingga air laut tanpa bisa dibendung lagi menerobos ke dalam. Tak ada jalan lain, pintu besi yang memang sangat rapat itu segera ditutup. Sejenak kemudian hanya terdengar suara gelombang hebat dan reruntuhan bangunan yang amat menyeramkan. Jerit tangis anak mereka juga makin menjadi. Namun nafas mereka menjadi sesak karena tidak adanya ventilasi. Tapi anehnya suara anak mereka mulai berhenti sedikit demi sedikit. Hal ini justru membuat Halimah ketakutan. Dengan ragu ia meminta suaminya untuk membuka tutup besi tersebut. Harun sendiri bingung, bila pintu dibuka air bah akan masuk, bahkan retuntuhan rumah jua bisa menimpa mereka. Benar-benar pilihan yang sulit.

Lima belas menit kemudian badai mulai mereda. Tangisan si kecil juga sudah berhenti sama sekali. Mereka bertambah khawatir. Tanpa pikir panjang lagi pitu brankas mereka buka. Awalnya terasa sangat sulit, mungkin tertutup reruntuhan bangunan. Walau berhasil, mereka tetap saja bersusah payah untuk naik ke atas. Ditambah bongkahan batu dan guyuran air hebat menghantam punggung mereka. Terasa sakit memang. Namun hal ini tidak mereka rasakan.

Pemandangan di atas sungguh menggenaskan. Sejauh mata memandang yang tampak hanya puing-puing reruntuhan dan genangan air sampai sepaha. Hingga untuk berjalan saja mereka agak kesulitan. Keadaan kampong mereka benar-benar telah hancur.

Sesaat kemudian, mereka baru teringat dengan keadaan buah hati yang masih dalam gendongan. Wajah mungil itu tampak pucat pasi, yang membuat dada mereka menjadi sesak adalah setelah sekian lama mengalami kesulitan untuk bernafas, kini tak lagi terdengar detak jantung maupun desah nafasnya. Harun memeriksa dengan seksama dan ternyata buah hati mereka memang benar-benar telah pergi meninggalkan dunia ini.

Suasana menjadi hening, Tak ada isak tangis, meski cairan bening menetes membasahi pipi Halimah. Halimah sadar, musibah ini adalah atas kehendak Allah ta’ala. Kematian anak mereka merupakan garis takdir yang harus mereka jalani dan bukan karena keteledoran mereka.

Badai “Tsunami” nama itu baru mereka ketahui setelah selamat dan bergabung dengan ribuan orang di kamp-kamp penampungan.

Saat para wartawan mewancarai mereka, terlihat ketenangan di roman muka mereka meski kesedihan tidak bisa disembunyikan.

Badai Tsunami memang telah merenggut nyawa anak mereka yang semata wayang itu. Namun, sama sekali tak merenggut keimanan di hati mereka.

Sungguh kesabaran Halimah sangat patut dijadikan tauladan dalam hal ini. Dan semoga Allah ta’ala membalasnya dengan berlimpah kebaikan dan rahmat. Amiin..

Ibu... Kasih Sayangmu Tak Lekang Oleh Waktu


Dalam dunia ini semuabutuh kompetisi untuk menang, untuk menggapai tujuan, dan untuk menjadi yang terbaik. Layaknya pertandingan marathon, berjuta-juta sperma yang ukurannya mikro saling berlomba untuk mencapai garis finis sel ovum. Hanya satu sel yang menjadi pemenang, dengan seketika title juara dilekatkan sel ovum terhadap sperma. Pada saat itulah sang sperma mulai mendapatkan sebuah penghargaan, dimana ia bisa berkembang menjadi seorang manusia yang terbaik wujud dan sifatnya. Saat itu pulah lah Sang Pencipta meniupkan Ruh kepada janin yang kelak dilahirkan kedunia dengan segala caruk maruk dunia. Apakah dia dapat bertahan atau kah dia terbuang dan gagal.

Sebuah tangisan keras dan membahana memecah kegelisahan ruang kecil ini, para manusia yang berpakaian biru mudah menyambutku dengan senyuman bahagia. Hari itu mata saya masih belum bisa terbuka, namun saya tahu suasana ini sangatlah berbeda saat masi ada dalam kandungan. Pertama kali saya disentuh dengan bahan duniawi, dan pertama kali pula saya merasakan hangatnya sentuhan seorang wanita, entah bagaimana bisa saya merasakan ketentraman dalam sentuhannya, kedamaian dalam dekapannya, dan kebahagiaan dalam senyumannya. Namun, kala itu saya hanya bisa menangis, benar menagis tak ada kata dalam tangisan, tak ada permintaan dalam tangisan dan tak ada pertanyaan dalam tangisan dan tak ada arti dalam tangisan. Karena hanya itulah bahasa yang bisa saya ungkapkan saat itu.

Sesuatu tiba-tiba menyumpal di mulutku, dengan cekatan rahang yang tak bergigi ini mulai menggoyang-goyangkan lidah dan keluarlah cairan yang sangat enak. Mungkin manusia sekarang menyebutnya ASI (Air Susu Ibu), sungguh luar biasa nikmatnya dengan komposisi kolostrum, air, mineral, karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin yang cukup membuat makanan pertama saya diluar kandungan begitu istimewa.

Otakku mulai melakukan proses penyambungan sinaps hingga 1000 triliun sinaps untuk menyimpan semua informasi yang datang padaku. Informasi linguistic, sensoric dan seluruh data yang diterima lewat panca indraku mulai tersimpan di otakku. Namun, tetap saja untuk menyampaikan informasi kepada ibu saya masih harus menggunakan bahasa kalbu yaitu dengan menangis. Tangisanku kini punya arti, jika ingin makan maka saya menangis, ingin ganti popok saya menangis, ingin digendong saya menangis, bahkan ingin diperhatikan pun saya menangis.

Perawakan saya yang begitu lucu, kulit putih, mata lebar, kepala ditumbuhi sedikit rambut, tangan dan kaki yang mungil membuat saya merasa bahwa ini adalah sunnatullah yang diberikan kepada bayi. Bagaimana tidak siang malam saya berada disamping ibu, dan dengan seketika bila ada tamu yang berkunjung mereka serempak merampok saya dari pelukan ibu dan membawa saya kepelukannya, dicium, dipeluk, dan dimanja. Saya yakin karena faktor kelucuan yang saya miliki sehingga membuat mereka terhipnotis dengan sendirinya ingin mendekap saya.

Umur 4 tahun perjalanan saya sebagai bayi masih berlanjut saya sudah bisa berbicara dan berjalan. Hal ini bisa berarti positif terhadap saya karena saya bisa menjelajahi dunia baru. Tapi agak sedikit merepotkan ibu, karena dia harus terus mengawasi gerak-gerikku agar tidak terjadi hal-hal yang berbahaya terhadapku.

Saat masuk sekolah dasar semuanya berubah yang dulunya hanya berinteraksi dengan keluarga sekarang berinteraksi dengan teman sebaya. Hal ini juga menguntungkan bagi saya karena bisa mempelajari karakter orang lain yang lebih luas cakupannya. Namun, seiring bertumbuh kembangnya saya bertambah pula tanggungan ibu, dia harus menyiapkan sarapan pagi untukku, menyiapkan pakaian yang harus saya pakai yang tiap minggunya sekitar 4 pasang, senin, selasa putih merah, rabu, kamis batik, jumat olah raga, sabtu pramuka. Belum jika saya mendapat tugas rumah dari sekolah. Ibu selalu membantu saya dalam keadaan lowong atau tidak. Saya tahu dia juga punya banyak sekali pekerjaan, bukan cuma mengurusi saya saja.

Saat masuk SMP semuanya terlihat baru menurut saya, tapi agak berat bagi ibu yang secara otomatis tugasnya bertambah terhadapku. Begitu pula saat SMA. Format pakaian masih sama saat SD, hanya celananya yang berubah menjadi abu-abu. Semakin dewasa saya semakin tertarik dengan semua hal keduniawian. Saya mulai merasakan jatuh cinta, mulai tertarik dengan lawan jenis, mulai ingin berfoya-foya. Saya tahu hal ini, membuat beban kerja ibu semakin bertambah untuk menggiring saya ke jalan yang benar agak tidak terjerumus ke dalam sex bebas, pergaulan bebas, dan kenakalan remaja lainnya.

 Masa kuliah membuat saya lebih jauh lagi dari sosok ibu. Setahun sekali mungkin saya baru dapat pulang untuk menjenguknya. Namun, do’a dan harapannya agar saya menjadi anak yang berbakti, anak yang sukses selalu dipanjatkannya kepada Allah SWT. Ibu tidak meminta balasan, ibu tidak mengharapkan imbalan, tidak menginginkan keuntungan apa-apa dari kesuksesan kita. Tapi ibu hanya butuh kita menjadi anak yang berbakti, anak yang beriman dan bertaqwa agar kelak dapat mendo’akannya ketika beliau wafat.

 Sekarang, saya terbaring di rumah sakit ini dengan kontraksi diperut yang sangat menyiksa. Sekarang saya tahu bagaiamana perasaan dulu ketika ibu melahirkan saya. Sekarang saya tahu bagaiamana kondisi ibu ketika merawat saya. Dan saya akan melanjutkan perjuangan ibu menjadi seorang ibu untuk anakku.



Tulisan ini saya buat untuk teman saya yang telah melahirkan anak pertamanya semoga dapat menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua dan menjadi anak yang beriman dan betaqwa kelak.