Video : Aksi Heroik Pemuda Tangkap Wanita Terjun Bebas dari Lantai 11
Sebagian besar orang mungkin panik, bahkan terdiam mematung saat menghadapi situasi seperti dalam video berdurasi 2 menit ini.
Terlihat seorang pemuda tanpa pikir panjang rela mengorbankan keselamatan dirinya. Ini terjadi saat dua berusaha menangkap wanita yang jatuh dari lantai 11 sebuah apartemen di Kota Enshi, Provinsi Hubei, Tiongkok, Rabu malam lalu.
Bermula saat pemuda yang diketahui bernama Feng Ning, berjalan di depan gedung tempat kejadian sekitar pukul 21:45 waktu setempat.
Sambil melihat ke atas ia terus mengubah posisinya, beberapa detik kemudian, wanita itu jatuh tepat ke dalam pelukannya.
Sayangnya, tangan dan tubuh Feng tak kuat menahan berat badan wanita tersebut. Feng pun roboh ke jalan saat tubuh wanita itu mendarat di tangannya.
Dilaporkan bahwa nyawa wanita itu tak tertolong, namun aksi Feng tetap layak mendapat pujian bak pahlawan. Penasaran seperti apa? Simak vidoenya
Video : Trauma Perang, Bocah Suriah Penjual Tisu Nangis Lihat Polisi
Aisah bocah perempuan penjual tisu di jalanan Turki untuk membantu orangtuanya mengalami trauma parah akibat perang. Hal ini terekam dalam video ketika Aisah dihampiri seorang polisi. Bocah berusia lima tahun ini menangis menjirit ketakutan.
Sontak ketika video ini di unggah ke media sosial menjadi viral dan membuat banyak netizen ikut menangis haru.
Aisha menangis histeris bahkan sampai memeluk seorang warga, saking ketakutnya melihat polisi.
Tak ada yang dilakukan polisi tersebut, tetapi Aisha memohon untuk dilepaskan, dan berjnaji tidak akan berjualan tisu lagi. Terlihat Ia mencium tangan polisi, lalu meletakkan jari telunjuknya di dahinya. Ini adalah gerakan yang biasa digunakan sejumlah masyarakat Arab, untuk meminta ampun setelah melakukan kesalahan.
Pakar psikologi menyebut Aisha memiliki trauma berkepanjangan akibat perang. Ia akan sangat ketakutan dengan orang-orang yang mengenakan seragam seperti tentara dan polisi.
Simak video ketakutan Aisha yang membuat banyak netizen terenyuh dan terharu ketika menontonnya berikut ini.
MISS YOU MOM!! Tak Peduli Berapa Pun Usiamu, Ibu Selalu Ingin Yang Terbaik Untukmu
Tak peduli berapa pun usiamu, seorang ibu selalu ingin memastikan bahwa anaknya makan dengan benar.
Kesal sih, apalagi ketika kita sudah beranjak dewasa dan bisa mengurus diri kita sendiri.
Tapi pernah gak kamu bertanya, apa yang ada di dalam benak ibu saat memberikan makan kepada kita?
Seorang ibu memberikan sebuah hadiah spesial kepada calon menantunya: buku harian.
Bukan buku harian biasa, karena isinya adalah perjalanan tumbuh kembang sang anak kesayangan.
Bahwa anaknya sangat senang makan pisang dan semangka. Juga kepala ikan, sama sepertinya.
“Merawatmu adalah hadiah terbesar dalam hidupku.”
Video : Kala Kebaikan Kecil Terbalas dengan Cara Tak Terduga
Alangkah bahagianya bila antar sesama manusia saling memberi, saling berbagi, saling membantu dalam berbagai bentuk dan kesempatan yang dihadapinya. Semua itu bisa dilakukan dari hal yang terkecil sekalipun.
Seperti dalam Film pendek inspiratif berjudul 'Ripple'. Film berdurasi 5 menit 46 detik ini mampu membuat siapapun yang menonton terhenyut bahkan menitihkan air mata.
Berkisah tentang seorang anak yang meminta kue kepada neneknya untuk sang kakek yang berulang tahun di rumah. namun ia harus menutup keinginanya, karena mereka tidak memiliki uang yang cukup.
Tanpa disangka seorang pria baik hati rela membayar kue itu untuk mereka, dan sebuah kisah luar biasa dimulai dari hal kecil itu. Penasaran seperti apa kisahnya? Simak video berikut :
BULE JUALAN BURGER UNTUK BIAYAI ISTRINYA BEROBAT
Sebagian orang menganggap pria-pria bule hanya memanfaatkan wanita Indonesia untuk kesenangan sesaat. Namun, tidak berlaku dengan bule yang satu ini.
Ini adalah sebuah kisah cinta luar biasa seorang bule bernama Glenn yang berasal dari Amerika Serikat. Jika Anda datang ke Pasar Kober Purwokerto, Jawa Tengah antara pukul 4 sore hingga 9 malam, Anda akan menjumpai sebuah kedai burger kecil milik Glenn. Yang membuat kedai ini tak biasa, selain kehadiran Glenn yang belum fasih berbahasa Indonesia, ada sebuah papan bertuliskan "Mohon doakan istriku yang sakit. Terima kasih,"
Tulisan itu bukan untuk mencari sensasi. Istri Glenn memang sedang sakit, dia didiagnosis memiliki kanker mulut rahim stadium IIB. Karena alasan itulah, Glenn berjualan burger, demi mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan istrinya. Daging burger dan donat yang dijual adalah racikan Glenn sendiri, kadang ibu mertuanya membantu. Jadi tak perlu takut, burger yang dijual Glenn halal, seperti yang tertulis di papan kedainya.
"Awalnya saya dan istri jualan di sekitar Baturade,itu sejak Ramadan 2012," ujar Glenn. Mereka berjualan burger untuk mendapat uang tambahan. setelah Ramadan tahun 2014 kemarin, diketahui bahwa istri Glenn memiliki kanker serviks stadium IIB. Akhirnya, Glenn meneruskan sendiri usaha jualan burger dan donat untuk biaya pengobatan istrinya dan kadang dibantu ibu mertua juga.
Harga burger yang ditawarkan tidak mahal, untuk ukuran sedang hanya Rp 7.500 dan ukuran besar Rp 10.000 saja. Sedangkan harga donat antara Rp 2.500 hingga Rp 3.000. Glenn bersyukur dagangannya cukup laris, bahkan sering habis sebelum waktu tutup. Pelanggan baru selalu berdatangan untuk membeli burger, risoles dan es jelly.
Banyak orang memuji kerja keras Glenn, namun tak sedikit yang menghinanya. "Makanya kalau cari suami bule yang kaya sekalian, biar ga susah," atau komentar pedas lainnya. Well, pernikahan yang didasari cinta selalu lebih baik dibanding harta. Walaupun Glenn saat ini harus banting tulang, itulah bukti cinta dan tanggung jawabnya.
Kalau ada Teman yang tinggal di sekitar Purwokerto, gak ada salahnya mampir untuk mencoba burger racikan Glenn. Kata beberapa pelanggan, burger racikan Glenn enak. Ini bukti bahwa Glenn tak sekedar berjualan, tetapi juga mengutamakan kualitas burgernya.
"Selalu buka tiap hari jam 4 sore sampai 9 malam. Tapi kalau saya harus mengantar istri berobat, ya saya tidak jualan dulu sehari," ujar Glenn. Kedai milik Glenn sering riuh apabila ada pelanggan yang datang dan tidak bisa berbahasa Inggris, sedangkan Glenn belum lancar berbahasa Indonesia. Namun hal itu tak jadi halangan karena Bule ini juga dikenal ramah dan suka bercanda dengan pelanggannya.
Semoga kisah ini bisa menghangatkan hati Anda. Dan semoga semakin banyak pria-pria seperti Glenn, yang tulus mencintai istrinya dan setia dalam kondisi sehat ataupun sakit.
Kisah Pilu Nenek 70 Tahun Gao Meiyun
Seorang wanita renta dengan berat badan hanya sekitar 37,5 Kg, usianya sudah 70 tahun yang tinggal di Distrik Shijingshan Beijing mungkin menjadi wanita tertua sebagai pengantar air di kota tersebut. Gao Meiyun sejak 2006 bekerja sepanjang hari mulai pukul 06.00 hingga jam 22.00. Setiap hari ia mengatar sekitar seratus galon air minum ukuran 20 kg ke berbagai apartemen dan banyak perkantoran di Beijing bagian Barat. Hal ini diberitakan oleh salah satu artikel di China Foto Press.
Gao Meiyun yang sudah hidup sebagai janda tinggal bersama dengan anaknya yang lumpuh dan cucu yang cacat mental. Cucunya mengalami kecelakaan lalu lintas pada tahun 2008. Kedua kakinya harus dioperasi. Gao harus berhutang kepada orang-orang di sekitarnya untuk membayar biaya pengobatan cucunya tersebut. Namun, hutang yang sudah sedemikian banyak masih kurang untuk menyelesaikan pembayaran pengobatan anaknya.
Mereka bertiga tinggal dalam kamar sempit ukuran 20 m2 tanpa pengatur udara namun justru dipenuhi dengan botol air mineral di setiap sudut ruangan. Uang yang ia peroleh sebagai pengantar air mineral dalam galon menjadi satu-satunya penghasilan untuk hidup sehari-hari sekaligus untuk membiayai pengobatan anaknya.
Gao Meiyun menjadi sangat terkenal di masyarakat karena hampir tidak ada orang seusianya yang bekerja berat serta membutuhkan ketahanan fisik seperti itu. Namun, sejauh para pelanggan memerlukannya, Gao setiap saat pasti siap mengantarkan pesanan air minum galon tanpa memperdulikan cuaca. Tertatih-tatih ia menaiki satu persatu anak tangga menuju ke tempat pemesannya. Ia juga mengatakan bahwa keluarganya adalah motivasi untuk melanjutkan pekerjaan beratnya.
Gao Meiyun yakin bahwa suatu ketika anaknya akan menggantikan usahanya. Namun, kenyataan, anaknya tidak mampu melakukan hal itu karena masalah kesehatan yang ia derita. Gao Meiyun sendiri sekarang mengalami gangguan kesehatan. Ia menderita batuk yang cukup parah. Tubuhnya juga menjadi bongkok karena bertahun-tahun mengangkat ratusan botol air mineral yang sedemikian berat.
Akhir-akhir ini ada beberapa sukarelawan yang membantunya setiap hari Rabu. Ada para donatur yang membantu keuangannya pula. Disebutkan dalam salah satu sumber, sejak berita ini muncul di surat kabar dana yang telah diterima Gao Meiyun sebesar 100.000 yuan ($ 15,016,59). Setiap bulan pemerintah juga telah memberikan bantuan sebesar 3.000 yuan ($ 450,50) yang hanya cukup untuk biaya hidup namun bukan biaya pengobatan. Sekolah tempat cucunya belajar juga telah memberikan bea siswa secara penuh alias gratis.
Apakah hikmah yang dapat dipetik dari kisah nyata ini?
Pertama adalah rasa syukur dengan kondisi hidup kita saat ini, masih banyak orang diluar sana yang lebih susah hidupnya dari pada kita, yang kedua adalah seseorang hendaknya memiliki kemampuan menerima kenyataan sebagaimana adanya. Jangan mengeluh pada segala kesulitan yang dihadapi. Segala cara harus diupayakan agar semangat hidup selalu berkobar. Ubah pola pikir agar menjadi lebih positif. Jalani kehidupan dengan kesadaran setiap saat. Kebahagiaan dalam batin akan dapat dirasakan.
Kisah TKI Heroik, Pulihkan Majikan dari Kelumpuhan
Bukan kisah miris, cerita tentang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang satu ini justru sangat menginspirasi. Adalah Siti Musyafaah, TKI yang berhasil "membangkitkan" sang majikan dari kelumpuhan.
Siti bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah seorang pialang real estate bernama Zheng Qinyun, di Singapura. Cerita berawal ketika sang majikan mendadak jatuh sakit. Namun di saat itu pula Siti sedang merayakan Lebaran Haji.
Zheng Qinyun, sang majikan, tak ingin memberitahu Siti mengenai penyakitnya karena tak ingin mengganggu hari libur Siti. Ia pun masuk ke rumah sakit untuk menjalani operasi.
Namun tak disangka, setelah menjalani operasi, wajah dan lengan kiri Zheng menjadi kaku. Wanita itu pun tak mampu memutar lehernya. Dia mengatakan, "Saya tidak bisa berbicara, saya tidak bisa membuat ekspresi wajah dan bahkan sulit tersenyum," katanya seperti dikutip dari laman AsiaOne.
Ibu tunggal yang memiliki tiga anak itu pun menambahkan bahwa ketika terapis fisiknya tidak bisa membantu, dia pun merasa putus asa. Sampai akhirnya, Siti lah yang datang untuk memotivasi dirinya.
Siti datang ke Singapura pada tahun 2010 dari Indonesia dan telah bekerja di rumah Nyonya Zheng selama lima setengah tahun.
Ketika penyakit Zheng menyerang, Siti senantiasa berupaya membantunya untuk menjalani proses rehabilitasi, yang sering memakan waktu hingga tujuh atau delapan jam sehari.
Zheng juga mengatakan bahwa ketika ia merasa sakit selama terapi lengan, Siti lah yang selalu membantu dan menyemangatinya dengan mengatakan: "Bu, suatu hari, Anda akan lebih baik. Anda harus kuat menghadapinya. Aku akan membantu Anda."
Tiga bulan setelah operasi dan terapi, Zheng terkejut lantaran menemukan bahwa ia sudah bisa memutar lehernya. Tak lama setelah itu, ia pun bisa menggerakkan tangan kirinya. otot-otot wajahnya pun telah kembali normal dan kekakuan di punggungnya pun menghilang.
Ia pun sangat bergembira dan ingin memberikan Siti hadiah berupa uang tunai lantaran telah membantunya sembuh. Namun Siti menolaknya. Ia mengatakan bahwa apa yang dilakukannya memang merupakan tanggung jawabnya.
Nyonya Zheng dan Siti menjalin hubungan kerja yang begitu baik sebagai majikan dan bawahan. Karena hal itu pula, Zheng dinominasikan untuk mendapat penghargaan the FDW & Employer of the year 2015 Awards oleh Foreign Domestic Worker Association for Social Support and Training (FAST).
Siti menjelaskan, ketika ia baru tiba di Singapura, bahasa Inggrisnya tak baik, namun Zheng cukup sabar mengajarinya.
"Ibu Zheng dan anak-anaknya mengajari saya bicara bahasa Inggris. Mereka juga mengoreksi pengejaan saya. Bahasa Inggris saya meningkat baik dan saya sayang anak-anaknya. Mereka menghormati saya, dan tak menganggap saya sekadar pembantu," tutur Siti.
Siti juga mengungkapkan bahwa ketika baru bekerja untuk keluarga Zheng, ia menunggu keluarga selesai makan sebelum mulai makan. Namun Zheng bersikeras mengajaknya menikmati hidangan bersama.
"Saya bisa menikmati semua makanan di meja, bahkan yang sangat mahal seperti abalone dan sirip hiu di acara Tahun Baru China. Mereka sudah menganggap saya keluarga."
Zheng juga membelikan Siti iPhone yang sama seperti untuk anak laki-lakinya. Ia mengajarkannya melakukan panggilan telepon internasional, bahkan memberi cuti hari ulang tahun.
Langganan:
Komentar (Atom)






